Rahasia di Balik Kesuksesan Koperasi di Sidogiri (2 - Habis)

Mar 15, 2014 - 00:00
 57
Rahasia di Balik Kesuksesan Koperasi di Sidogiri (2 - Habis)

Kedua, faktor figur dan kepemimpinan. Para pengurus terutama pengawas syariah koperasi di Sidogiri merupakan figur dan tokoh yang terpecaya, disegani dan memiliki karisma yang kuat. Para pengurus Kopontren Sidogiri, Koperasi BMT Maslahah Sidogiri dan Koperasi BMT UGT Sidogiri pada umumnya masih memiliki hubungan kekerabatan dan memiliki hubungan baik dengan Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri. Mereka itu sangat dihormati dan ditaati oleh para santri,  alumni  dan masyarakat.

Ketaatan kepada pengurus merupakan modal untuk menjalankan organisasi secara efektif dan efisian. Kebijakan yang dibuat oleh pengurus koperasi dapat secara efektif dan efisien dijalankan oleh para anggota dan karyawan koperasi. Berbagai masalah yang muncul pun dapat mudah dipecahkan tanpa gejolak, baik dari karyawan maupun anggota. Karena itu, Ketua Pengurus Kopontren Sidogiri pernah berkelakar kepada penulis, “Saya ini hanya dijadikan sebagai jimat saja.” Maksud dari “jimat” adalah sesuatu yang dihargai, dipatuhi dan dihormati, sehingga keberadaan tokoh tersebut dihargai, dipatuhi dan dihormati oleh komunitasnya.

Ketiga, faktor jaringan (networking). Keberadaan alumni Pondok Pesantren Sidogiri yang membentuk organisasi Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) sangat efektif dalam pembentukan cabang-cabang baru di tiap daerah sekaligus mengembangkan dan memajukan cabang tersebut sehingga mampu memberikan kontribusi SHU (Selisih Hasil Usaha). Para alumni Pondok Pesantren Sidogiri yang bernaung di bawah wadah IASS banyak yang menjadi karyawan dan manajer, baik di Koperasi BMT Maslahah Sidogiri maupun Koperasi BMT UGT Sidogiri yang ada di daerah.

Dengan demikian, apabila pengurus Koperasi BMT Maslahah Sidogiri dan Koperasi BMT UGT Sidogiri mau membuka cabang di daerah, tidak akan kesulitan untuk mencari karyawan yang memiliki tingkat kepercayaan dan loyalitas yang tinggi. Terlebih lagi, pada jenjang pendidikan tingkat Aliyah di Pondok Pesantren Sidogiri terdapat program muamalah. Lulusan dari program muamalah inilah banyak yang menjadi karyawan baik di Koperasi BMT Maslahah Sidogiri maupun di Koperasi BMT UGT Sidogiri.

Keempat, SDM yang memiliki karakter STAF yaitu karakter Nabi Muhammad saw yaitu Siddig, Tabligh, Amanah dan Fathanah. Ketiga karakter itulah yang dikembangkan dan pada gilirannya sangat menunjang kesuksesan tiga koperasi di Sidogiri. Menurut H. Mahmud Ali Zain, secara individual pengelola koperasi di Sidogiri harus memiliki karakter siddig dan amanah, sedang secara kelembagaan harus memiliki karakter tabligh dan fathanah.

Siddiq berarti “jujur”. Maka seluruh pengelola koperasi mulai dari jajaran pengurus, pengawas, direksi, manajer, kepala cabang dan karyawan harus jujur dalam melaksanakan tugasnya. Karena itu, pengelola yang siddig harus jujur dalam perkataan dan perilakunya, tidak pernah cacat di masyarakat dalam hal keuangan dan menepati janji. Kemudian amanah  yang berarti “dapat dipercaya”. Karakter amanah sangat terkait dengan karakter siddig. Orang-orang yang siddig pada gilirannya akan memperoleh kepercayaan (amanah) dari masyarakat.

Tabligh itu berarti transparansi atau keterbukaan, sedang fatonah itu berarti profesional. Pengelolaan yang transparan (tabligh) diwujudkan dalam hubungan baik antara pengelola dan anggota, antara pengelola sendiri dan hubungan dengan Pemerintah. Sedang, profesional itu berarti bekerja sesuai dengan kopetensi. Motto yang dikembangkan di koperasi Sidogiri adalah bekerja secara profesional yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas. []

Mokh. Syaiful Bakhri

Foto: Karyawan BMT UGT Sidogiri bersiap mendistribusikan zakat.
(istimewa)