Kebangkitan Ekonomi Kaum Sarungan
Di tengah badai krisis ekonomi dan moneter yang merontokkan lembaga-lembaga keuangan yang berbasis pada ribawi, lembaga keuangan yang berbasis pada syariah terhindar dari krisis tersebut. Lembaga keuangan yang bersifat konvensional lebih sering menindas orang ekonomi rendah dengan memberikan bunga yang cukup besar. Dari sisi agama hal yang demikian itu sangat jelas sekali bahwa hukumnya adalah riba. Berangkat dari keprihatinan terhadap ekonomi ummat yang ketika itu (antara tahun 1995-1996) praktik ekonomi ribawi dalam bentuk rentener sudah menjalar ke desa-desa, termasuk ke Sidogiri, serta tercekiknya kaum lemah (dhuafa) dan kaum yang tertindas (mustad'afiin) menjadi pendorong berdirinya Koperasi BMT MMU di Sidogiri pada pertengahan tahun 1997.
Koperasi BMT MMU (Baitul Mal wa Tamwil Maslahah Mursalal lil Ummah) Sidogiri merupakan lembaga simpan pinjam dengan pola bagi hasil sesuai dengan syariah yang diprakarsai oleh beberapa aktivis dan alumni Pondok Pesantren Sidogiri. Sebelum itu, Ponpes Sidogiri telah mendirikan Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri, disingkat "Kepontren Sidogiri" sejak tahun 1961 yang dirintis oleh K.A Sa'doellah Nawawie (Penanggung Jawab dan Ketua Pengurus Ponpes Sidogiri). Keberadaan Kepontren Sidogiri yang kemudian hari menjadi cikal bakal kebangkitan ekonomi syariah di Sidogiri. Karena itulah, Pondok Pesantren Sidogiri mendapat predikat sebagai "Pesantren Wirausaha Pertama".
Sejak didirikan tahun 1997, Koperasi BMT MMU menunjukkan kemajuan yang signifikan baik dari segi aset, penerimaan kas dan laba bersihnya (SHU). Saat ini, unit pelayanannya telah berkembang menjadi 86 unit yang tersebar di berbagai tempat di Jawa Timur. Sejak 25 September 2009, alih bina Koperasi BMT MMU Sidogiri di ubah menjadi binaan Dinas Koperasi & UMKM Provinsi Jawa Timur. Kemudian, sejak November 2013, Koperasi BMT MMU Sidogiri berganti nama menjadi Koperasi BMT Maslahah Pasuruan.
Setelah sukses mengembangkan Koperasi BMT Maslahah Pasuruan, para pengurus memprakarsai berdirinya Koperasi BMT Usaha Gabungan Terpadu (UGT) Sidogiri yang aset, omzet dan laba bersihnya terus berkembang dan makin mendapat kepercayaan dari masyarakat. Kini, Koperasi BMT UGT Sidogiri telah memiliki 242 unit pelayanan yang tersebar di 10 provinsi di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta Utara dan luar Jawa.
Pandangan terhadap orang sarungan yang identik dengan orang-orang pesantren dan pedesaan telah bergeser. Orang sarungan ternyata mampu bekerja cerdas dan bekerja ikhlas sehingga mampu meraih kesuksesan dalam bidang keuangan mikro syariah pada ketiga koperasi syariah di Sidogiri yang mereka dirikan. Terbukti, bahwa Koperasi BMT UGT Sidogiri menduduki peringkat puncak The Best Islamic Micro Finance versi Karim Consulting Indonesia.
Keberhasilan tersebut merupakan perwujudan visi khidmah lil mah'had wa khidmah lil ummah (pengabdian pada pesantren dan pengabdian kepada umat) dan misi untuk berkhidmat kepada masyarakat melalui jalur pendidikan, sosial dan ekonomi. Lembaga-lembaga yang berlatar belakang Pondok Pesantren Sidogiri tersebut akan diperluas untuk mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil 'alamin).
Mokh. Syaiful Bakhri, S.Sos, lahir pada tanggal 29 Januari 1971. Selain aktif menulis, saat ini ia juga bekerja sebagai guru sosiologi di SMAN 1 Gondangwetan dan SMA Al-Yasini. Banyak sekali karya yang diciptakannya, salah satunya adalah Mahaguru Pesantren: Kisah Perjalanan Hidup Ulama Legendaris Syaichona Cholil Bangkalan (2015).
Analisis
Buku dengan judul Sukses Koperasi Syariah di Sidogiri: The Best Islamic Micro Finance ini berisi dialog, gagasan, profil lembaga dan rekam jejak kesuksesan para aktivis dan alumni pesantren dalam mengembangkan koperasi syariah melalui Kepontren Sidogiri, Koperasi BMT Maslahah dan Koperasi BMT UGT Sidogiri.
Buku ini tak ubahnya seperti sejarah di balik kebangkitan ekonomi di Sidogiri, yang bermula dari sebuah kedai dan warung klontong di dalam lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri hingga menjadi sebuah lembaga keuangan mikro syariah terbaik di Indonesia. Dengan bahasa yang santun dan mudah dimengerti, penulis dapat menjelaskan dengan sangat runtut perkembangan demi perkembangan BMT UGT Sidogiri yang signifikan dari tahun ke tahun.
Pada bagian awal buku ini berisi dialog pendahuluan oleh Mahmud Ali Zain selaku penggagas SNF (Sidogiri Network Forum) terkait dengan sejarah berdiri dan perkembangan Kepontren Sidogiri, Koperasi BMT Maslahah dan Koperasi BMT UGT Sidogiri secara jelas dan rinci. Selain itu, di akhir buku penulis juga menyertakan dialog dengan Dr. Raditya Sukmana, Dosen Pondasi Ekonomi Islam UNAIR Surabaya saat berkunjung ke Koperasi BMT UGT Sidogiri karena tertarik untuk mempelajari pengalaman Koperasi di Sidogiri yang asetnya terus meningkat secara pesat dan konsisten.
Tidak hanya menceritakan sejarah berdiri, perkembangan dan profil lembaga BMT UGT Sidogiri, penulis juga menjelaskan apa yang menjadi kunci utama dari suksesnya ketiga keuangan mikro syariah tersebut, salah satunya adalah dengan melakukan pendekatan emosional menuju pendekatan professional yang dilandasi oleh keempat sifat Nabi Muhammad SAW yaitu STAF (Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathonah).
Kesuksesan Koperasi di Sidogiri tersebut dapat dijadikan sebagai model pemberdayaan ekonomi umat dan direplikasi sehingga kesuksesan koperasi syariah dapat menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Itulah yang sekiranya ingin disampaikan oleh Mokh. Syaiful Bakhri dalam bukunya yang berjudul Sukses Koperasi Syariah di Sidogiri: The Best Islamic Micro Finance ini. Buku ini sangatlah cocok dibaca oleh semua kalangan, karena di dalamnya mengandung pelajaran, kiat-kiat, dan prinsip dasar dalam berwirausaha terutama yang berlandaskan dengan prinsip-prinsip syariah dalam mewujudkan kesejahteraan ekonomi umat demi terwujudnya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Judul : Sukses Koperasi Syariah di Sidogiri : The Best Islamic Micro Finance
Penulis : Mokh. Syaiful Bakhri
Penerbit : Cipta Pustaka Utama
Tahun : 2015
Tebal : 152 halaman
(Qoidatul Khikmah/MSB)

