GM BMT UGT Nusantara Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude dari UIN Maliki Malang
Batu, Jawa Timur: General Manager KSPPS BMT UGT Nusantara, M. Sholeh Wafie, resmi menyandang gelar Doktor setelah dinyatakan lulus dalam Ujian Promosi Doktor di Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (4/9/2026). Ia lulus dengan predikat Cumlaude dan tercatat sebagai doktor ke-932 yang diluluskan kampus tersebut.
Ujian berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB di Auditorium Gedung SBY B Lantai IV, dihadiri jajaran dewan penguji, kolega, serta keluarga besar BMT UGT Nusantara. Gelar doktor ini menjadi pencapaian akademik terbaru bagi Sholeh Wafie di tengah kesibukannya memimpin lembaga keuangan mikro syariah dengan ratusan cabang di sepuluh provinsi.
Dihadiri Regulator hingga Perbankan Syariah Nasional
Sidang promosi ini turut dihadiri Ketua dan Bendahara dari jajaran Pengurus BMT UGT Nusantara, serta Manager Keuangan, Manager Pengendalian Risiko, dan Manager Bisnis dari jajaran manajemen.
Turut hadir Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur dan Kepala OJK Malang, menunjukkan perhatian regulator terhadap capaian akademik di sektor koperasi syariah. Sejumlah pengurus, direktur, dan manager dari beberapa KSPPS BMT se-Jawa Timur juga hadir memberikan dukungan.
Dari kalangan perbankan syariah nasional, hadir Branch Manager Bank Syariah Indonesia cabang Surabaya dan Pasuruan, Branch Manager Bank Syariah Nasional Malang, serta Branch Manager Bank Muamalat Pasuruan.
Disertasi Angkat Isu Tata Kelola Risiko BMT
Dalam ujian promosi tersebut, Sholeh Wafie mempertahankan disertasi berjudul "Framework Tata Kelola Risiko pada Lembaga Keuangan Mikro Syariah: Pendekatan Maqashid al-Syariah (Studi Multi Kasus Kegagalan BMT Global Insani Jawa Barat dan BMT Mitra Umat Jawa Tengah)".
Riset ini menyorot pola kegagalan sejumlah BMT di Indonesia dan merumuskan kerangka tata kelola risiko berbasis maqashid syariah sebagai upaya pencegahan. Topik ini sejalan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun Sholeh Wafie sebagai praktisi di sektor koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah (KSPPS).
Diuji Tujuh Akademisi Senior
Sidang promosi doktor ini diuji oleh tujuh akademisi senior, yakni Prof. Dr. H. Nur Asnawi, M.Ag sebagai Penguji I, Dr. H. Ahmad Djalaluddin, Lc., MA sebagai Penguji II, dan Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si (mantan Rektor UIN Malang) sebagai Penguji III.
Bertindak sebagai Ketua sidang adalah Rektor UIN Malang saat ini, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S.Ag., M.Si, CAHRM, CRMP, dengan Dr. H. Sutaman, MA sebagai Sekretaris. Adapun Prof. H. Slamet, SE., MM., Ph.D. berperan sebagai Promotor dan Dr. Khusnudin, M.E.I sebagai Co-Promotor yang membimbing riset ini hingga tuntas.
Dedikasikan Gelar untuk Anggota BMT UGT Nusantara
Usai dinyatakan lulus, Sholeh Wafie menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa gelar doktor yang diraihnya bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan bagian dari ikhtiar memperkuat tata kelola BMT UGT Nusantara ke depan.
"Alhamdulillah, ujian ini adalah amanah yang saya titipkan untuk terus memperkuat tata kelola risiko di BMT UGT Nusantara, agar kepercayaan anggota kepada lembaga ini semakin kokoh," kata M. Sholeh Wafie, General Manager KSPPS BMT UGT Nusantara.
Perkuat Komitmen Tata Kelola Lembaga
Bagi internal BMT UGT Nusantara, capaian akademik pucuk pimpinannya ini diharapkan turut memperkuat arah kebijakan lembaga, khususnya dalam aspek tata kelola risiko, manajemen risiko dan kepatuhan syariah. Kajian disertasi yang berangkat langsung dari kasus-kasus kegagalan BMT di lapangan dinilai relevan untuk memperkuat langkah mitigasi risiko ke depan.
Selama ini, Sholeh Wafie dikenal luas di kalangan pegiat koperasi syariah Jawa Timur. Selain menjabat General Manager BMT UGT Nusantara, ia juga tercatat sebagai Ketua ABSINDO DPW Jawa Timur, arbiter di BASYARNAS MUI Jawa Timur, serta dosen perbankan syariah di UNU Pasuruan.
Dengan gelar doktor yang baru disandangnya, BMT UGT Nusantara optimistis semakin kuat dalam menjaga amanah anggota di tengah dinamika industri keuangan mikro syariah nasional. Capaian ini sekaligus menjadi bukti komitmen jajaran manajemen lembaga untuk terus mengembangkan kompetensi demi pelayanan yang lebih baik bagi anggota

