Tumbuh Berkat Modal Sosial dan Ekonomi Inklusif

Agu 14, 2016 - 00:00
 53
Tumbuh Berkat Modal Sosial dan Ekonomi Inklusif

Pertumbuhan koperasi syariah di Sidogiri yang berkembang dengan pesat pada Koperasi BMT Maslahah dan Koperasi BMT UGT Sidogiri Indonesia sehingga memiliki aset lebih dari Rp 2,2 triliun dan memiliki lebih dari 300-an cabang di seluruh Indonesia dinilai berkat keberhasilannya dalam mengembangkan modal sosial yang dimiliki dan penerapan ekonomi inklusif.

“Koperasi yang sama sekali belum dikenal publik yang lahir dari sebuah desa terpencil di Sidogiri kemudian mampu merambah wilayah ke mana-mana di seluruh Indonesia, tentu karena  keberhasilannya dalam  mengembangkan modal sosial yang dimilikinya sehingga menjadi pemicu perkembangannya,” demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur Ir. Arief Tri Harjoko, MT saat berkunjung ke Koperasi BMT Maslahah dan Koperasi BMT UGT Sidogiri Indonesia, Jumat (12/8/2016).

Arief Tri Harjoko datang ke Sidogiri bersama dengan 59 orang rombongan yang berasal Biro Pusat Statistik (BPS) dan Bappeda se-Jawa Bali dan Nusa Tenggara peserta Konsultasi Regional PDRB se-Jawa, Bali dan Nusa Tenggara pada 2016 yang diselenggarakan di Hotel Shangri-La Surabaya 10-13 Agustus 2016.

Mereka tertarik untuk mengunjungi Sidogiri dan menyaksikan secara langsung keberadaan Koperasi BMT Maslahah dan Koperasi BMT UGT Sidogiri Indonesia setelah mendapat pemaparan dari H. Mahmud Ali Zain yang diundang sebagai pembicara dengan tema “Pengembangan Ekonomi Syariah Berbasis Modal Sosial pada Koperasi BMT Pasuruan” pada Kamis (11/8/2016).

Ekonomi Inklusif

Menurut Arief Tri Harjoko, selain tumbuh dan berkembang berkat modal sosialnya,  koperasi syariah yang ada di Sidogiri juga mengembangkan ekonomi inklusif. “Saya telah mendapat penjelasan dari H. Mahmud Ali Zain bahwa dalam menjalankan usaha atau bisnis yang dikejar bukan hanya pertumbuhan dan keuntungan materi semata, namun juga terdapat misi sosial dan pendidikan. Zakat dari koperasi syariah yang ada di Sidogiri disalurkan melalui LAZ Sidogiri,” kata Arief Tri Harjoko.

Menurut Arief Tri Harjoko, para peserta Konsultasi Regional PDRB se-Jawa, Bali dan Nusa Tenggara pada 2016 tertarik untuk menyaksikan secara langsung bagaimana perkembangan koperasi syariah di Sidogiri. “Setelah datang ke Sidogiri secara fisik kami dapat menyaksikan adanya bangunan gedung kantor pusat koperasi yang megah dengan fasilitas ruangan seperti gedung teater padahal berada di sebuah desa terpencil,” paparnya.

Rombongan peserta Konsultasi Regional PDRB se-Jawa, Bali dan Nusa Tenggara pada 2016 tiba di Sidogiri pada pukul 14.00 WIB dengan menggunakan dua bus. Kedatangan mereka disambut oleh pengurus dan direksi Koperasi BMT Maslahah dan Koperasi BMT UGT Sidogiri Indonesia yaitu A. Thoha Putra,  A. Saifulloh Muhyiddin, Abdul Majid Umar,  Abdul Rokhim, H. Abdul Mujib,  Imron Rosidi, H. M. Dumairi Nor dan H. Abdulloh Shodiq.

Saat diadakan dialog antara peserta Konsultasi Regional PDRB se-Jawa, Bali dan Nusa Tenggara pada 2016 dengan pengurus dan direksi Koperasi BMT Maslahah dan Koperasi BMT UGT Sidogiri Indonesia, Arief Triharjoko menyampaikan keinginannya untuk mengetahui kunci keberhasilan koperasi yang ada di Sidogiri sehingga bisa tumbuh dan berkembang dengan pesat.

“Saya mewakili teman-teman peserta Konsultasi Regional PDRB se-Jawa, Bali dan Nusa Tenggara pada 2016 yang berasal dari berbagai daerah ini ingin mengetahui apa sih yang menjadi kunci sehingga koperasi yang ada di Sidogiri ini bisa tumbuh dan berkembang dengan pesat ke mana-mana. Kami ingin mendapatkan share success story ,” ungkap Arief Tri Harjoko.

Mokh. Syaiful Bakhri