QTS Bidani Lahirnya Usaha Cuci Motor Salju
Qoryah Thoyyibah Sidogiri (QTS) membidani lahirnya wirausahawan baru. Kali ini yang lahir adalah usaha cuci motor salju yang dikelola oleh Karang Taruna Surya Muda Desa Ngempit Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Wirausahawan lainnya yang diharapkan dapat segera lahir adalah wirusahawan jahe dari Desa Sidogiri yang telah mendapat modal usaha dari QTS. Sedangkan QTS dananya berasal dari dana sosial yang dikucurkan oleh Koperasi Simpan Pinjam Syariah BMT UGT Sidogiri Indonesia dan Koperasi BMT Maslahah Jawa Timur.
“Alhamdulillah, usaha cuci motor yang dibina oleh Qoryah Thoyyibah Sidogiri ini telah beroperasi. Meski berupa usaha cuci motor skala kecil, bagaimanapun juga telah berhasil melahirkan wirausahawan baru, membuka lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran di kalangan pemuda desa, “ ungkap Manager Bisnis QTS H. Abdulloh Shodiq.
Menurut H. Abdulloh Shodiq, usaha cuci motor salju di desa Ngempit yang dibina oleh QTS ini menggunakan skema pinjaman yang selunak-lunaknya. “Modal usaha berupa pembangunan tempat usaha dan peralatan cuci motor berasal dari Qoryah Thoyyibah Sidogiri. Kemudian dari sebagian hasil usaha cuci motor salju ini, setiap bulannya disisihkan oleh Karang Taruna Surya Muda Desa Ngempit untuk membayar angsuran modal usaha,” jelasnya.
Lebih jauh H. Abdulloh Shodiq menjelaskan, skema pembiayaan pada usaha yang dibina oleh QTS dimaksudkan agar para pengelola usaha memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan modal usahanya. Hal ini, katanya, belajar dari pengalaman program-program pemberdayaan dari berbagai instansi di desa-desa yang kurang berhasil karena masyarakat desa menganggap modal usaha itu sebagai pemberian, sehingga masyarakat tidak memiliki rasa tanggung jawab untuk mengembalikannya.
Contohnya, modal usaha yang berupa kambing ataupun sapi yang berasal yang diberikan kepada masyarakat desa beberapa waktu yang lalu, masyarakat desa menjualnya tak berapa lama setelah diberikan. Padahal, tujuan memberikan modal usaha berupa sapi atau kambing agar bisa dikembangkan oleh masyarakat desa dengan harapan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Modal usaha yang kami salurkan itu bergulir dari satu desa ke desa yang lain di Kecamatan Kraton, Rembang, Pohjentrek dan Ngabar. Maka cicilan dari modal usaha yang disalurkan di satu desa dapat digunakan sebagai modal usaha bagi calon usahawan baru di desa binaan Qoryah Thoyyibah Sidogiri lainnya,” papar H. Abdulloh Shodiq.
Mokh. Syaiful Bakhri

