Bila Kedua Orang Tua Bekerja, Mendidik Anak Tidak Akan Optimal

Mei 22, 2016 - 00:00
 51
Bila Kedua Orang Tua Bekerja, Mendidik Anak Tidak Akan Optimal

Antara bekerja dan mendidik anak merupakan masalah yang saat ini banyak dihadapi oleh keluarga baru terutama di kota-kota besar. Idealnya, yang berkewajiban untuk mencari nafkah bagi keluarga itu adalah suami. Namun, banyak wanita yang saat ini juga membantu suami dalam mencari nafkah sehingga keduanya sama-sama bekerja di luar rumah.

Pada masa awal pernikahan saat keduanya masih belum memiliki seorang anak, hal tersebut tidak menimbulkan masalah. Mereka masih dapat menikmati kebersamaan di sela-sela kesibukan kerja. Namun, apabila mereka mulai memiliki seorang anak, mereka akan dihadapkan pada masalah yang sangat pelik antara mendidik anak dan bekerja. Sedangkan, di antara kedua hal itu, terutama bagi seorang ibu, sangat sulit untuk dilaksanakan pada saat yang bersamaan.

“Apabila seorang istri dan suami sama-sama bekerja di luar rumah, tentunya maka mereka tidak akan optimal dalam mendidik anak karena biasanya anaknya dititipkan pada neneknya,” demikian disampaikan oleh Prof. Abdurrahman Ginting, M.Ed.M.Si pada Seminar Nasional Hardiknas Tahun 2016 dengan tema “Optimalisasi Peran dan Fungsi Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Kabupaten Pasuruan", Minggu (22/5/2015) di GOR Sasana Krida Anoraga Raci, Bangil, Pasuruan.

Dalam seminar nasional yang digelar oleh Pengurus PGRI Kabupaten Pasuruan itu, dihadiri oleh Bupati Pasuruan HM. Irsyad, Yusuf, Ketua PGRI Jatim Ichwan Sumadi, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan, Ketua PGRI Kabupaten Pasuruan Iswahyudi dan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan KH. Mujtaba Abdussomad. Peserta seminar sebanyak 4000-an orang PNS guru se-kabupaten Pasuruan dari jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA dan SMK.

Menurut Konsultan Pendidikan Nasional Direktorat Pendidikan Pembinaan Pendidik dan Kependidikan Kemendikbud ini, fenomena kedua orang tua yang sama-sama bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anaknya tidak dapat ditangani dengan optimal juga dialami oleh anaknya sendiri. “Anak perempuan saya yang sudah menikah itu bekerja dan suaminya juga bekerja. Anaknya dititipkan pada neneknya. Karena dititipkan pada neneknya, anaknya selalu dimanjakan. Neneknya tidak berani memarahi cucunya,” papar Guru Besar UNINUS Bandung ini kepada  para peserta seminar.

Tentu saja, apabila seorang anak senantisa dimanjakan oleh neneknya dan kedua orang tuanya tidak dapat mendidik dengan baik, maka hal tersebut dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap perkembangan kepribadian seorang anak. “Meski demikian, sebagai seorang kakek tugas saya adalah menyayangi cucu, sedangkan pendidikan itu merupakan tugas orang tuanya,” tukasnya seraya menegaskan bahwa tugas mendidik anak itu merupakan tanggung jawab orang tua yang tidak dapat diabaikan demi kebaikan anaknya di masa yang akan datang.

Mokh. Syaiful Bakhri