Resep Menyuburkan Harta (2)
Bila Anda termasuk keluarga yang terakhir, maukah mengetahui resepnya agar ekonomi keluarga itu dapat tumbuh dengan subur? Resep ini sebenarnya merupakan rahasia pribadi. Namun pada kesempatan ini, tak apalah rahasia pribadi ini penulis bagikan kepada pembaca. Supaya resepnya manjur, ada syaratnya.
Namun jangan khawatir, syaratnya tidak sulit. Meski dibilang tak sulit, membutuhkan keberanian untuk melakukannya. Bahkan, untuk dapat melaksanakannnya, harus terlebih dahulu melepas belenggu 70 setan. Benarkah? Betul, orang yang melaksanakan resep ini berarti dia telah berhasil melepas belenggu 70 setan yang selalu mengitarinya.
Lha, sepertinya berbau klenik dan perdukunan? Buang jauh-jauh dugaan itu. Resep ini sama sekali tidak berbau mistik apalagi berhubungan dengan dukun dan jampi-jampi. Siapa yang memperoleh kesuburan harta melalui jalan perdukunan, maka harta yang diberikan kepadanya itu bersifat istidraj alias harta yang akan membinasakannya.
Allah memberikan karunia kepada orang tersebut bukannya makin menambah kedekatannya kepada Allah. Justru sebaliknya, dengan harta yang dimilikinya itu membuatnya semakin takabur dan membanggakan hartanya serta lupa bahwa harta itu merupakan titipan Ilahi yang sewaktu-waktu dapat diambil oleh pemilik yang sebernarnya yaitu Allah SWT.
Apa sih syaratnya? Sabar dulu. Sebelum melaksanakan syaratnya terlebih dahulu harus meyakini bahwa apa yang dikatakan oleh Allah dan Rasul-Nya itu adalah benar adanya. Tidak boleh ada keraguan sedikitpun terhadap kebenaran Al-Quran. Begitupula, tak boleh ada setitik keraguan dalam hati sesungguhnya yang disampaikan oleh Rasulullah SAW merupakan wahyu.
Inilah syarat utamanya yaitu keyakinan terhadap kebenaran ajaran Allah dan Rasul-Nya. Keyakinan ini menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan resep menyuburkan harta keluarga. Tanpa dilandasi oleh kayakinan yang kuat, maka akan muncul keraguan.
Bagaimanakah resepnya? Tak lain adalah melalui jalan sedekah yaitu mengeluarkan sedekah dari rezeki yang halal. Untuk meneguhkan keyakinan dalam hati kebenaran resep bahwa harta yang disedekahkan itu tidak akan berkurang malah justru makin bertambah adalah firman Allah SWT dan hadis Nabi SAW:
Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS.Saba’ [34]: 39).
Yang dimaksud dengan harta yang dinafkahkan di sini adalah harta halal yang dibelanjakan di jalan Allah seperti untuk membantu menolong orang-orang fakir-miskin, anak-anak yatim, membantu pembangunan masjid ataupun fasilitas pendidikan (Islam).
Rasulullah SAW “Tak akan berkurang harta karena sedekah.” Ataupun sabdanya yang lain, “Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah sebelum kalian mati dan segeralah beramal saleh sebelum kalian sibuk dan sambunglah hubungan dengan Tuhanmu dengan memperbanyak dzikir dan perbanyaklah sedekah yang rahasia maupun yang terang-terangan. Tuhanmu akan memberi kalian rezeki, pertolongan dan kemenangan.”
Dalam hadis pertama Rasulullah menegaskan bahwa harta yang dikeluarkan sedekahnya itu tidak berkurang. Orang yang telah mengeluarkan sedekah itu berarti dia telah berniaga dengan Allah SWT. Karena itu, Allah SWT akan mengganti harta yang disedekahkan tersebut dengan jalan yang tidak di sangka-sangka. Sedangkan Allah SWT merupakan sebaik-baik pemberi rezeki. Dialah pemilik perbendaharaan langit dan bumi yang tentunya tiada kesulitan sedikit pun untuk memberi rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.
Dalam hadis kedua Rasulullah SAW menegaskan bahwa orang yang memperbanyak mengeluarkan sedekah akan mendapat rezeki, pertolongan dan kemenangan. Karena itu, siapa yang ingin semakin bertambah rezekinya maka perbanyaklah mengeluarkan sedekah. Siapa yang ingin mendapat pertolongan dari Allah SWT dari kesulitan ekonomi, maka perbanyaklah bersedekah. Dan siapa yang ingin mendapat kemenangan dari persaingan bisnis atau usaha, maka perbanyaklah mengeluarkan sedekah.
Oleh karena itu, suatu keluarga yang ingin menyuburkan pertumbuhan ekonominya, maka keluarga itu harus rajin untuk mengeluarkan sedekah. Keluarga itu harus menjadi keluarga yang dermawan yang senantiasa menyisihkan dari sebagian rezeki yang Allah berikan untuk diberikan kepada fakir-miskin dan orang-orang lemah (dhuafa) yang membutuhkan uluran tangan.
Setiap mendapatkan rezeki, langsung teringat untuk menyisihkan minimal 2,5 % untuk dikeluarkan sebagai infaq di jalan Allah. Bila ingin pertumbuhan ekonomi keluarganya lebih cepat lagi, zakat atau sedekah yang dikeluarkan hendaknya lebih besar lagi. Kalau semula hanya mengeluarkan sedekah hanya 2,5 %, maka ditingkatkan lagi menjadi 10 %. Maka harta keluarga yang dikeluarkan sedekahnya, pasti akan menjadi harta yang berkah dan akan tumbuh dengan subur.
Sumber gambar: muslim.or.id
(Mokh. Syaiful Bakhri)

