BMT UGT NUSANTARA GELAR SOSIALISASI PELATIHAN BUDIDAYA LELE, DUKUNG ANGGOTA KEMBANGKAN USAHA PRODUKTIF

Okt 31, 2026 - 08:31
 11
BMT UGT NUSANTARA GELAR SOSIALISASI PELATIHAN BUDIDAYA LELE, DUKUNG ANGGOTA KEMBANGKAN USAHA PRODUKTIF

Pasuruan, — KSPPS BMT UGT Nusantara menggelar sosialisasi pelatihan budidaya lele khusus anggota pada Kamis (15/10/2026), bertempat di Aula Lantai III Kantor Pusat BMT UGT Nusantara. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong pemberdayaan ekonomi anggota melalui pengembangan usaha produktif di bidang perikanan.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua II KSPPS BMT UGT Nusantara, H. Nur Kholis Mukhtar; Staf Pengurus, Ust. Mustain Mahdlori; Ketua Pelaksana Pelatihan Anggota, M. Rois Surachman; Wakil Ketua Pelaksana, Muchammad Aminulloh; serta sejumlah anggota dan ketua kelompok KSPPS BMT UGT Nusantara.

Pelatihan budidaya lele ini merupakan model pemberdayaan anggota yang dirancang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga disertai pendampingan hingga usaha yang dijalankan anggota dapat berkembang dan mencapai keberhasilan. Melalui program ini, BMT UGT Nusantara ingin memastikan bahwa pelatihan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas usaha dan kesejahteraan anggota.

Salah satu bentuk dukungan konkret yang diberikan adalah penyediaan modal awal berupa sarana dan kebutuhan dasar budidaya. Seluruh kebutuhan awal, seperti instalasi bioflok, bibit lele, dan perlengkapan pendukung lainnya, diberikan dalam bentuk bantuan hibah dari BMT UGT Nusantara. Dengan demikian, anggota peserta pelatihan mendapatkan dukungan awal untuk memulai usaha budidaya lele tanpa harus menanggung sendiri biaya penyediaan sarana tersebut.

Adapun kebutuhan pakan lele difasilitasi melalui mekanisme berbeda. BMT UGT Nusantara akan mendistribusikan pakan kepada setiap anggota peserta pelatihan dengan menggunakan sistem qard, yaitu pembiayaan tanpa margin dan tanpa jaminan. Skema ini diharapkan dapat membantu anggota memenuhi kebutuhan operasional budidaya, terutama pada tahap awal usaha, sehingga kegiatan pemeliharaan lele dapat berjalan dengan lebih terencana.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua II KSPPS BMT UGT Nusantara, H. Nur Kholis Mukhtar, menegaskan bahwa dukungan yang diberikan lembaga harus diimbangi dengan keseriusan anggota dalam menjalankan usaha. Menurutnya, program ini tidak boleh berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi harus dilanjutkan dengan praktik nyata dan komitmen untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Untuk pelatihan yang akan kita laksanakan ini bukan hanya pelatihan yang kemudian bubar dengan sendirinya, tetapi bapak-bapak harus mempunyai keseriusan untuk menerapkan apa yang akan dilatih oleh pelatih,” tegas H. Nur Kholis Mukhtar.

Penegasan tersebut menjadi pesan utama dalam pelaksanaan program. BMT UGT Nusantara tidak hanya memberikan dukungan berupa sarana dan pembiayaan pakan, tetapi juga mendorong para anggota untuk berperan aktif sebagai pelaku usaha yang bertanggung jawab. Kedisiplinan dalam menerapkan teknik budidaya, pengelolaan pakan, pemeliharaan kolam, serta pengendalian biaya menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan usaha.

Melalui pola hibah sarana awal, dukungan pakan dengan sistem qard, serta pendampingan berkelanjutan, program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi anggota. Selain meningkatkan keterampilan budidaya, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Program pelatihan budidaya lele ini sekaligus mencerminkan komitmen BMT UGT Nusantara dalam memperluas peran koperasi syariah, tidak hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai mitra pemberdayaan ekonomi anggota. Keberhasilan program akan menjadi pijakan untuk mengembangkan model pendampingan usaha produktif yang dapat diterapkan secara lebih luas.

Melalui semangat “Digital, Produktif, dan Militan”, BMT UGT Nusantara terus berupaya menghadirkan program yang mendorong anggota untuk tumbuh bersama, mengembangkan potensi usaha, dan meningkatkan kesejahteraan melalui kegiatan ekonomi produktif yang terarah dan berkelanjutan.

(adz/mediaugt)