Rahasia di Balik Kesuksesan Koperasi di Sidogiri (1)
Tak dapat dipungkiri bahwa Sidogiri saat ini menjadi kiblat koperasi tingkat nasional. Yang demikian itu karena di Sidogiri terdapat tiga koperasi besar yang memiliki reputasi nasional, yaitu Kopontren Sidogiri, Koperasi BMT Maslahah Sidogiri dan Koperasi BMT UGT Sidogiri. Karena menjadi kiblat, maka tak mengherankan tiga koperasi besar yang ada di Sidogiri menjadi referensi dari kalangan mahasiswa, dosen, pemerintah daerah, pengusaha, media massa dan masyarakat.
Kabar terbaru, Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan segera mengajukan Koperasi BMT UGT Sidogiri, Kopkar Telkomunikasi Selular dan Kopkar Indosat untuk bisa masuk dalam data 300 koperasi besar dunia versi International Cooperatives Alliance (ICA). Itu berarti, satu langkah lagi salah satu dari tiga koperasi besar di Sidogiri yaitu Koperasi BMT UGT Sidogiri akan mendapat pengakuan internasional.
Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba mengulas rahasia di balik kesuksesan tiga koperasi besar yang ada di Sidogiri. Tulisan ini saya ramu berdasarkan kajian dan pengalaman berinteraksi dengan para pengelola tiga koperasi di Sidogiri. Untuk mendalami konsep STAF, penulis melakukan wawancara dengan H. Mahmud Ali Zain yang saat ini menjadi Ketua Pengurus Koperasi BMT UGT Sidogiri, Pengawas Manajemen Koperasi BMT Maslahah dan Kopontren Sidogiri.
Menurut hemat saya setidak-tidaknya ada empat faktor yang sangat menunjang kesuksesan tiga koperasi di Sidogiri. Pertama, faktor nama besar Pondok Pesantren Sidogiri. Pondok Pesantren Sidogiri yang berdiri sejak 1745 Masehi ini telah mendapat kepercayaan yang sangat besar dari masyarakat. Segala sesuatu yang berhubungan dengan Pondok Pesantren Sidogiri akan mudah mendapat dukungan dan kepercayaan masyarakat, terutama dari para santri, alumni dan wali santri.
Karena itulah, sejak pertama berdiri pada tahun 1961 Masehi, Kopontren Sidogiri berkembang dengan pesat meski pada awalnya hanya berupa kedai dan warung kelontong untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para santri. Sekarang, dengan 68 toko dengan brand “Basmalah: Tempat Belanja yang Baik”, Kopontren Sidogiri bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan santri saja, juga melayani kebutuhan masyarakat luas khususnya di Jawa Timur.
Masih terkait dengan nama besar Pondok Pesantren Sidogiri, nama Koperasi BMT UGT Sidogiri dapat dikatakan tabarrukan (mengharap keberkahan) dari nama besar Pondok Pesantren Sidogiri. Nama UGT diambil dari salah satu lembaga yang ada di lingkungan Pondok Sidogiri, yaitu Urusan Guru Tugas (UGT). Yaitu suatu lembaga yang menangani guru tugas dan dai dari Pondok Pesantren Sidogiri, yang biasanya ditugaskan di berbagai pondok pesantren atau madrasah ranting yang berafilial dengan Pondok Pesantren Sidogiri. Karena berdirinya Koperasi BMT UGT Sidogiri dimotori oleh para guru (asaatidz) yang menjadi pengurus di Urusan Guru Tugas (UGT), maka nama BMT yang didirikan menggunakan nama UGT namun dengan singkatan Usaha Gabungan Terpadu.
Mokh. Syaiful Bakhri

