Ingin Belajar, Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah IAIN Kudus Jateng Kunjungi BMT UGT Nusantara
Kamis (27/06/2024) BMT UGT Nusantara kembali kedatangan tamu, kali ini dari rombongan mahasiswa/i prodi perbankan syariah fakultas ekonomi dan bisnis islam IAIN Kudus Jawa Tengah. Mereka datang dengan 3 bus berjumlah sekitar 136 peserta.
Sesampainya di kantor pusat BMT UGT Nusantara, mereka di sambut langsung oleh Manajer Bisnis BMT UGT yaitu HM. Sholeh Wafie. Sedangkan pertemuan ini lokasinya di Aula Lantai 3 Kantor Pusat BMT UGT mulai pukul 14.00 WIB.
Dalam kesempatannya Dr. Ahmad Supriyadi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kudus mengungkapkan “Kami mewakili dari IAIN Kudus terutama di prodi perbankan syariah ini, kami hadir kesini pertama untuk silaturahmi kepada seluruh komponen yg ada di BMT UGT Nusantara, yg kedua kami sebagai akademisi ingin belajar, tentu kami sudah dapat satu informasi bahwa BMT ini telah mencapai kesuksesan yg luar biasa, sehingga kami perlu untuk menimba ilmu supaya nanti anak-anak kami ini lulus dengan potensi yang bagus terutama terkait dengan keuangan syariah”, pungkasnya.
Setelah itu, acara dilanjut dengan penyampaian materi dari BMT UGT Nusantara yg dipaparkan langsung oleh H. Abd Majid Umar selaku ketua pengurus KSPPS BMT UGT Nusantara.
Dalam penyampaian materi, beliau menyampaikan banyak hal diawali dengan penjelasan sekilas tentang latar belakang BMT UGT “Mohon maaf mungkin tidak seperti yang dibayangkan, ini memang kadang-kadang BMT UGT itu terdengar dari luar kayak wah banget, tapi nyatanya biasa saja, kami terus terang aja kami ini modal nekad, jadi kalo di Surabaya ada Bonek maka di Sidogiri ada Sanek (Santri Nekad), betapa tidak nekadya kami santri harus mengelola keuangan yang sebelumnya tidak ada basic ilmu di situ, hanya berlatar belakang kepedulian, karena pada waktu itu lagi maraknya renten atau riba di masyarakat dan itu dampaknya sangat luar biasa sekali, di samping dampak secara ekonomi juga berdampak pada perilaku, spiritual masing-masing individu, dengan berlatar belakang kepedulian tadi ternyata Allah membantu kami hingga bisa sampai sekarang ini”, ujarnya.
“Berdirinya BMT UGT adalah tuntutan dari alumni di luar Pasuruan yang pada saat itu di Pasuruan sudah didirikan BMT MMU yang kini telah berubah nama jadi BMT Maslahah, mereka juga ingin ikut berkiprah mengurangi maraknya renten atau riba di masyarakat, akhirnya didirikanlah BMT UGT di Surabaya dengan modal awal 141 juta, saat ini terus berkembang sampai asetnya mencapai 3,4 triliun dan kantor layanannya tersebar di 10 provinsi di Indonesia”, tambahnya.
Setelah itu, beliau memaparkan terkait visi misi, produk, akad-akad, strategi bisnis, manajamen, program sosial yang di jalankan di BMT UGT dan lain sebagainya. Lalu acara dilanjut dengan sesi tanya jawab dan diskusi seputar perkoperasian dan keuangan syariah yang dipandu oleh HM. Sholeh Wafie.

