Satu Desa Tiga Koperasi Nasional
Sudah lama Sidogiri dikenal sebagai desa yang berdiri di dalamnya Pondok Pesantren Sidogiri. Berkat keberadaan Pondok Pesantren Sidogiri itulah, keberadaan desa Sidogiri makin dikenal luas baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Kini nama Sidogiri makin dikenal luas di tingkat nasional berkat keberadaan tiga koperasi. Ketiga koperasi yang dimaksud yaitu Kopontren Sidogiri (berdiri sejak 1961), Koperasi BMT Maslahah Pasuruan (berdiri sejak 1997) dan Koperasi BMT UGT Sidogiri (berdiri sejak 2000).
Ketiga koperasi yang ada di desa Sidogiri itu masuk dalam daftar 100 Koperasi Besar Indonesia. Berdasarkan buku 100 Koperasi Besar Indonesia yang diterbitkan oleh Majalah Peluang (November 2015), Koperasi BMT UGT Sidogiri berada pada peringkat ke-6, Koperasi BMT Maslahah Pasuruan berada pada peringkat ke-32 dan Kopontren Sidogiri berada pada peringkat ke-62.
Ada tiga kriteria yang digunakan untuk menentukan peringkat koperasi besar di Indonesia yaitu berdasarkan aset, volume dan anggota. Berdasarkan tiga kriteria itulah, Koperasi BMT UGT Sidogiri, Koperasi BMT Maslahah Pasuruan dan Kopontren Sidogiri bisa masuk dalam daftar 100 koperasi besar Indonesia.
Koperasi BMT UGT Sidogiri berada pada peringkat ke-6 karena memiliki aset Rp 1.509.560 juta, volume Rp 929.250 juta dan 11.602 anggota. Begitupula dengan Koperasi BMT Maslahah Pasuruan yang berada pada peringkat ke-32 karena memiliki aset Rp 342.435 juta, volume Rp 268.799 juta dan 4.252 anggota. Sedangkan Kopontren Sidogiri berada pada peringkat ke-62 karena memiliki aset Rp 67.724 juta, volume Rp 340.518 juta dan 1.526 anggota.
Kospin Jasa Pekalongan berada pada peringkat ke-1 karena memiliki aset Rp 4.872.435 juta, volume Rp 3.619.697 juta dan 8.070 anggota. Untuk peringkat ke-2 diduduki oleh Kopdit CU Lantang Tipo Sanggau Kalbar yang memiliki aset Rp 2.227.431 juta, volume Rp 1.567.011 dan 166.183 anggota. Sedangkat peringkat ke-3 yaitu Kopdit Pancur Kasih Kalbar yang memiliki aset Rp 1.623.707 juta, volume Rp 1.086.194 juta dan 127.927 anggota.
Peringkat ke-100 diduduki oleh Kopdit Sejahtera Bogor yang memiliki aset Rp 91.544 juta, volume Rp 110.000 juta dan 2.446 anggota. Itu berarti, bila ada koperasi yang ingin masuk dalam daftar 100 koperasi besar Indonesia, minimal harus memiliki aset, volume dan anggota melebihi dari yang dimiliki oleh Kopdit Sejahtera Bogor.
Mokh. Syaiful Bakhri

