Kisah Fajar Membangun Usaha: Berawal dari Gerobak Batagor, Teguh Memegang Prinsip dan Amanah

Okt 17, 2026 - 08:23
 7
Kisah Fajar Membangun Usaha: Berawal dari Gerobak Batagor, Teguh Memegang Prinsip dan Amanah

Balairiam — Membangun usaha dari nol hingga tetap bertahan melintasi waktu membutuhkan lebih dari sekadar modal materi. Bagi Fajar, pria asal Pekalongan yang pernah merantau belasan tahun di Jakarta hingga kini bermukim di Kalimantan, keberlanjutan bisnis terletak pada kejujuran, ketekunan, serta kemampuan mengelola amanah secara transparan.

Perjalanan Fajar menahkodai usahanya menjadi bukti nyata bagaimana prinsip hidup yang sederhana namun berpegang teguh pada nilai spiritual mampu menjaga keberlangsungan sebuah usaha mikro.

Meniti Usaha dari Titik Mula

Setelah mengenyam pengalaman kerja sebagai buruh pabrik selama 14 tahun di Jakarta dan merantau ke Kalimantan demi menafkahi keluarga, Fajar memilih jalan kewirausahaan. Langkah awalnya dimulai sekitar tahun 2019 di lokasi sepi di area kebun sawit, belum ada tetangga juga saat itu belum dilengkapi fasilitas dasar seperti aliran listrik.

"Niat baik dan keyakinan adalah modal utama. Saya percaya jika niat kita baik, Allah akan menunjukkan jalan," ujar Fajar.

Usahanya dirintis secara bertahap. Berawal dari berjualan batagor di pinggir jalan area kebun sawit, Fajar secara konsisten menjaga jam operasional usaha, bersiap melayani pelanggan meski kondisi pasar tak menentu. Mengamati kebutuhan dan masukan dari para pembeli, ia secara perlahan menambah variasi produk seperti kopi, es, minuman dingin, makanan hingga barang kebutuhan harian lainnya. Perkembangan tersebut diakuinya sebagai buah dari kesabaran dan konsistensi.

Menjaga Kepercayaan Pelanggan dan Menghadapi Persaingan

Bagi Fajar, mempertahankan pelanggan jauh lebih menantang daripada memulai usaha baru. Kunci utama untuk bertahan terletak pada cara melayani masyarakat sekitar dan adaptasi terhadap berbagai karakter pelanggan.

Menanggapi iklim persaingan usaha, Fajar memilih menyikapinya secara positif. Kehadiran pesaing ia jadikan pemicu untuk terus membenahi kualitas pelayanan tanpa harus menjatuhkan pelaku usaha lain.

"Setiap orang sedang berjuang. Kalau ada yang mau belajar atau sama-sama berusaha, lebih baik kita saling mendukung dan tumbuh bersama," ungkapnya.

Pengalaman Menjadi Anggota BMT UGT Nusantara: Transparansi dan Pengelolaan Modal

Dalam fase pengembangan usaha, Fajar bermitra dengan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) UGT Nusantara. Kerja sama ini terbangun atas dasar transparansi dan pemahaman atas hak serta kewajiban kedua belah pihak.

Menurut Fajar, kejelasan informasi terkait skema pembiayaan, jangka waktu, hingga besaran angsuran sejak awal menjadi faktor penting yang membangun rasa saling percaya.

 

"Pembiayaan itu adalah amanah dan tanggung jawab. Modal dari BMT UGT Nusantara harus dikelola secara disiplin untuk kebutuhan usaha, seperti menambah barang dagangan, agar perputarannya jelas," tegas Fajar.

Disiplin keuangan dan pemenuhan komitmen angsuran menjadi wujud nyata komitmen Fajar dalam menjaga hubungan baik dengan pihak lembaga keuangan syariah tersebut.

Harapan dan Rencana Masa Depan

Ke depan, Fajar berharap usahanya dapat terus berkembang secara sehat seiring dengan terjaganya kemitraan bersama BMT UGT. Selain memperkuat bisnis yang ada, ia juga memiliki aspirasi untuk memutar modal pada sektor lain, seperti investasi properti sewa sederhana (kontrakan), guna menopang kesejahteraan keluarganya secara berkelanjutan.