Berebut Menjadi Anggota Koperasi

Feb 17, 2014 - 00:00
 86
Berebut Menjadi Anggota Koperasi

 Selain RAT, yang tak kalah menariknya adalah fenomena membludaknya orang-orang yang mendaftar sebagai anggota koperasi. Maka pada setiap bulan Januari dan Februari akan ada hal yang tidak biasa di kantor pusat Kopontren Sidogiri, Koperasi BMT Maslahah dan Koperasi BMT UGT Sidogiri. Selama masa pendaftaran tiga kantor koperasi di Sidogiri itu diserbu oleh orang-orang yang mau mendaftarkan diri sebagai anggota koperasi. Mereka berebut antrian untuk bisa mendaftar sebagai anggota baru koperasi. Karena masa pendaftaran anggota baru hanya beberapa hari saja, maka tak mengherankan terjadi antrian yang sangat panjang.

Pagi jam 06.00 WIB tanggal 5 Februari  2013 di kantor BMT Maslahah sudah dipenuhi oleh orang-orang yang ingin mengambil kupon antrian. Padahal, pendaftarannya baru akan dibuka pada jam 07.00 WIB. Tapi satu jam sebelum pendaftaran orang-orang sudah berjubel untuk mengambil kupon antrian. Dan ketika jam menunjukkan pukul 07.15 WIB antrian pendaftar sudah mencapai  98 antrian. Dua jam kemudian sekitar jam 09.00 WIB pendaftaran sudah ditutup karena antrian pendaftaran sudah mencapai 200 orang. Pendaftaran terpaksa ditutup karena antrian pendaftaran sudah panjang sehingga tidak memungkinkan lagi untuk melayani antrian pendaftaran baru pada hari itu.

Beberapa pendaftar yang datang pada jam 09.00 WIB pada hari pertama pendaftaran terpaksa harus balik kucing. Mereka tidak bisa mengambil kupon antrian karena sudah habis. Berarti mereka harus kembali esoknya untuk mengambil kupon antrian. Dan untuk itu, mereka harus datang lebih pagi lagi supaya tidak mengalami nasib yang sama. “Istri saya harus pulang lagi ke kota Pasuruan karena pendaftaran sudah ditutup padahal istri saya datang sekitar jam 09.15 WIB,” kata Pak Teguh, guru Sejarah SMA Excellent Al-Yasini.

“Antrian pendaftaran menjadi anggota baru koperasi tak ubahnya seperti antrian orang orang yang berebut sembako,” kata salah seorang pendaftar. Memang, selama lima lima hari mulai dari tanggal 5 Februari sampai dengan tanggal 10 Februari 2014 mulau dari dari jam 06.00 WIB pagi sampai 16.00 WIB sore kantor pusat Koperasi  BMT Maslahah ramai dengan kerumunan pendaftar baru.

Hal serupa juga terjadi di Kantor Koperasi BMT UGT Sidogiri. Pada hari pertama pendaftaran yaitu tanggal 1 Februari  2014 antrian pendaftar menjadi anggota baru koperasi juga membludak. Mulai dari ruang  customer service sampai dengan teras kantor pusat Koperasi BMT UGT Sidogiri dipenuhioleh para pendaftar. Sebagai dari mereka duduk lesehan di teras sambil menunnggu giliran untuk diproses pendaftarannya.

Beberapa pendaftar juga harus balik lagi karena pendaftaran sudah ditutup meski jam menunjukkan pukul 11.00 WIB. Mereka harus datang lagi keesokan harinya supaya bisa mendaftar.  Bahkan ada hal yang lucu, seminggu sebelum pendaftaran dibuka ada seorang calon anggota yang datang. Dia menyatakan keinginannya untuk mendaftar sebagai anggota baru Koperasi BMT UGT Sidogiri. “Saya ke sini datang bersama dengan dua orang anak saya untuk mendaftar sebagai anggota koperasi,” katanya.

Karena pendaftaran anggota baru belum dibuka, maka calon anggota tersebut terpaksa harus pulang. “Silakan Bapak datang nanti pada hari Sabtu tanggal 1 Februari. Sekarang pendaftaran anggota baru masih belum dibuka,” kata Ismail, salah seorang karyawan Koperasi BMT UGT Sidogiri yang berada di ruang customer service.

Mengapa banyak orang yang mendaftarkan diri sebagai anggota koperasi di Sidogiri? Jawaban pertanyaan ini akan dibahas panjang lebar pada tulisan kedua yang secara khusus mengupas “Makin Terbukanya Pintu Kesejahteraan” yang dirasakan oleh ribuan orang dengan menjadi anggota koperasi yang ada di Sidogiri. [Mokh. Syaiful Bakhri]