Belajar dari Kekalahan Nokia

Sep 24, 2015 - 00:00
 64
Belajar dari Kekalahan Nokia

Ada pelajaran berharga bagi para pelaku bisnis di balik kekalahan perusahaan kelas dunia Nokia. Nokia yang pernah berjaya dalam industri phone seluler harus melempar handuk dalam persaingan bisnis seluluer yang berjalan sangat cepat dan ketat. Apa kesalahan yang diperbuat oleh Nokia? Nyaris tidak ada, cuma karena lamban dalam merespon persaingan dan perubahan yang cepat, sehingga Nokia kalah dalam persaiangan bisnis.

Hal inilah yang diakui oleh CEO Nokia Jorma Ollila mengumumkan persetujuan akuisisi Microsoft terhadap Nokia. Dia mengatakan kalimat terakhir: "Kami tidak melakukan sesuatu kesalahan, tapi saya tidak tahu mengapa kami kalah".

Nokia memang tidak melakukan sesuatu yang salah, namun dunia dan lingkungan bisnis berubah terlalu cepat dan ketat. Para analis menilai, Nokia terlena dengan kejayaan di masanya sehingga terlewatkan untuk belajar, terlewatkan perubahan, dan akhirnya kehilangan kesempatan! Juga, mereka bukan saja melewatkan kesempatan untuk membuat uang, tetapi kesempatan untuk bertahan hidup.

“Kekalahan Nokia bisa jadi pelajaran bagi pebisnis dan pelaku ekonomi,” ujar Ketua Penguus Koperasi Simpan Pinjam Syariah BMT UGT Sidogiri Indonesia H. Mahmud Ali Zain. Kata kuncinya,  tandasnya,  INOVATIF dan KREATIF. Bukan jalan mundur berjalan lamban saja akan didahului oleh yang ada di belakangnya.

Oleh karena itu, dia mengharapan kepada para alumni Sidogiri untuk berfikir dan bekerja kreatif dan inovatif. “Pelajari kesuksesan dan keberhasilan orang lain demi untuk memajukan usaha usaha kita baik bidang pendidikan, dakwah, ekonomi dan sosial,” tuturnya.

Selain itu, dia mewanti-wanti agar para alumni Sidogiri untuk tidak membuat  konflik internal. "Namun jika ada konflik, cepatlah diselesaikan dengan cepat jangan berlari-larut. Umur kita akan habis dengan konflik,” katanya.

Mokh. Syaiful Bakhri