kuliah ringkas rutin: Tujuh Tanda Kebahagiaan Seorang Muslim
PASURUAN — Ketua Pengurus BMT UGT Nusantara, H. Abd Majid Umar, kembali mengisi agenda Kuliah Ringkas (Kulkas) rutin mingguan yang digelar pada Kamis (15/10/2026). Pada kesempatan tersebut, beliau memaparkan materi spiritual mengenai tanda-tanda kebahagiaan sejati seorang hamba menurut tuntunan ajaran Islam.
Mengutip referensi dari kitab Al-I’tisham (Juz 2), H. Abd Majid Umar menjelaskan bahwa kebahagiaan sejati seorang hamba tidak diukur dari tolak ukur materialistik seperti banyaknya harta atau kemewahan duniawi. Menurut beliau, kepemilikan harta yang melimpah tidak menjamin hadirnya ketenangan jiwa jika tidak disertai dengan ketaatan kepada Allah SWT.
"Kebahagiaan itu bukan karena punya uang banyak atau karena semua keinginan duniawi terpenuhi. Ada kebahagiaan yang jauh lebih berharga ketika Allah memberikan pertolongan dan petunjuk-Nya kepada kita," tutur H. Abd Majid Umar di hadapan para karyawan.
Dalam tausiyahnya, beliau merinci tujuh indikator utama kebahagiaan hamba (min 'alamatis sa'adah 'alal 'abdi) sebagaimana dirumuskan oleh para ulama salafus shalih:
- Dimudahkan dalam Menjalankan Ketaatan (Taisirut Tha'ati 'Alaihi)
Seseorang yang dikehendaki bahagia oleh Allah akan merasa ringan dan dimudahkan saat melangkah untuk beribadah dan bertobat, seperti mudahnya melangkahkan kaki untuk beribadah di sepertiga malam dan menunaikan salat Subuh.
- Perbuatannya Sesuai Sunnah Nabi (Muwafaqatus Sunnah fi Af'alihi)
Setiap tindakan dan keputusan dalam hidupnya senantiasa diselaraskan dengan tuntunan Rasulullah SAW serta ajaran para guru dan kiai.
- Dikelilingi dan Berteman dengan Orang-Orang Shaleh (Suhbatuhu li Ahlis Sholah)
Memiliki lingkungan pergaulan yang sehat dan saling mengingatkan dalam kebaikan, serta mau menerima nasihat bila melakukan kesalahan.
- Berakhlak Baik Kepada Sesama (Husnu Akhlaqihi ma'a Ikhwanihi)
Menjaga hubungan silaturahmi dengan tutur kata dan sikap yang santun kepada sesama saudara, kawan, maupun masyarakat luas.
- Gemar Menyebarkan Kebaikan (Badzlu Ma'rufihi lil Khalqi)
Memiliki kepedulian untuk berbagi kemanfaatan dan menyisihkan sebagian rezeki bagi sesama yang membutuhkan.
- Memiliki Kepedulian Terhadap Umat (Ihtimamuhu lil Muslimin)
Menaruh perhatian dan kepekaan sosial terhadap kondisi umat Islam, sebagaimana yang diimplementasikan melalui pilar-pilar kepedulian sosial di lingkungan BMT UGT Nusantara yaitu dengan adanya program UGT Peduli.
- Pandai Menjaga dan Memanfaatkan Waktu (Mura'atuhu li Awqatihi)
Menyadari bahwa waktu adalah bagian dari umur yang tidak dapat diputar kembali, sehingga selalu diisi dengan aktivitas yang produktif, bernilai ibadah, dan bermanfaat.
Di akhir sesi, H. Abd Majid Umar mengajak seluruh karyawan dan keluarga besar KSPPS BMT UGT Nusantara untuk menjadikan nilai-nilai salafus shalih tersebut sebagai pedoman dalam menempuh kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan amanah kelembagaan.
Kulkas rutin setiap Kamis ini merupakan bagian dari pembinaan mental dan spiritual berkala yang diselenggarakan untuk memperkuat nilai-nilai syariah dan integritas seluruh jajaran BMT UGT Nusantara.
aff/mediaugt

