Pemimpin Itu Harus Menyejukkan dan Bermanfaat

Okt 9, 2015 - 00:00
 45
Pemimpin Itu Harus Menyejukkan dan Bermanfaat

Apabila seseorang itu sudah mendapat predikat sebagai seorang pemimpin,  sebaiknya dan seharusnya langkah dan ucapannya bisa menyejukkan suasana. "Bukan malah kontroversi  sehingga mengundang perpecahan dan perdebatan," demikian disampaikan oleh H. Mahmud Ali Zain dalam pesannya di WA Alumni Sidogiri yang di-posting Jum'at pagi (9/10/2015).

Menurutnya, bagi seorang pemimpin itu tidak cukup hanya dengan niat baik saja. "Sebab niat itu di dalam hati, sedangkan yang nampak di hadapan orang adalah ucapan dan perilaku," tandasnya.

Oleh karena itu dia mengajak kepada para pemimpin yang ada di negeri ini baik pemimpin formal dan informal untuk dapat menyejukkan suasana dan kedamaian di dalam masyarakat.

"Ayo kita mulai dari diri kita untuk berbuat dan berkata yang soleh dan menyejukkan suasana serta menambah ketakwaan kepada Allah. Marilah menghindari perbuatan dan perkataan yang tidak atau kurang ada manfaatnya baik untuk diri kita maupun untuk orang lain," pungkasnya.

Memberi Manfaat

Dalam pandangan Ketus Pengurus Koperasi Simpan Pinjam Syariah BMT UGT Sidogiri Indonesia yang sekaligus salah seorang pengurus PCNU Kabupaten Pasuruan ini, seorang pemimpin itu selain harus menciptakan suasana yang sejuk di dalam masyarakat, juga harus memberi manfaat kepada masyarakatnya.

"Jika kita belum bisa memberi manfaat kepada orang lain, janganlah berbuat mudhorot kepada orang lain, imbuhnya.

Mengutip sebuah hadis sahih, dia menegaskan bahaws orang Islam itu adalah orang  yang bisa menyelamatkan orang lain dari ucapannya dan perbuatannya.

"Jadi setiap muslim itu seharusnya bermanfaat untuk orang lain paling tidak keberadaannya tidak membuat orang lain tersakiti baik oleh ucapannya atau perbuatannya," pungkasnya.

Mokh. Syaiful Bakhri