Inovasi Pembiayaan Air Bersih dan Sanitasi BMT UGT Nusantara: Mewujudkan Akses Air Bersih untuk Anggota

Agu 21, 2025 - 10:20
 548
Inovasi Pembiayaan Air Bersih dan Sanitasi BMT UGT Nusantara: Mewujudkan Akses Air Bersih untuk Anggota

Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak merupakan hak fundamental setiap manusia yang telah diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 6. Di Indonesia, khususnya di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur yang meliputi Kabupaten Bondowoso, Situbondo, dan Jember, masalah akses air bersih masih menjadi tantangan serius bagi anggota. Kondisi geografis yang beragam, mulai dari dataran tinggi hingga pesisir, menciptakan kompleksitas tersendiri dalam penyediaan infrastruktur air bersih yang memadai. Keterbatasan finansial anggota untuk membangun fasilitas air bersih dan sanitasi pribadi semakin memperparah kondisi ini. Melihat urgensi permasalahan tersebut, KSPPS BMT UGT Nusantara mengambil inisiatif progresif dengan meluncurkan produk pembiayaan inovatif yang dinamakan UGT PAS (UGT Pembiayaan Air bersih dan Sanitasi). Produk ini dirancang khusus untuk membantu anggota dalam mengakses fasilitas air bersih dan sanitasi yang layak melalui skema pembiayaan yang terjangkau dan berkelanjutan.

Peluncuran produk UGT PAS pada bulan Mei 2025 menandai komitmen serius BMT UGT Nusantara dalam berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup anggota. Sebagai lembaga keuangan mikro syariah yang telah mengakar di anggota, BMT UGT Nusantara memahami betul bahwa akses terhadap air bersih bukan sekadar kebutuhan fisik, melainkan juga fondasi bagi pembangunan sosial ekonomi yang berkelanjutan. Produk ini lahir dari hasil penelitian mendalam terhadap kondisi riil anggota di wilayah Tapal Kuda, di mana masih banyak keluarga yang bergantung pada sumber air yang kurang layak untuk dikonsumsi. Menurut Mahalli, Manager Bisnis BMT UGT Nusantara, pengembangan produk UGT PAS merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak anggota yang selama ini kesulitan mengakses pembiayaan untuk infrastruktur air bersih. Kolaborasi strategis dengan Water.org semakin memperkuat fondasi produk ini, memberikan dukungan teknis dan metodologi yang telah terbukti efektif di berbagai negara berkembang lainnya.

Implementasi pilot project di tiga kabupaten strategis—Bondowoso, Situbondo, dan Jember—dipilih berdasarkan analisis komprehensif terhadap kebutuhan, potensi, dan karakteristik anggota setempat. Wilayah Tapal Kuda memiliki keunikan tersendiri dengan kombinasi area pegunungan, dataran, dan pesisir yang masing-masing memiliki tantangan spesifik dalam penyediaan air bersih. Bondowoso dengan karakteristik pegunungannya sering menghadapi masalah distribusi air, Situbondo di area pesisir menghadapi tantangan intrusi air laut, sementara Jember sebagai wilayah yang lebih urban memiliki kompleksitas kebutuhan yang beragam. Pemilihan ketiga kabupaten ini juga didasarkan pada tingkat kesiapan anggota dan infrastruktur pendukung yang memadai untuk menjamin keberhasilan program. Keberadaan jaringan BMT UGT Nusantara yang sudah established di wilayah-wilayah tersebut menjadi modal penting dalam memastikan implementasi program berjalan efektif. Dengan demikian, UGT PAS bukan sekadar produk pembiayaan biasa, melainkan solusi komprehensif yang menggabungkan aspek keuangan, teknis, dan pemberdayaan anggota.

