Usai Bertemu Kiai Nawawi, Mahfud MD Dialog dengan SNF

Mar 26, 2014 - 00:00
 47
Usai Bertemu Kiai Nawawi, Mahfud MD Dialog dengan SNF

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia yang kini jadi kandidat Calon Presiden (Capres) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mahfud MD, mendapatkan perhatian khusus dari para kiai di Jawa Timur terutama KH A. Nawawi Abd. Djalil Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri. Jika selama ini para kandidat lain tengah berusaha mendekati,  KH A. Nawawi Abd. Djalil justru mengundang secara khusus untuk membicarakan perkembangan dan situasi politik terakhir.

"Saya dipanggil oleh Kiai, untuk bicara mengenai situasi dan perkembangan politik serta prospeknya ke depan seperti apa," ujar Mahfud MD, kepada wartawan, di kediaman Kiai Nawawi, Senin 24 Maret 2014.

Salah satu santri yang juga ikut menyambut kedatangan Mahfud MD pun mengakui, ada perbedaan penyambutan antara kandidat Capres yang berkunjung ke pesantren salaf terbesar di Jawa Timur tersebut.
"Kalau Kiai yang ngundang, jamuan dan pertemuan digelar di kediaman, tapi kalau hadir inisiatif (kandidat) sendiri biasanya dijamu di gedung Koperasi pesantren," ungkap santri yang enggan disebut identitasnya itu.

Dalam kesempatan tersebut, pertemuan pun digelar secara tertutup empat mata antara Mahfud MD dengan Kiai Nawawi. "Saya juga diminta Kiai menjelaskan perspektif ke depan, perkembangan politik baik mengenai hasil pileg dan akibat hukumnya, serta dan opsi sesudah 9 April (Pileg) nanti," terangnya.

Ia mengakui, dirinya belum bisa mengatakan siap atau tidak maju sendiri sebagai capres dari PKB atau digandengkan dengan Jokowi, Prabowo, atau capres lainnya.

"Mengenai pencapresan, ada bagian yang harus tidak saya sampaikan ke pers. Tadi kita juga membahas kaitannya dengan Prabowo, Jokowi, Aburizal, Pak Hatta, semua kita ceritakan. Perspektif politiknya seperti apa dan kira-kira aspirasi kaum nahdliyin ke mana," terangnya.

Yang pasti, lanjut Mahfud, beberapa opsi tersebut bisa dilakukan jika dirinya maju di pilpres melalui kendaraan politik yaitu PKB. "Karena meskipun saya orang NU dan NU itu partainya ada di mana-mana, tapi saya harus lewat 1 (satu) partai yaitu PKB, apalagi sebelumnya memang saya kader PKB," ujarnya.

Ia menjelaskan, melihat perkembangan situasi politik hingga detik ini, pihaknya sedang menganalisa opsi yang memungkinkan diambil. "Bisa partai sendiri (PKB) memimpin koalisi partai-partai tengah, itu sangat mungkin. Opsi lainnya, bisa juga (PKB) koalisi dengan partai besar seperti PDIP, Gerindra, dan yang lain. Jadi, opsinya masih ada sekitar 3 sampai 4, semuanya masih terbuka," kata mantan Menteri Pertahanan itu.

Mahfud menambahkan, dirinya harus menunjukkan visi ke depan tentang bagaimana membangun bangsa dan bagaimana meletakkan aspirasi NU di bidang politik, ekonomi, sosial, pendidikan dan sebagainya.

"Jadi keputusan akhir dari opsi-opsi tentu saya konsentrasikan dengan tokoh-tokoh kunci di NU, pesantren, dan semuanya. Nah itu semua masih terbuka cukup luas terhadap siapa pun. Kata kiai Nawawi saya diminta menjalani opsi-opsi itu dan nanti dibicarakan lagi. Pada saatnya akan istikharah bersama-sama," tandasnya.

Usai menggelar pertemuan tertutup itu, Mahfud menghadiri dialog dengan para pengurus Sidogiri Network Forum (SNF) bertajuk "Indonesia Emas 2020: Saatnya Santri Mengatur" yang dipandu oleh Ketua Pengurus Koperasi BMT UGT Sidogiri H. Mahmud Ali Zain di aula kantor pusat Koperasi BMT UGT Sidogiri. viva.co.id/Mokh. Syaiful Bakhri

Foto: Mahfud MD berpose dengan H. Mahmud Ali Zain dan pengurus SNF (sumber foto: viva.co.id)