Kisah Renda, Mantan Kuli Serabutan yang Sukses Jadi Juragan Material Berkat 'Modal Nekat' dan Jujur

Jun 18, 2026 - 11:01
 123
Kisah Renda, Mantan Kuli Serabutan yang Sukses Jadi Juragan Material Berkat 'Modal Nekat' dan Jujur

Situbondo - Menjadi pengusaha sukses bukan perkara instan. Hal ini dibuktikan oleh Renda, seorang warga Dusun Masjid, Jangkar Situbondo, yang kini sukses mengelola toko bahan bangunan. Siapa sangka, sebelum menjadi juragan material, Renda adalah seorang pekerja serabutan yang pernah melakoni profesi sebagai kuli bangunan hingga nelayan.

Perjalanan bisnis Renda dimulai pada tahun 2010. Bermodal ilmu pertukangan dan mebel yang diajarkan oleh sang ayah, ia memberanikan diri membuka usaha.

"Awalnya itu modal nekat. Kalau tidak nekat, tidak bisa berjalan. Tetapi ada satu hal lagi yang paling penting, yaitu kejujuran. Kalau tidak jujur, malah lebih tidak bisa lagi," ujar Renda saat berbincang, Senin (8/6/2026).

Memulai dari Tempat Sewaan

Langkah awal Renda terbilang merangkak. Ia harus menyewa lahan mini seharga Rp 2 juta per tahun untuk menggelar barang dagangannya. Saat itu, modal yang dimiliki sangat terbatas. Pasokan barang pun dibantu seadanya oleh orang tua.

Lambat laun, permintaan pasar mulai meningkat. Renda menyadari bahwa bisnis material membutuhkan perputaran modal yang besar. Di tengah kebingungan tersebut, ia memutuskan untuk menjadi anggota koperasi syariah, BMT UGT Nusantara.

Renda menceritakan, perkenalannya dengan BMT UGT Nusantara sudah dimulai sejak tahun 2012 silam, di mana ia memulai pembiayaan awal dari nominal kecil, yakni Rp 3 juta.

"Pahit manisnya terasa. Pahitnya kalau pas pasar lagi sepi, perputaran jadi berat. Tapi senangnya kalau pas ramai, apalagi ditambah dukungan modal dari BMT UGT Nusantara, jadi lebih puas dan terbantu," ungkapnya.

Dibantu BMT UGT Nusantara Saat Terlilit Krisis

Dalam perjalanan usahanya selama 16 tahun, Renda mengaku keputusan paling berat yang pernah diambil adalah terkait urusan pinjaman ke Lembaga keuangan karena risiko gagal bayar yang besar. Ia bahkan sempat berada di posisi krusial ketika sertifikat tanahnya tersangkut di salah satu Lembaga keuangan.

Saat itu, masa perpanjangan pinjamannya di salah satu Lembaga keuagan tersebut ditolak dan ia diwajibkan melunasi dana dalam waktu sangat singkat, yakni dua hari.

"Waktu itu saya bingung dan takut nama baik (kredibilitas) saya jadi jelek. Akhirnya saya telepon Kepala Cabang BMT UGT Nusantara Jangkar. Alhamdulillah, hanya dalam sehari langsung cepat dibantu prosesnya dan diberi pinjaman untuk pelunasan di salah satu Lembaga keuangan lain," kenang Renda.

Tak hanya urusan modal kerja, BMT UGT Nusantara juga menjadi jembatan bagi Renda untuk memperluas aset usaha. Melalui informasi dari salah seorang anggota koperasi BMT UGT, ia ditawari sebidang tanah strategis yang kini menjadi tempat tokonya berdiri sendiri, tanpa harus menyewa lagi.

Kunci Sukses: Kepercayaan Distributor dan Cuek Hadapi Saingan

Kini, cakupan pengiriman toko material milik Renda sudah meluas. Untuk wilayah barat, pengirimannya menjangkau daerah Situbondo barat. Sementara untuk wilayah timur, merambah hingga Situbondo Timur dan Banyuwangi

Renda mengaku, salah satu lompatan besar bisnisnya adalah ketika ia berhasil mendapatkan modal kepercayaan (trust) dari distributor dan toko grosir besar. Tanpa perlu modal tunai yang masif di awal, ia dipercaya untuk menyalurkan semen dan bahan bangunan dalam volume besar.

"Hasilnya ya dari modal kepercayaan dengan distributor itu. Kepercayaan dari toko besar jangan pernah dianggap enteng. Sampai sekarang saya tidak pernah telepon-telepon minta barang, tapi selalu dikirim karena mereka percaya," jelasnya.

Ditanya mengenai ketatnya persaingan usaha di bisnis bahan bangunan, Renda memilih menyikapinya dengan kepala dingin. Ia menilai persaingan adalah hal yang lumrah dalam dunia bisnis.

"Kalau masalah saingan, saya cuek saja. Biarkan orang mau menjelekkan, yang penting saya tetap berniat baik dengan orang tersebut. Strategi saya kalau pasar sepi, ya harus disiplin menyisihkan modal untuk setoran keuangan agar tidak keteteran di kemudian hari. Selain itu, jaga hubungan baik dengan teman dan pelanggan," pungkasnya.