Target jangka panjang dari program UGT PAS adalah menciptakan ekosistem pembiayaan air bersih yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah-wilayah lain di Indonesia. Produk ini dirancang dengan prinsip syariah yang mengutamakan keadilan, transparansi, dan keberlanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi semua pihak yang terlibat. Pendekatan holistik yang diterapkan tidak hanya fokus pada aspek pembiayaan, tetapi juga meliputi edukasi, pelatihan teknis, dan pendampingan berkelanjutan kepada anggota. Hal ini sejalan dengan misi BMT UGT Nusantara untuk menjadi katalisator pembangunan ekonomi anggota yang berkeadilan. Dengan foundation yang kuat dan dukungan dari berbagai stakeholder, UGT PAS diharapkan dapat menjadi model pembiayaan inklusif yang dapat diadopsi oleh lembaga keuangan mikro lainnya. Kesuksesan program ini akan memberikan dampak signifikan tidak hanya bagi anggota penerima manfaat, tetapi juga bagi pencapaian target SDGs Indonesia, khususnya dalam hal akses universal terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.

Kondisi akses air bersih di wilayah Tapal Kuda masih menjadi permasalahan kompleks yang memerlukan solusi inovatif dan berkelanjutan. Berdasarkan data lapangan yang dikumpulkan BMT UGT Nusantara, masih terdapat ribuan keluarga di tiga kabupaten pilot project yang belum memiliki akses memadai terhadap air bersih. Di Kabupaten Bondowoso, kondisi topografi pegunungan seringkali menyulitkan distribusi air bersih ke daerah-daerah terpencil, sementara infrastruktur yang ada belum mampu menjangkau seluruh wilayah dengan optimal. Situbondo yang berbatasan dengan laut menghadapi tantangan intrusi air asin yang mengkontaminasi sumber air tanah, sehingga anggota memerlukan teknologi pengolahan air yang lebih sophisticated. Jember sebagai wilayah yang relatif lebih maju pun masih memiliki kantong-kantong pemukiman yang kesulitan mengakses air bersih, terutama di daerah pinggiran kota dan perdesaan. Keterbatasan ekonomi menjadi faktor utama yang menghambat anggota untuk membangun infrastruktur air bersih pribadi, seperti sumur bor, sistem penyaringan, atau instalasi perpipaan yang memadai. Kondisi ini diperparah dengan minimnya akses terhadap lembaga pembiayaan yang bersedia memberikan kredit (pembiayaan) untuk keperluan infrastruktur air bersih dengan syarat yang terjangkau bagi anggota menengah ke bawah.

Produk UGT PAS hadir sebagai solusi inovatif yang menggabungkan prinsip-prinsip keuangan syariah dengan kebutuhan riil anggota akan infrastruktur air bersih. Mahalli, sebagai Manager Bisnis BMT UGT Nusantara, menjelaskan bahwa desain produk ini mengutamakan fleksibilitas dan keterjangkauan, dengan sistem angsuran yang disesuaikan dengan kemampuan finansial anggota. Skema pembiayaan yang ditawarkan mencakup berbagai jenis kebutuhan infrastruktur air bersih, mulai dari pembangunan sumur bor, instalasi pompa air, sistem penyaringan, hingga pembangunan fasilitas sanitasi yang memadai. Produk ini menggunakan akad murabahah yang transparan, di mana anggota mengetahui dengan jelas biaya dan margin keuntungan yang dikenakan. Periode pembiayaan dapat disesuaikan dengan kemampuan anggota, mulai dari 12 bulan hingga 60 bulan, dengan opsi pelunasan dipercepat tanpa penalti. Proses persetujuan yang relatif cepat, yakni maksimal 7 hari kerja, memungkinkan anggota untuk segera merealisasikan rencana pembangunan infrastruktur air bersih mereka. Selain itu, BMT UGT Nusantara juga menyediakan pendampingan teknis melalui kerjasama dengan Water.org untuk memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun sesuai dengan standar kualitas dan keamanan yang berlaku.

