Rajut Ukhuwah Islamiyah dari Persamaan bukan Perbedaan

Sep 27, 2015 - 00:00
 58
Rajut Ukhuwah Islamiyah dari Persamaan bukan Perbedaan

Untuk membangun ukhuwah Islamiyah di antara sesama umat Islam, maka hal penting yang perlu dikedepankan adalah melihat sisi persamaan, bukan menonjolkan perbedaan. “Bagaimana agar kita menghindari perpecahan itu dengan mengedepankan kebersamaan dan kesamaan, bukan mempertajam perbedaan,” tandasnya.

Hal demikian disampaikan oleh H. Mahmud Ali Zain, salah seorang pengurus PCNU Kabupaten Pasuruan dan juga Ketua Pengurus Koperasi SPS UGT Sidogiri Indonesia,  merespon adanya kecendrungan keretakan ukhuwah Islamiyah di antara sesama umat Islam sehingga terbelah dalam aliran yang berbeda-beda.

“Sebaiknya membahas bagaimana umat Islam bisa bersatu tidak saling memaki, menjelekkan, mengolok-ngolok dan kita tidak tertular penyakit saling memaki, dan mengolo-olok itu.  Dalam Al-Qur' an umat Islam dilarang memaki tuhannya non-muslim agar mereka tidak memaki Tuhan kita,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya merasa senang dengan tausiyah yang sering disampaikan oleh Al-Habib Umar bin Hafidz Hadromaut Yaman yang selalu membawa kedamaian dan tidak suka memaki maki apalagi memaki sesama muslim.

“Sesama muslim masih sangat banyak persamaannya. Mengapa kita mempertahankan perbedaan? Padahal suami-istri itupun juga ada perbedaannya, namun sangat banyak persamaannya. Yang jelas saling membutuhkan,” imbuhnya.

Untuk itu, dia mengharapkan, sebaiknya antar sesama Muslim saling  mengokohkan ukhuwah Islamiyah yang diajarkan dalam Islam dan bagaimana mengikat antar Muslim yang saling membutuhkan.

 

Mokh. Syaiful Bakhri

 

 Sumber gambar: www.hasmi.org