Kisah Jefriadi, Sukses Bangun Usaha Bersama BMT UGT Nusantara
Pamekasan - Memulai usaha dari nol seringkali menjadi batu ujian yang berat bagi banyak orang. Namun, bagi Jefriadi, seorang pemuda asal Desa Jamrengging, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, keterbatasan modal dan latar belakang keluarga yang sederhana bukan alasan untuk menyerah pada nasib.
Berbekal keterampilan desain grafis yang diperolehnya saat nyantri di pondok pesantren di Madura, Jefriadi kini sukses mengelola usaha fotokopi, pengetikan,desain dan cetak foto yang berkembang pesat. Perjalanannya menjadi bukti nyata bagaimana kerja keras, keberanian mengambil peluang, kepatuhan pada guru, dan ketepatan memilih mitra permodalan syariah dapat mengubah garis hidup.
Lahir dari Keluarga Petani, Dobrak Batas Finansial
Latar belakang keluarga sebagai putra petani sederhana di Madura—atau yang dikenal dengan istilah lokal rengtane dokdok—tidak menyurutkan langkah Jefriadi untuk membawa perubahan. Bagi kedua orang tuanya yang hidup dalam keterbatasan, mengumpulkan modal finansial dalam jumlah tertentu merupakan perjuangan berat. Namun, Jefriadi terbukti memiliki visi berbeda. Di antara saudara-saudaranya, ia menjadi satu-satunya yang dipercaya dan mampu mengelola perputaran modal hingga skala yang jauh lebih besar. Keberhasilan ini tidak datang instan, melainkan buah dari keberaniannya mengambil keputusan besar untuk terjun ke dunia wirausaha sejak tahun 2023.
Perjuangan Mencari Modal dan Menemukan Titik Terang di BMT
Niat Jefriadi untuk mandiri sempat terbentur tembok tebal: ia tidak memiliki modal dan lokasi usaha. Ia sempat berjuang keras siang dan malam mencari pinjaman, namun selalu menemui jalan buntu.
"Saya sempat mencoba mengajukan pinjaman ke berbagai lembaga keuangan konvensional, tetapi saat itu belum ada program yang cocok, dan sistem yang tersedia menggunakan agunan asuransi yang dirasa kurang pas," kenang Jefriadi.
Titik terang akhirnya muncul setelah Jefriadi berkonsultasi dengan seorang karyawan BMT di kota Pamekasan.
Melihat prospek tekadnya yang kuat, solusi jangka panjang akhirnya ditemukan. Jefriadi memutuskan mengajukan modal usaha ke BMT UGT Nusantara Cabang Pamekasan.
"Berkat bantuan permodalan dari BMT UGT Nusantara ini, usaha yang saya rintis dari bawah akhirnya bisa berkembang pesat. Saya sangat mengapresiasi peran besar BMT UGT Nusantara Cabang Pamekasan dalam mendukung usaha saya," tutur Jefriadi penuh syukur.
Berkah Doa Ulama: "Isi Dulu Tokonya..."
Di balik pertumbuhan usahanya, Jefriadi menyadari ada satu hal krusial yang sempat terlupakan di awal kariernya, yaitu meminta doa restu kepada sang guru.
Sadar akan kelalaiannya, ia segera menghadap untuk meminta doa barokah dan saran nama usaha agar bisnisnya bisa permanen serta membuka banyak cabang. Namun, sang Kiai memberikan nasihat yang sangat bijak: "Isi dulu tokonya, nanti kalau sudah penuh (isinya), baru ke sini lagi."
Nasihat itu menjadi pelecut semangatnya. Demi meningkatkan keahlian, Jefriadi mengikuti pelatihan desain grafis selama tiga hari di salah satu hotel di Pamekasan sebagai operator aktif di sebuah lembaga.
Setelah pelatihan selesai di tengah kesibukan bulan Maulid, Jefriadi bertekad kembali menghadap sang guru. Perjuangannya tidak mudah. Demi bisa bertemu, Jefriadi rela menunggu sang Kiai pulang dari berbagai acara undangan hingga larut malam.
Puncaknya, ia setia menunggu kepulangan Kiai di pondok pesantren hingga tertidur di pinggir jalan raya. Sekitar jam 00.00 atau 00.30 malam, Kiai akhirnya datang. Jefriadi pun berkesempatan mendampingi sang guru masuk ke dalam kediamannya dan menyelesaikan maksudnya dengan penuh takzim. Sejak peristiwa itu, perjalanan usahanya dirasakan mengalir jauh lebih lancar.
Strategi Bertahan dan Rahasia Kepuasan Pelanggan
Pada awal membuka usaha, Jefriadi sempat dihinggapi keraguan. Mayoritas warga di desanya memilih merantau ke Jawa Barat atau Jakarta. Ia sempat berpikir apakah ia harus bertahan menunggu pelanggan di desa yang sepi.
"Awal-awal buka butuh kesabaran ekstra karena belum dikenal orang. Tapi berbekal pengalaman dalam bidang surat-menyurat di pesantren dari tahun 2014 sampai 2017, serta latar belakang kuliah ilmu komputer di salah satu kampus di Pamekasan, saya paham sistem pemasaran," jelasnya.
Ketika usaha fotokopi lain di wilayahnya banyak yang gulung tikar karena kendala teknis mesin yang trouble atau error, Jefriadi memilih mandiri. Karena teknisi langganannya berada di Surabaya dan membutuhkan biaya transport yang besar, ia mempelajari cara memperbaiki mesin secara otodidak melalui YouTube dan Google.
"Kalau ada error kode 006 atau kertas nyangkut, saya oprek sendiri. Kalau sudah benar-benar tidak mampu, baru panggil teknisi Surabaya. Sekarang alhamdulillah saya bisa nambah mesin. Jadi kalau satu trouble, operasional tidak mati karena ada mesin cadangan," katanya.
Di sisi pelayanan, Jefriadi dan istrinya menerapkan standar yang tinggi. Berbeda dengan tempat lain yang membiarkan hasil kopian apa adanya, Jefriadi selalu menjaga kualitas.
"Kalau berkas aslinya miring, di tempat kami diluruskan lewat kreativitas kami. Pelanggan di sini banyak yang puas karena pelayanan kami ramah dan murah senyum," tambahnya.
Manajemen Waktu dan Pengorbanan Keluarga
Kini, Jefriadi tidak lagi bingung mencari pelanggan. Kebutuhan administrasi dari tingkat desa, pemerintah desa, hingga kantor-kantor dinas mempercayakan pengerjaannya kepada Jefriadi. "Alhamdulillah sekarang tidak butuh promosi lagi, artinya sudah tidak kurang pekerjaan," ujarnya tersenyum.
Saking padatnya pesanan, Jefriadi yang awalnya selalu memprioritaskan pulang ke rumah setiap waktu Maghrib demi keluarga, kini memilih memboyong istrinya untuk tinggal di tempat usaha yang sudah dilengkapi fasilitas kamar mandi dan ruang istirahat. Di tahun kedua, ia sempat dibantu oleh salah satu karyawan, namun kini ia mengelolanya berdua bersama sang istri.
"Sekarang bisa dikatakan 24 jam bersama istri di sini karena pekerjaan padat. Kami biasanya baru pulang ke rumah hari Kamis sore," pungkas Jefriadi. Meski terkadang ia harus mengevaluasi manajemen waktunya karena sering ada kesibukan di luar, Jefriadi optimis usahanya akan terus melaju positif bersama dukungan mitra syariah.