Implementasi pilot project UGT PAS di Kabupaten Bondowoso telah menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam beberapa bulan pertama pelaksanaannya. Menurut Abdul Hafidz, Kepala Cabang BMT UGT Nusantara Bondowoso, hingga saat ini telah tercatat 185 anggota yang telah merealisasikan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah kerjanya. Capaian ini mencakup realisasi pembiayaan di beberapa desa strategis, antara lain Desa Wonokusumo di Kecamatan Tapen dan Desa Sumber Gading di Kecamatan Sumberwringin. Di Desa Wonokusumo, program UGT PAS telah membantu membangun sumur bor dengan sistem pompa air yang modern, yang disalurkan ke beberapa puluhan keluarga, sehingga mereka tidak lagi bergantung pada sumber air yang jauh dan kurang terjamin kualitasnya. Sementara di Desa Sumber Gading, dengan membangun tandonisasi dan pipanisasi untuk menyalurkan sumber mata air bersih kepada puluhan keluarga. Tingkat kolektibilitas pembiayaan yang mencapai 98% menunjukkan komitmen tinggi anggota dalam mengembalikan pembiayaan yang telah diterima. Hal ini juga mengindikasikan bahwa sistem dan proses yang diterapkan sudah tepat sasaran dan sesuai dengan kemampuan anggota. Kesuksesan di Bondowoso ini menjadi fondasi kuat untuk pengembangan program serupa di Situbondo dan Jember.

Kerjasama strategis antara BMT UGT Nusantara dengan Water.org menjadi salah satu kunci sukses implementasi program UGT PAS yang berkelanjutan. Water.org, sebagai organisasi global yang berfokus pada solusi air bersih dan sanitasi, membawa pengalaman dan metodologi yang telah terbukti berhasil di berbagai negara berkembang. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup aspek pembiayaan, tetapi juga pengembangan kapasitas sumber daya manusia, transfer teknologi, dan sistem monitoring yang komprehensif. Program pelatihan yang diselenggarakan bersama Water.org meliputi tiga komponen utama: edukasi tentang pentingnya air bersih dan sanitasi bagi anggota, pelatihan teknis untuk tukang lokal dalam pembangunan infrastruktur air bersih, dan sosialisasi produk kepada anggota BMT UGT Nusantara. Pelatihan di Bondowoso yang dilaksanakan pada tanggal 23-24 Juni 2025 dihadiri oleh lebih dari 50 peserta, sementara pelatihan di Jember pada tanggal 23-24 Juli 2025 dihadiri oleh lebih dari 100 peserta, yang terdiri dari anggota BMT, tokoh anggota, dan tukang lokal. Materi pelatihan mencakup aspek teknis pembangunan sumur bor, instalasi sistem perpipaan, teknologi penyaringan air sederhana, dan pembangunan fasilitas sanitasi yang sesuai standar kesehatan serta sosialisasi produk UGT PAS.

Komponen edukasi dalam program UGT PAS memiliki peran fundamental dalam mengubah mindset dan perilaku anggota terhadap pentingnya air bersih dan sanitasi. Melalui serangkaian kegiatan sosialisasi, BMT UGT Nusantara berupaya meningkatkan pemahaman anggota tentang korelasi langsung antara kualitas air dengan tingkat kesehatan keluarga. Materi edukasi yang disampaikan mencakup berbagai aspek, mulai dari identifikasi sumber air yang aman, teknik pengolahan air sederhana di tingkat rumah tangga, hingga praktik sanitasi yang benar. Program edukasi juga menekankan pentingnya investasi jangka panjang dalam infrastruktur air bersih sebagai fondasi kesehatan dan produktivitas keluarga. Pendekatan yang digunakan adalah participatory learning, di mana anggota tidak hanya menjadi penerima informasi pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan praktek langsung. Metode ini terbukti lebih efektif dalam mengubah perilaku dibandingkan dengan pendekatan konvensional yang bersifat top-down. Selain itu, program edukasi juga melibatkan tokoh anggota dan pemimpin agama setempat untuk memperkuat legitimasi dan penerimaan program di tingkat grassroot. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat kesadaran anggota tentang pentingnya investasi infrastruktur air bersih, yang tercermin dari meningkatnya minat anggota untuk mengajukan pembiayaan UGT PAS.

