Mahfud MD Takjub dengan Kemajuan Ekonomi Kaum Sarungan
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD takjub dengan kemajuan ekonomi kaum sarungan di Sidogiri yang sukses mengembangkan koperasi berbasis pondok pesantren. Hal tersebut dia kemukakan saat bertemu dengan H. Mahmud Ali Zain dan pengurus Sidogiri Network Forum (SNF) di aula kantor pusat BMT UGT Sidogiri kemarin (24/3/2014).
“Sebenarnya dari rumah saya sudah mempersiapkan materi sebagai saran buat pengurus koperasi di Sidogiri agar lebih maju usahanya. Tapi batal setelah saya melihat secara langsung kemajuan ekonomi kaum sarungan di Sidogiri yang masif, besar dan efektif. Saya sungguh takjub,” kata Mahfud MD yang disambut antusias oleh para pengurus SNF.
Pengurus SNF yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain HM. Khudlori Abd. Karim (Ketua Pengurus Koperasi BMT Maslahah), H. Taufik (Pengawas Keuangan Koperasi BMT Maslahah), M. Dumairi Nor (Manager Utama Koperasi BMT Maslahah), HM. Sholeh Abd. Haq (Pengawas Keuangan Koperasi BMT UGT Sidogiri), H. Basori Alwi (Pengawas Manajemen Koperasi BMT UGT Sidogiri), A.Thoha Putra (Sekretaris Koperasi BMT UGT Sidogiri), Abd. Majid Umar (Direktur Utama Koperasi BMT UGT Sidogiri), Abdus Salam, SE.I (Direktur BPRS Ummu), Ilham Wahyudi, SE,I (Pengurus LAZ Sidogiri), Ahmad Baihaqi (Ikatan Alumni Santri Sidogiri) dan lainnya.
Menurut Mahfud MD, dirinya sudah sering mendengar akan keberhasilan kaum sarungan berlatar belakang Pondok Pesantren Sidogiri dalam mengimplementasikan gagasan koperasi seperti yang digagas pertama kali oleh Bung Hatta. “Saya punya kawan di Bank Indonesia dan di berbagai bank di Indonesia lainnya. Mereka kagum dengan prestasi Sidogiri dalam mengembangkan koperasi berbasis pondok pesantren. Pondok Pesantren Sidogiri dapat menjadi contoh kegiatan ekonomi umat yang berbasis pesantren yang tidak kalah dengan pelaku ekonomi lainnya,” tukas Mahfud MD.
Dalam pertemuan Mahfud MD dengan SNF dipandu langsung oleh H. Mahmud Ali Zain, Ketua Pengurus Koperasi BMT UGT Sidogiri sekaligus Pengawas Manajemen Koperasi BMT Maslahah dan Kopontren Sidogiri. Sebagai pengantar pertemuan yang mengangkat tema “Indonesia Emas 2020: Saatnya Santri Mengatur”, H. Mahmud Ali Zain memaparkan bagaimana SNF melalui lembaga bisnis dan lembaga sosialnya berupaya untuk memberikan kontribusi nyata kepada bangsa dan negara Indonesia.
“Kami tidak ingin mengeritik pemerintah, namun kami ingin berbuat nyata untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih makmur. Melalui kerja kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, kami kaum santri ingin berkontribusi langsung untuk kemajuan Indonesia sehingga terwujud cita-cita menjadikan Indonesia negeri yang makmur dan sentosa baldatun toyyibatun wa rabbun ghofur,” papar H. Mahmud Ali Zain.
Dalam kesempatan tersebut, H. Mahmud Ali Zain memaparkan kemajuan yang telah dicapai oleh Kopontren Sidogiri yang telah memiliki 70 ritel di berbagai kota di Jawa Timur, Koperasi BMT Maslahah yang telah memiliki 68 cabang dan capeng di berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur, Koperasi BMT UGT Sidogiri yang telah memiliki dari 230 cabang dan capem di 10 provinsi di Indonesia. “Melalui ketiga koperasi tersebut, kami telah membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja untuk lebih dari 2000 orang karyawan sekaligus mengurangi kemiskinan,” paparnya.
Yang tak kalah pentingnya adalah kontribusi ketiga koperasi di Sidogiri bagi pembangunan sumber daya manusia dalam bentuk dana sosial dan zakat. Pada tahun buku 2013 ini, dana sosial yang hampir sama dengan dana CSR (Corporate Social Responsibility) atau PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) yang dikucurkan oleh Koperasi BMT UGT Sidogiri mencapai Rp 9 miliar sedang dana zakatnya mencapai Rp 5 miliar. Belum lagi dana sosial yang dikeluarkan oleh Koperasi BMT Maslahah dan Kopontren Sidogiri. Untuk menyalurkan dana sosial dan dana zakat, tiga koperasi besar yang ada di Sidogiri bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sidogiri. Mokh. Syaiful Bakhri
Foto : H. Mahmud Ali Zain dan Mahfud MD

