QTS Ingin Bantu Pembangunan Desa
Direktur Qoryah Thoyyibah Sidogiri (QTS) H. Mahmud Ali Zain mengatakan, QTS ingin membantu desa dalam mewujudkan terciptanya baldatun thoyyibantun wa rabbung ghofur. “Kami ingin membantu para kepala desa dalam membangun desa mereka masing-masing. Para pendamping desa dari Qoryah Thoyyibah Sidogiri, siap menjadi mediator, motivator dan fasilitator yang siap menjalin kerjasama dengan para kepala desa dalam pembangunan desa,” demikian H. Mahmud Ali Zain tegaskan pada acara Halal Bihalal antara pengelola QTS dengan para camat, kepada desa dan pendamping desa Ahad pagi (26/7/2015) di aula kantor pusat Koperasi Simpan Pinjam Syariah BMT UGT Sidogiri Indonesia.
Pada acara Halal Bihalal tersebut dihadiri oleh Camat Kraton, Rembang dan Wonorejo, para kepala desa dari 32 desa di kecamatan Kraton, Rembang, Pohjentrek dan Wonorejo. Sedang dari pengelola QTS selain dihadiri oleh Direktur QTS H. Mahmud Ali Zain juga dihadiri oleh manager pendidikan dan lingkungan, manager sosial dan budaya serta pendamping desa.
Menurut H. Mahmud Ali Zain, QTS merupakan bentuk peran serta alumni Sidogiri dalam membangun bangsa melalui pilar masyarakat madani atau civil society. “Visi Qoryah Thoyyibah Sidogiri adalah mewujudkan desa EMAS yaitu desa yang warganya memiliki jiwa entrepreneurship, mandiri, aman dan sejahtera,” paparnya.
Untuk itulah, maka yang menjadi garapan QTS adalah desa-desa yang terdekat dengan Sidogiri. “Kami membangun desa dengan menggunakan pola seperti lingkaran obat nyamuk bakar. Kami mulai dari desa yang paling dekat dengan Sidogiri, terus melebar ke desa lain, kemudian merambah ke kecamatan sehingga sampai ke tingkat kabupaten bahkan nantinya ke tingkat provinsi,” jelasnya.
Pada tahun 2014, jelasnya, QTS hanya menggarap empat desa di kecamatan Kraton. Pada tahun 2015, seluruh desa yang ada di kecamatan Kraton yang berjumlah 25 desa masuk dalam wilayah garapan QTS ditambah masing-masing dua desa dari kecamatan Rembang, Wonorejo dan Pohjentrek.
Garap Pusjantri
Pada kesempatan tersebut, H. Mahmud Ali Zain juga menyampaikan beberapa program yang telah dilaksanakan sebagai bentuk peran serta QTS dalam membangun desa mulai dari program bedah rumah di empat desa, bantuan komputer kepada tujuh PAUD di desa Karanganyar, Ngempit, Sidogiri dan Jeruk, dan program pemberdayaan ekonomi para pemuda di desa Ngempit dalam bentuk cuci motor dan program-progam lainnya.
“Selain itu yang saat ini sedang kami kerjakan adalah membangun semacam food court yang rencananya akan diberi nama pusat jajan santri atau Pujantri yang ada di sekitar pintu gerbang Pondok Pesantren Sidogiri. Alhamdulillah, pembangunannya sudah dimulai sejak akhir Ramadan yang lalu dan diharapkan dapat rampung dalam dua bulan ke depan. Kami ingin mengubah warung-warung yang terkesan kumuh menjadi pusat jajan santri yang modern dan tertata dengan baik,” jelasnya.
Untuk membangun Pusjantri, QTS menjalin kerjasama dan kemitraan dengan Pondok Pesantren Sidogiri, LAZ Sidogiri, para pedagang dan kepala desa Sidogiri. Dana yang digunakan untuk membangun Pusjantri berasal dari dana CSR BCA yang disalurkan lewat LAZ Sidogiri dan iuran dari para pedagang yang akan menempati Pusjantri.
Mokh. Syaiful Bakhri