Akses terhadap air bersih memiliki dampak langsung dan signifikan terhadap status kesehatan anggota, terutama dalam pencegahan berbagai penyakit yang ditularkan melalui air (waterborne diseases). Penyakit seperti diare, tifus, hepatitis A, dan kolera masih menjadi masalah kesehatan utama di daerah-daerah yang memiliki akses terbatas terhadap air bersih. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso menunjukkan bahwa angka kejadian diare pada anak-anak di daerah dengan akses air bersih terbatas mencapai 30% lebih tinggi dibandingkan dengan daerah yang memiliki akses air bersih yang memadai. Hal ini menunjukkan adanya masalah kesehatan terkait sanitasi dan kebersihan lingkungan. Kualitas air yang buruk juga berkontribusi terhadap masalah malnutrisi pada anak, karena gangguan pencernaan yang berulang menghambat penyerapan nutrisi yang optimal. Selain dampak kesehatan, akses air bersih juga memiliki implikasi ekonomi yang luas bagi keluarga. Keluarga yang tidak memiliki akses air bersih di rumah seringkali harus mengeluarkan biaya dan waktu yang tidak sedikit untuk membeli air atau mengambil air dari sumber yang jauh. Waktu yang dihabiskan, terutama oleh perempuan dan anak-anak, untuk mengambil air dapat dialokasikan untuk kegiatan produktif lainnya seperti pendidikan atau kegiatan ekonomi.

Praktik pembuangan kotoran dan limbah domestik langsung ke sungai masih menjadi kebiasaan yang umum di banyak daerah, terutama di wilayah yang belum memiliki sistem sanitasi yang memadai. Dari perspektif syariah, praktik ini tidak hanya menimbulkan risiko kesehatan tetapi juga melanggar prinsip Islam tentang kebersihan dan penjagaan lingkungan. Rasulullah SAW melarang buang air di sumber air yang mengalir, sebagaimana hadits yang diriwayatkan Muslim tentang larangan buang air di air yang tergenang maupun mengalir. Lebih jauh lagi, praktik buang air besar di tempat terbuka atau sungai menimbulkan risiko serius bagi perempuan yang dapat terpaksa membuka aurat di depan umum, yang jelas bertentangan dengan syariat Islam tentang penjagaan kehormatan dan aurat. Kontaminasi bakteri E.coli, Salmonella, dan berbagai patogen lainnya dalam air sungai dapat menyebar melalui rantai makanan dan sumber air yang digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari. Islam mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah di bumi yang bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan sebagai amanah Allah SWT. Program UGT PAS tidak hanya fokus pada penyediaan air bersih, tetapi juga menekankan pembangunan sistem sanitasi yang sesuai dengan prinsip syariah dan ramah lingkungan, melalui pembiayaan septic tank dan fasilitas MCK yang menjaga privasi serta kebersihan sesuai tuntunan Islam.

Implementasi prinsip-prinsip syariah dalam pembiayaan infrastruktur air bersih memberikan dimensi nilai yang berbeda dibandingkan dengan sistem konvensional. Prinsip keadilan, transparansi, dan keberlanjutan yang menjadi foundation sistem keuangan syariah sangat relevan dengan nature dari pembiayaan infrastruktur dasar yang bersifat long-term dan memiliki dampak sosial yang luas. Dalam produk UGT PAS, implementasi akad murabahah memungkinkan anggota untuk mengetahui dengan jelas total biaya yang harus dibayar dari awal, tanpa ada unsur ketidakpastian atau hidden cost yang dapat memberatkan di kemudian hari. Selain itu, pendekatan syariah juga menekankan pada aspek pemberdayaan dan pengembangan kapasitas anggota, bukan hanya sekadar transaksi keuangan. Hal ini tercermin dalam program pendampingan dan edukasi yang menyertai setiap pembiayaan yang diberikan. Konsep maslahah atau kemaslahatan umum dalam Islam juga menjadi dasar filosofis pengembangan produk UGT PAS, di mana pembiayaan diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih luas bagi anggota. Dengan demikian, model pembiayaan syariah tidak hanya memberikan solusi finansial, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Pemilihan teknologi yang tepat guna menjadi kunci sukses dalam implementasi program UGT PAS, mengingat karakteristik geografis dan ekonomi anggota di wilayah Tapal Kuda yang beragam. Pendekatan teknologi tepat guna mengutamakan solusi yang sederhana, mudah dioperasikan, mudah dipelihara, dan terjangkau dari segi biaya investasi maupun operasional. Untuk daerah pegunungan seperti Bondowoso, teknologi sumur bor dengan pompa submersible menjadi pilihan utama karena dapat mengatasi masalah kedalaman air tanah dan topografi yang menantang. Di wilayah pesisir Situbondo, teknologi reverse osmosis skala rumah tangga dan sistem penyaringan multi stage dikembangkan untuk mengatasi masalah intrusi air asin. Sementara untuk wilayah Jember yang lebih beragam, pendekatan modular diterapkan dengan menyediakan berbagai opsi teknologi yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing lokasi. Program pelatihan teknis yang diselenggarakan bersama Water.org tidak hanya fokus pada instalasi teknologi, tetapi juga pada aspek pemeliharaan dan troubleshooting yang dapat dilakukan oleh anggota sendiri. Hal ini penting untuk memastikan sustainability dari infrastruktur yang dibangun, mengingat keterbatasan akses terhadap teknisi professional di daerah-daerah terpencil. Transfer knowledge kepada tukang lokal juga menjadi strategi penting dalam menciptakan ekosistem dukungan teknis yang berkelanjutan di tingkat komunitas.

