Dana Sosial BMT UGT Sidogiri Rp 9 Miliar
Seiring dengan pertumbuhan aset dan omzet Koperasi BMT UGT Sidogiri yang setiap tahunnya meningkat secara tetap dan konsisten, alokasi dana sosial Koperasi BMT UGT Sidogiri untuk kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat juga semakin besar setiap tahunnya. Pada RAT tahun buku 2013 yang dilaksanakan tanggal 22 Februari 2014 yang lalu, diputuskan bahwa alokasi dana sosial Koperasi BMT UGT Sidogiri adalah sebesar Rp 9.047.315.046.
Bila dibandingkan dengan alokasi dana sosial pada tahun buku 2012, maka dana sosial untuk tahun buku 2013 ini mengalami peningkatan yang sangat tajam. Pada tahun buku 2012, dana sosial Koperasi BMT UGT Sidogiri sebesar Rp 4,9 miliar.
Dana sosial Koperasi BMT UGT Sidogiri ini hampir sama dengan konsep dana CSR (Corporate Social Responsibility) atau PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) merupakan wujud kepedulian Koperasi BMT UGT Sidogiri untuk membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat seperti masalah kemiskinan, pendidikan dan kesehatan.
Untuk itu, Koperasi BMT UGT Sidogiri mengalokasikan dana sebesar 15 % atau setara dengan Rp 9 miliar dari pembagian SHU untuk dana sosial. Dana sosial tersebut yang diberikan kepada 5 % atau setara dengan Rp 3miliar untuk Pondok Pesantren Sidogiri, 3 % atau setara dengan Rp 1,8 miliar untuk Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS), 3 % atau setara dengan Rp 1,8 miliar untuk Urusan Guru Tugas (UGT) Pondok Pesantren Sidogiri dan 4 % atau setara dengan Rp 2,4 miliardikelola sendiri oleh Koperasi BMT UGT Sidogiri.
H. Mahmud Ali Zain selaku Ketua Pengurus sekaligus penggagas Koperasi UGT Sidogiri mengatakan, dana sosial yang dialokasi oleh Koperasi BMT UGT Sidogiri diharapkan mampu memberikan solusi atas permasalahan perekonomian di tengah masyarakat. Selain mengalokasikan dana sosial sebesar Rp 9 miliar dari SHU, Koperasi BMT UGT Sidogiri pada tahun buku 2013 ini juga mengeluarkan zakat sebesar Rp 5.200.450.928 yang pengelolaannya bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Sidogiri.
Mendukung Program QT
Untuk dana sosial yang diberikan kepada alumni Pondok Pesantren Sidogiri melalui Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS), dimanfaatkan untuk mendukung program Qoryah Toyyibah (QT). Program unggulan IASS yang diluncurkan sejak awal Januari 2014 ini, ditujukan untuk membangun dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial dan lingkungan. Melalui program ini, IASS bertekad ikut membangun Indonesia dalam mewujudkan Baldatun Toyyibatun wa Rabbun Ghofur.
“Kami ingin berpartisipasi dalam membangun Indonesia tanpa harus membebani anggaran pemerintah. Yang ingin kami lakukan adalah memberikan program-program pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan Indonesia yang Baldatun Toyyibatun wa Rabbun Ghofur,” demikian ditegaskan oleh H. Mahmud Ali Zain yang sekaligus menjadi Direktur QT saat sosialisasi program QT di Pendopo Desa Karanganyar beberapa waktu yang lalu.
Menurutnya, visi program ini adalah membangun masyarakat yang MAS yaitu Mandiri, Aman dan Sejahtera. Untuk tahap awal program ini baru membidik 4 desa yang ada di Kecamatan Kraton yaitu desa Karanganyar, Ngempit, Sidogiri dan Jeruk. “Di masa yang akan datang diharapkan dapat menjangkau seluruh kecamatan yang ada di Kecamatan Kraton, kemudian meluas se-kabupaten Pasuruan dan akhirnya dapat menjangkau Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia,” paparnya optimis. Mokh. Syaiful Bakhri

