BMT UGT Nusantara Jajaki Pembiayaan Instalasi Air Bersih dengan PDAM Kabupaten Kubu Raya
KUBU RAYA - KSPPS BMT UGT Nusantara melakukan kunjungan kerja ke kantor PERUMDA Tirta Raya Kabupaten Kubu Raya, Selasa (20/1/2026). Pertemuan yang berlangsung selama satu setengah jam mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB ini membahas skema pembiayaan instalasi air bersih untuk masyarakat Kabupaten Kubu Raya. PDAM Tirta Raya menargetkan penambahan 25.000 pelanggan baru hingga tahun 2029 di empat desa di Kecamatan Sungai Kakap.
Delegasi BMT UGT Nusantara dipimpin langsung oleh General Manager HM Sholeh Wafie, didampingi Miftahul Bahri selaku Kepala Divisi Pembiayaan, M Sholihin Kepala Cabang Pontianak, Mahmudi Kepala Cabang Kubu Raya dan Muzhar Wakil Kepala Cabang Kubu Raya. Turut hadir perwakilan Water.org sebagai mitra strategis, yakni Sofie Ariani (Senior Partnership Account Manager) dan Jeni Sukmara (Fasilitator). Tim ini diterima langsung oleh Direktur Utama PERUMDA Tirta Raya Harmawan dan Kepala Bidang Keuangan Wahyu.
Direktur Utama PERUMDA Tirta Raya Harmawan memaparkan rencana ambisius perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan air bersih. "Kami menargetkan 25.000 pelanggan baru hingga tahun 2029," ujar Harmawan. Empat desa prioritas penyambungan semuanya berada di Kecamatan Sungai Kakap, yakni Desa Rengas Kapuas, Desa Pal Sembilan, Desa Sungai Kakap, dan Desa Perdamaian.
Harmawan menjelaskan, PERUMDA Tirta Raya mulai tahun 2027 sudah dapat melayani instalasi air bersih ke rumah-rumah masyarakat. Sistem pembiayaan infrastruktur dibagi dalam tiga kategori. Pertama, pipa utama yang seluruh biayanya ditanggung PDAM. Kedua, pipa distribusi bantu juga dibiayai sepenuhnya oleh PDAM. Ketiga, pipa distribusi layanan yang biayanya merupakan swadaya masyarakat dengan sistem urunan berdasarkan jumlah pelanggan di wilayah tersebut.
Selain biaya pipa distribusi layanan yang diurunkan masyarakat, setiap pelanggan yang ingin disambung ke rumahnya harus membayar biaya instalasi PDAM dan biaya penyambungan sebesar Rp1,5 juta. Total biaya yang harus disiapkan masyarakat untuk dapat menikmati air bersih PDAM inilah yang menjadi fokus skema pembiayaan BMT UGT Nusantara.
Kepala Bidang Keuangan PERUMDA Tirta Raya Wahyu menyampaikan harapan kerjasama yang lebih luas dengan BMT UGT Nusantara. "Selain pembiayaan instalasi untuk pelanggan baru, kami berharap pelanggan yang sudah eksis dapat menabung setiap hari ke BMT UGT Nusantara," ungkap Wahyu. Dengan demikian, pelanggan dapat lebih mudah melakukan pembayaran tagihan PDAM melalui aplikasi Mobile UGT yang terintegrasi dengan sistem pembayaran.
Skema kerjasama ini dinilai saling menguntungkan. PDAM Tirta Raya dapat mempercepat pencapaian target perluasan pelanggan karena masyarakat terbantu dengan pembiayaan syariah yang dapat dicicil. Sementara bagi BMT UGT Nusantara, kerjasama ini membuka peluang untuk menyalurkan pembiayaan produktif sekaligus membangun basis anggota tabungan yang lebih luas di Kabupaten Kubu Raya.
General Manager BMT UGT Nusantara HM Sholeh Wafie menjelaskan, produk pembiayaan Air Bersih dan Sanitasi yang ditawarkan telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sistem angsuran yang fleksibel memungkinkan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dapat mengakses layanan air bersih PDAM tanpa terbebani biaya instalasi di awal.
Kabupaten Kubu Raya merupakan wilayah strategis bagi BMT UGT Nusantara. Dari total 40 kantor yang tersebar di Kalimantan Barat, 7 kantor berada di Kabupaten Kubu Raya. Jaringan kantor yang luas ini memudahkan akses masyarakat untuk memanfaatkan layanan pembiayaan air bersih dan sanitasi di berbagai kecamatan.
Kehadiran Water.org dalam pertemuan ini semakin memperkuat ekosistem pembiayaan air bersih dan sanitasi di wilayah Kalimantan Barat. Water.org yang telah berpengalaman mendampingi lembaga keuangan mikro di berbagai negara memberikan asistensi teknis dalam pengembangan produk dan manajemen risiko pembiayaan sektor air bersih.
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan teknis mengenai mekanisme pembiayaan, termasuk skema cicilan, jangka waktu, dan prosedur pengajuan. PERUMDA Tirta Raya dan BMT UGT Nusantara akan menyusun Nota Kesepahaman (MoU) yang mengatur detail kerjasama, termasuk integrasi sistem pembayaran antara Mobile UGT dengan sistem billing PDAM.
Dengan kerjasama ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Kubu Raya, khususnya di empat desa prioritas Kecamatan Sungai Kakap, dapat lebih mudah mengakses air bersih berkualitas melalui jaringan PDAM. PERUMDA Tirta Raya pun dapat mencapai target perluasan 25.000 pelanggan baru secara lebih cepat dan efisien hingga tahun 2029.