Salah satu aspek krusial dalam keberlanjutan program UGT PAS adalah pengembangan kapasitas sumber daya manusia lokal yang dapat mendukung implementasi dan maintenance infrastruktur air bersih dalam jangka panjang. Program pelatihan yang comprehensive tidak hanya ditujukan kepada penerima manfaat langsung, tetapi juga kepada tukang, teknisi, dan calon entrepreneur lokal yang dapat menjadi ujung tombak pengembangan sektor air bersih di wilayah mereka. Kurikulum pelatihan yang dikembangkan bersama Water.org mencakup aspek teknis, manajerial, dan entrepreneurship yang disesuaikan dengan konteks lokal. Para tukang lokal dibekali dengan keterampilan instalasi berbagai jenis sistem air bersih, mulai dari sumur bor sederhana hingga sistem penyaringan yang lebih kompleks. Mereka juga dilatih dalam aspek quality control dan safety procedures untuk memastikan bahwa setiap instalasi memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Selain itu, program juga mengembangkan jejaring tukang lokal yang dapat saling mendukung dalam mengatasi challenge teknis yang mungkin muncul di lapangan. Pendekatan peer-to-peer learning ini terbukti efektif dalam mempercepat transfer knowledge dan menciptakan learning ecosystem yang sustainable.

Sistem monitoring dan evaluasi yang kokoh menjadi tulang punggung untuk memastikan bahwa program UGT PAS berjalan sesuai dengan target dan memberikan dampak yang optimal bagi anggota. BMT UGT Nusantara mengembangkan framework monitoring yang multi-dimensional, mencakup aspek keuangan, teknis, sosial, dan lingkungan. Dari aspek keuangan, monitoring fokus pada tingkat kolektibilitas, pertumbuhan portofolio, dan sustainability model bisnis pembiayaan. Indikator teknis meliputi kualitas infrastruktur yang dibangun, tingkat kepuasan anggota terhadap kinerja sistem, dan daya tahan dari teknologi yang digunakan. Aspek sosial dimonitor melalui survey kesehatan anggota, tingkat partisipasi perempuan dalam program, dan perubahan perilaku higienis di tingkat rumah tangga. Sementara aspek lingkungan dievaluasi melalui assessment kualitas air di sumber-sumber air lokal dan dampak program terhadap konservasi air. Database yang terintegrasi memungkinkan management untuk melakukan analisis trend dan membuat keputusan yang berbasis bukti untuk pengembangan program selanjutnya. Feedback loop yang regular dengan stakeholders, termasuk anggota, tukang lokal, dan partner, memastikan bahwa program dapat beradaptasi dengan dinamika kebutuhan anggota. Hasil monitoring dan evaluasi juga digunakan sebagai basis untuk perbaikan berkelanjutan dan pengembangan program ke wilayah-wilayah lain.

