Kisah Hasirah, Ibu Tunggal di Sampang yang Sukses Besarkan Bisnis Plastik dan Bahan Kue
SAMPANG,— Menjadi orang tua tunggal (single parent) sekaligus tulang punggung keluarga bukanlah perkara mudah. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat Hasirah, seorang perempuan asal Desa Mutesareh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, untuk bangkit dan membangun kerajunan bisnisnya sendiri.
Kini, Hasirah sukses mengelola usaha penjualan plastik dan bahan kue di daerahnya. Keberhasilan ini tidak diraihnya secara instan, melainkan melalui perjuangan panjang yang penuh lika-liku sejak belasan tahun lalu.
Berawal dari Modal Rp 10 Juta
Sebelum sukses menjadi wirausahawati mandiri, Hasirah menghabiskan hari-harinya dengan membantu orang tuanya berjualan di pasar lokal. Berbekal pengalaman tersebut, ia memberanikan diri untuk membuka usahanya sendiri.
"Awal mula membuka usaha, saya hanya mengandalkan modal sendiri sebesar Rp 10 juta," kenang Hasirah saat berbincang dengan tim media BMT UGT Nusantara, Selasa (26/05/2026).
Pada masa-masa awal, bisnis Hasirah berfokus pada penjualan produk plastik. Seiring berjalannya waktu dan melihat adanya peluang pasar yang menjanjikan, ia memutuskan untuk mengepakkan sayap bisnisnya dengan menambah varian dagangan, yaitu bahan-bahan pembuatan kue.
Sempat Terlilit Utang Bunga Tinggi dan Kerugian
Perjalanan bisnis Hasirah tidak selalu berjalan mulus. Di awal merintis usaha, ia sempat dihadapkan pada masalah permodalan yang pelik hingga terjebak pinjaman dari pihak lain dengan bunga yang sangat tinggi.
Tak berhenti di situ, tantangan operasional juga sempat membuatnya merugi. Dulu, sistem kulakan barang yang diterapkannya sangat berisiko karena sistem retur belum fleksibel.
"Dulu saya pernah mengalami kerugian karena kalau ada barang yang rusak, tidak bisa dikembalikan (retur). Tapi alhamdulillah, kalau pengambilan ke sales sekarang barang bisa di-retur jika diterima dalam kondisi rusak atau sudah kedaluwarsa (expired)," ungkapnya.
Perubahan sistem kerja sama dengan penyuplai ini membuat Hasirah kini lebih percaya diri. Ia tidak lagi ragu untuk menyetok atau kulakan barang dalam jumlah yang jauh lebih banyak demi memenuhi permintaan pasar.
Tumbuh Bersama BMT UGT Nusantara
Titik balik permodalan dan manajemen usaha Hasirah tidak lepas dari keputusannya bergabung menjadi anggota KSPPS BMT UGT Nusantara Wilayah Sampang sejak tahun 2006 silam. Untuk mengembangkan skala usahanya dan keluar dari jerat utang berbunga tinggi, ia mengajukan pembiayaan modal kerja ke lembaga keuangan syariah tersebut.
Sebagai seorang single parent, Hasirah juga dituntut cerdas dalam mengelola waktu. Ia harus berdiri tegak memimpin bisnisnya sekaligus memastikan perannya sebagai ibu di rumah tidak terabaikan.
"Saya selalu berusaha membagi waktu dengan disiplin, mana waktu untuk fokus mengurus bisnis dan mana waktu berkualitas untuk keluarga," tuturnya.
Dalam hal strategi pemasaran, Hasirah mengaku tidak memiliki trik rahasia yang rumit. Ia hanya memegang teguh prinsip kejujuran dalam berdagang.
"Kuncinya adalah selalu berusaha menjaga kepercayaan konsumen dan konsisten menjaga kualitas barang dagangan," tambahnya.
Harapan Besar untuk Anak dan Masa Depan
Melalui peluh keringatnya, Hasirah menyimpan asa yang besar untuk masa depan keluarga serta lembaga yang telah mendukung usahanya selama dua dekade terakhir.
"Saya berharap usaha ini ke depan bisa tambah besar. Semoga anak-anak juga nanti bisa merintis usaha yang jauh lebih maju lagi daripada usaha saya sekarang," harap Hasirah dengan penuh optimisme.
Ia juga menyampaikan apresiasi serta harapannya bagi lembaga keuangan yang menjadi mitra setianya. "Semoga BMT UGT Nusantara juga semakin maju dan berkembang ke depannya untuk membantu para pelaku UMKM seperti saya," pungkasnya.

