Kisah Suhadak, Pengusaha di Bali yang Sukses Berdaya Bareng BMT UGT Nusantara
DENPASAR – Membangun bisnis dari nol di tanah rantau bukanlah perkara mudah. Hal ini dirasakan betul oleh Suhadak, seorang wirausahawan asal Denpasar, Bali, yang kini sukses mengelola lini bisnis yang cukup kontras: ikan hias dan jual beli mobil bekas.
Memulai langkahnya pada tahun 2015, Suhadak membuktikan bahwa ketekunan yang dipadukan dengan kemitraan finansial yang tepat dapat membuahkan hasil manis.
Berawal dari Kabar Burung
Tahun 2015 menjadi titik balik bagi Suhadak. Di tengah upayanya merintis usaha, ia mendengar informasi bahwa BMT UGT Nusantara telah melebarkan sayap dengan membuka cabang di Pulau Dewata.
Tanpa ragu, ia memutuskan untuk bergabung menjadi anggota. Alasannya sederhana namun fundamental: ideologi dan kemaslahatan.
"Saya memilih BMT UGT Nusantara karena ini lahir dari komunitas santri. Secara otomatis, saya yakin orientasinya adalah kemaslahatan umat," ujar Suhadak saat berbincang mengenai perjalanan bisnisnya.
Jatuh Bangun adalah 'Bumbu' Bisnis
Suhadak mengawali usahanya dengan berjualan ikan koi dan berbagai jenis ikan hias. Tak puas di satu sektor, ia juga merambah bisnis otomotif melalui jual beli mobil bekas.
Sembilan tahun berjalan, perjalanannya tidak selalu mulus. Ia mengaku sempat mengalami fase jatuh bangun yang menguji daya tahan bisnisnya. Namun, bagi Suhadak, fluktuasi tersebut adalah hal yang wajar dalam dunia usaha.
"Pernah jatuh bangun, tapi itu normal dalam bisnis. Yang penting bagaimana kita bangkit," imbuhnya.
Perkembangan Signifikan
Dukungan dari BMT UGT Nusantara diakui Suhadak membawa dampak positif terhadap stabilitas modal dan perkembangan usahanya. Sejak bergabung menjadi anggota, ia merasakan kemudahan dalam mengelola arus kas (cash flow) hingga usahanya kini semakin berkembang pesat.
Kini, di tengah hiruk pikuk ekonomi Bali, bisnis ikan koi dan mobil bekas milik Suhadak tetap berdiri tegak. Ia menjadi salah satu bukti nyata bagaimana sinergi antara pelaku UMKM dan lembaga keuangan mikro syariah mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