Kesuksesan implementasi pilot project UGT PAS di wilayah Tapal Kuda membuka peluang besar untuk pengembangan dan replikasi program ke wilayah-wilayah lain di Indonesia yang memiliki tantangan serupa dalam akses air bersih. Pembelajaran dari implementasi di Bondowoso, Situbondo, dan Jember memberikan template yang dapat diadaptasi sesuai dengan karakteristik spesifik masing-masing wilayah. Model bisnis yang telah terbukti sustainable dan menguntungkan bagi semua stakeholders menjadi foundation yang kuat untuk ekspansi program. BMT UGT Nusantara telah mengidentifikasi beberapa wilayah potensial untuk fase pengembangan selanjutnya, termasuk kabupaten-kabupaten di wilayah Madura, Pulai Kalimantan yang memiliki karakteristik demografis dan geografis yang similar. Strategi scaling up yang dikembangkan tidak hanya fokus pada aspek kuantitatif, tetapi juga pada pendalaman kualitas program melalui inovasi produk dan layanan. Pengembangan produk turunan seperti pembiayaan untuk teknologi pengolahan air limbah, sistem irigasi skala kecil, dan energi terbarukan untuk pompa air sedang dalam tahap kajian.

Program UGT PAS (UGT Pembiayaan Air bersih dan Sanitasi) yang diluncurkan oleh KSPPS BMT UGT Nusantara pada bulan Mei 2025 telah membuktikan diri sebagai inovasi pembiayaan yang efektif dalam mengatasi permasalahan akses air bersih di wilayah Tapal Kuda. Implementasi pilot project di Bondowoso, Situbondo, dan Jember menunjukkan hasil yang sangat memberikan semangat, dengan tingkat realisasi pembiayaan yang tinggi dan kolektibilitas yang excellent. Capaian 185 anggota yang telah merealisasikan pembiayaan di Bondowoso dalam waktu relatif singkat mengindikasikan bahwa produk ini memang sesuai dengan kebutuhan riil anggota dan dirancang dengan pendekatan yang tepat sasaran. Kerjasama strategis dengan Water.org telah memperkuat dimensi capacity building program, sehingga tidak hanya memberikan solusi finansial tetapi juga mengembangkan kapasitas anggota dalam mengelola infrastruktur air bersih secara berkelanjutan. Pendekatan holistik yang menggabungkan aspek pembiayaan, edukasi, pelatihan teknis, dan pendampingan berkelanjutan telah menciptakan ekosistem yang supportive bagi pengembangan sektor air bersih di tingkat grassroot. Model pembiayaan syariah yang diterapkan juga memberikan value added dalam bentuk transparansi, keadilan, dan focus pada kemaslahatan umum yang sejalan dengan nilai-nilai anggota Indonesia.

Dampak positif program UGT PAS tidak hanya terukur dari aspek finansial dan teknis, tetapi juga dari perspektif kesehatan anggota dan pelestarian lingkungan yang lebih luas. Peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak berkontribusi langsung terhadap peningkatan status kesehatan anggota, terutama dalam pencegahan penyakit-penyakit yang ditularkan melalui air. Edukasi tentang pentingnya sanitasi yang benar dan risiko pembuangan limbah ke sungai telah meningkatkan kesadaran anggota tentang tanggung jawab mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan. Program ini juga telah menciptakan multiplier effect dalam bentuk pengembangan ekonomi lokal melalui pemberdayaan tukang dan entrepreneur lokal yang terlibat dalam rantai supply infrastruktur air bersih. Transfer knowledge dan teknologi tepat guna yang dilakukan melalui program pelatihan telah menciptakan basis SDM lokal yang capable untuk mendukung sustainability program dalam jangka panjang. Dengan foundation yang kuat dan dukungan stakeholders yang committed, UGT PAS memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan direplikasi di wilayah-wilayah lain, sehingga dapat berkontribusi signifikan terhadap pencapaian target SDGs Indonesia dalam hal akses universal terhadap air bersih dan sanitasi yang layak untuk semua anggota Indonesia.

Penulis : HM Sholeh Wafie General Manager BMT UGT Nusantara