Kisah Sukses Pak Yono dan Ibu Dariah: Dari Buruh Sawit Hingga Jadi Pemilik 2 Toko Berkat Gigih

Okt 29, 2026 - 08:08
 20
Kisah Sukses Pak Yono dan Ibu Dariah: Dari Buruh Sawit Hingga Jadi Pemilik 2 Toko Berkat Gigih

SUKAMARA — Keberanian keluar dari zona nyaman dan kejelian membaca peluang membawa pasangan suami istri yang tinggal di Desa Kimiting Dawak Riam Durian Kalimantan Tengah ini, Yono dan Dariah, menuju gerbang kesuksesan di tanah rantau. Memulai langkah sebagai pekerja perusahaan di Sukamara sejak tahun 1998, kini keduanya berhasil mengoperasikan dua unit toko yang melayani berbagai kebutuhan pokok hingga sektor pertanian dan peternakan warga sekitar.

Perjalanan bisnis pasangan perantauan asal Solo dan Boyolali ini tidak diraih secara instan. Awalnya, mereka merintis usaha kecil-kecilan sambil tetap bekerja di perusahaan. Dari hasil tabungan dan kebun kelapa sawit yang mulai membuah pada periode 2009–2010, Yono dan Dariah menyisihkan modal untuk membuka warung sembako serta BBM eceran.

Melihat potensi yang terus bertumbuh, Yono mengambil keputusan besar pada Oktober 2023 untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya dan fokus penuh mengelola bisnis keluarga.

Strategi Jeli dan Kemitraan Syariah

Salah satu kunci sukses Yono dan Dariah terletak pada kejelian melihat pola hidup masyarakat sekitar yang mayoritas bekerja di perkebunan sawit dan peternakan. Bisnis yang semula hanya menjual sembako kini berekspansi menjual pupuk, pakan ayam, hingga pakan ikan.

Tak hanya variasi produk, strategi pelayanan juga menjadi keunggulan utama. Toko milik Pak Yono sudah mulai melayani pembeli sejak pukul 03.30 pagi untuk memfasilitasi para buruh kebun yang membutuhkan perbekalan sebelum berangkat kerja.

"Dalam menjalankan usaha, kita harus pintar membaca peluang. Tidak cukup hanya membuka toko, tapi kita perlu tahu kapan masyarakat membutuhkan pelayanan," ujar Pak Yono.

Perkembangan pesat usaha ini juga tidak lepas dari dukungan permodalan berbasis syariah dari BMT UGT Nusantara. Berawal dari aktivitas menabung warga, Yono memberanikan diri mengajukan modal usaha secara bertahap.

"Awalnya bantuan modal masih terbatas. Namun seiring berkembangnya usaha, BMT UGT Nusantara memberikan kepercayaan lebih. Pelayanannya ramah, sopan, dan sangat memahami kebutuhan pelaku usaha kecil," ungkap Yono.

Menghadapi Risiko dan Menjaga Keberkahan

Menjalankan usaha di lingkungan pekerja tentu tak bebas dari kendala. Yono mengaku sering menghadapi risiko piutang macet saat pelanggan berpindah tempat kerja sebelum melunasi tagihan. Kendati demikian, ia memilih untuk tetap ikhlas dan memegang teguh prinsip kejujuran.

Selain mengejar keuntungan materi, pasangan ini rutin menyisihkan sebagian pendapatan untuk kegiatan sosial. Setiap pagi, mereka menyediakan kotak sedekah yang hasilnya disalurkan bulanan untuk orang tua, anak yatim, serta pembangunan fasilitas ibadah setempat.

"Usaha yang besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil. Jangan pernah takut memulai dari bawah. Teruslah berikhtiar, jaga kepercayaan pelanggan, dan jangan lupa berbagi," pesan Yono menutup kisahnya.