Kisah Sofwan, yang Sukses Rintis Toko Sembako di Sampang Bersama BMT UGT Nusantara

Jun 13, 2026 - 09:54
 155
Kisah Sofwan, yang Sukses Rintis Toko Sembako di Sampang Bersama BMT UGT Nusantara

SAMPANG, – Membuka usaha bukan sekadar mencari keuntungan pribadi, melainkan juga tentang membaca peluang dan memberikan solusi bagi lingkungan sekitar. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Sofwan, seorang pelaku usaha mikro asal Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura.

Melihat desanya minim kios penyedia kebutuhan pokok, Sofwan tergerak untuk membuka toko sembako. Kini, usaha yang dirintisnya dari nol tersebut tidak hanya berhasil menopang ekonomi keluarganya, tetapi juga menjadi tumpuan warga sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sempat Menganggur Semandiri Sebelum Bangkit

Perjalanan Sofwan menuju gerbang kesuksesan tidaklah instan. Sebelum menjadi pengusaha, ia adalah seorang tenaga pendidik yang mengajar di salah satu madrasah di Blega, Bangkalan. Setelah memutuskan pindah ke Kedungdung, Sampang, ia sempat mengalami masa sulit dan menganggur selama satu tahun.

Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya patah arang. Melihat masyarakat di wilayahnya kerap kesulitan membeli sembako karena jarang ada toko yang buka, inisiatif bisnis Sofwan pun muncul.

"Awal mula merintis usaha, modal saya sangat terbatas. Akhirnya saya memutuskan mengajukan modal ke BMT UGT Nusantara," ujar Sofwan saat berbincang dengan tim media BMT UGT Nusantara, pada 25 Mei 2026.

Jatuh Bangun Bisnis: Dari Kekhawatiran hingga Kena Tipu Sales

Dengan modal stimulan dari lembaga keuangan syariah tersebut, Sofwan mulai membuka tokonya. Seperti pelaku usaha pada umumnya, rasa khawatir sempat menyelimuti benaknya di awal-awal merintis bisnis. Namun, berbekal keyakinan kuat, ia terus melangkah.

Seiring berjalannya waktu, toko sembako milik Sofwan berkembang pesat. Keuntungan yang didapat bahkan mampu membiayai pembangunan rumah sekaligus memperluas bangunan tokonya. Meski demikian, jalan yang dilaluinya tidak selalu mulus. Sofwan mengaku pernah menjadi korban penipuan oleh oknum sales barang.

Alih-alih terpuruk, ia justru menjadikan musibah tersebut sebagai guru terbaik. "Semua itu saya ambil hikmahnya sebagai pelajaran berharga agar ke depan bisa lebih berhati-hati dalam menjalankan bisnis," tuturnya bijak.

Strategi Bisnis dan Manajemen Waktu

Untuk menjaga ritme bisnisnya, Sofwan memiliki strategi khusus. Menjelang hari raya besar seperti Idul Fitri dan momentum Maulid Nabi, ia sengaja melipatgandakan modalnya. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi lonjakan permintaan konsumen yang tinggi di wilayah Kedungdung.

Tak puas hanya dengan satu lini bisnis, Sofwan kini juga melebarkan sayap dengan membuka usaha sampingan, yaitu bekerja sama dalam bisnis katering bersama saudaranya.

Meski jadwal kesehariannya kian padat mengurus dua usaha, Sofwan tetap menjaga keseimbangan hidup. Bagi dia, manajemen waktu adalah kunci. Di tengah kesibukan mengelola bisnis, ia selalu memastikan memiliki waktu yang cukup dan berkualitas untuk keluarganya.

Setia Bersama BMT UGT Nusantara Sejak 2007

Hubungan Sofwan dengan BMT UGT Nusantara rupanya sudah terjalin sangat lama, tepatnya sejak tahun 2007. Menariknya, kerja sama ini bermula dari hal sederhana saat ia masih berprofesi sebagai guru.

"Pada awalnya saya hanya menabung untuk tabungan siswa, karena saat itu saya masih mengajar di salah satu madrasah di Blega, Bangkalan, sebelum akhirnya pindah ke Kedungdung," kenangnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan harapan besarnya agar lembaga keuangan mikro syariah tersebut terus tumbuh bersama masyarakat. "Saya berharap BMT UGT Nusantara bisa terus maju dan selalu memberikan manfaat nyata untuk anggota-anggota seperti saya ini," pungkasnya.

Bagi masyarakat yang baru mau terjun ke dunia usaha, Sofwan membagikan tiga kunci utama yang selalu ia pegang teguh hingga bisa berada di titik sekarang.

"Yang pertama yaitu modal, kemudian semangat, dan yang paling utama adalah tawakal," tutup Sofwan penuh motivasi.