Dari Jualan Kerupuk hingga Sukses Jadi Bos Showroom di Bali

Mei 10, 2026 - 08:38
 158
Dari Jualan Kerupuk hingga Sukses Jadi Bos Showroom di Bali

BADUNG – Kesuksesan tidak datang dalam semalam. Kalimat ini sangat menggambarkan perjalanan hidup H. Muhammad Sugeng, pemilik Ki Ageng Motor di Badung, Bali. Sebelum dikenal sebagai salah satu pemain kunci bisnis kendaraan bekas di Pulau Dewata, Sugeng melewati asam garam kehidupan yang cukup terjal.

Memulai bisnis jual beli kendaraan tepat pada 18 Oktober 2012, Sugeng mengakui bahwa posisinya saat ini adalah buah dari perjuangan panjang. Siapa sangka, bos showroom ini dulunya pernah melakoni berbagai pekerjaan sektor informal demi menyambung hidup.

"Perjuangan ini sangat panjang. Saya dulu pernah berjualan kerupuk, telur asin, gorengan, bahkan sampai jualan bakso," kenang Sugeng saat menceritakan masa lalunya.

Ketekunannya berbuah manis. Nama Ki Ageng Motor kini mulai diperhitungkan. Tidak hanya fokus pada bisnis pribadi, Sugeng juga menjadi inisiator atau pemrakarsa berdirinya asosiasi penjual kendaraan bekas di wilayah Badung, Bali, guna memperkuat ekosistem bisnis otomotif lokal.

Pasca pandemi Covid-19, tepatnya pada tahun 2022, Sugeng memutuskan untuk bergabung menjadi anggota BMT UGT Nusantara. Keputusan ini didasari oleh ketertarikannya yang unik terhadap fenomena 'kaum bersarung'—sebutan khas untuk kalangan santri atau komunitas berbasis pesantren—yang terjun profesional di dunia ekonomi syariah.

"Bagi saya, melihat kaum bersarung berkiprah dalam ekonomi syariah adalah sesuatu yang sangat langka dan menarik," ungkapnya.

Bagi Sugeng, BMT UGT Nusantara bukan sekadar lembaga keuangan syariah biasa. Ia menilai ada nilai tambah yang tidak ditemukan di tempat lain, terutama dari segi pelayanan yang fleksibel dan humanis.

Beberapa poin utama yang membuatnya loyal antara lain Pelayanan tetap buka pada hari Sabtu dan Ahad , hal yang jarang ditemukan di lembaga keuangan konvensional. Kedua menjadi Solusi Bisnis, dan ini Sangat membantu perputaran modal dalam usaha jual beli kendaraan bekas miliknya. Ketiga Pendekatan Kekeluargaan, Sugeng merasa BMT UGT Nusantara mampu hadir sebagai pendengar yang baik atas keluhan dan masalah usahanya.

"BMT UGT Nusantara sudah seperti keluarga sendiri. Apa yang menjadi keluhan dan masalah kita, mereka bisa memberikan solusi dan memenuhi kebutuhan tersebut," pungkas Sugeng.

Kini, melalui Ki Ageng Motor dan kolaborasinya dengan ekosistem ekonomi syariah, H. Muhammad Sugeng terus membuktikan bahwa latar belakang apa pun bisa mencapai sukses asal dibarengi dengan kegigihan dan pemilihan mitra usaha yang tepat.