Wisata Relijius Koperasi Syariah

Feb 9, 2014 - 00:00
 42
Wisata Relijius Koperasi Syariah

 

“Wisata Relijius Koperasi Syariah” merupakan istilah baru yang muncul dan berkembang seiring dengan kesuksesan tiga koperasi berbasis pondok pesantren yang ada di Sidogiri. Tiga koperasi yang dimaksud yaitu Kopontren Sidogiri (berdiri 1961), Koperasi BMT Maslahah (berdiri 1997) dan Koperasi BMT UGT Sidogiri (berdiri 2000)

Disebut istilah baru karena selama ini ketika menyebut kata “wisata relijius” biasanya dikaitkan dengan makam para wali, masjid bersejarah ataupun tempat-tempat lain yang memiliki nuansa relijius. Karena itu, kota-kota tertentu di Indonesia yang memiliki makam wali ataupun masjid bersejarah menjadikan “wisata relijius” sebagai salah satu obyek wisata unggulan.

Beberapa tahun terakhir Sidogiri menjadi salah satu tujuan wisata relijius koperasi syariah. Tentu saja, hal ini menjadi nilai tambah dari obyek wisata relijius Sidogiri yang sebelumnya sudah cukup lama terkenal yaitu Pondok Pesantren Sidogiri dan kompleks pemakaman masyayikh Sidogiri yang berada di belakang masjid Jamik Sidogiri.

Dikatakan “wisata relijius” karena obyek yang dikunjungi oleh para pengunjung yaitu Kopontren Sidogiri, Koperasi BMT Maslahah dan Koperasi BMT UGT Sidogiri yang dikelola dengan menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan usahanya. Koperasi BMT Maslahah dan Koperasi BMT UGT Sidogiri, merupakan koperasi jasa keuangan syariah (KJKS), sedang Kopontren Sidogiri merupakan koperasi serba usaha (KSU) yang kini gencar mempromosikan brand “Basmalah”.

Istilah “koperasi syariah” digunakan untuk membedakan dengan “koperasi konvensional”. Apabila dalam “koperasi konvensional” menggunakan bunga dalam kegiatan usahanya, maka dalam “koperasi syariah”, tidak dikenal istilah bunga (interest). Koperasi syariah menerapkan akad-akad syariah dalam menjalankan usahanya seperti akad mudharabah atau bagi hasil, akad jual beli ataupun akad sewa. Koperasi syariah merupakan penerapan syariat Islam dalam bidang ekonomi.

Karena menjadi obyek wisata relijius koperasi syariah, maka banyak pengunjung yang datang dari berbagai tempat di Indonesia yang berkunjung ke Sidogiri . .Mereka yang datang ke Sidogiri berasal dari berbagai kalangan. Ada yang datang dari kalangan mahasiswa, akadamisi perguruan tinggi, pemerintah daerah, peneliti maupun dari kalangan media massa.

“Ini merupakan fenomena yang menarik. Biasanya banyak orang dari desa ke kota untuk melakukan studi banding, tetapi sekarang, Sidogiri menjadi tujuan studi banding orang -orang dari kota. Orang-orang dari kota dari berbagai tempat di Indonesia banyak yang berkunjung ke Sidogiri. Alhamdulillah, dari seluruh provinsi mulai dari Sumatera sampai Papua sudah berkunjung ke Sidogiri baik berkunjung ke Kopontren Sidogiri, Koperasi BMT Maslahah maupun ke Koperasi BMT UGT Sidogiri,” kata H. Mahmud Ali Zain beberapa waktu yang lalu saat sosialisasi progam Qoryatut Toyyibah (QT) di Pendopo Desa Sidogiri (1/2/2014)

Kunjungan ke Sidogiri sebagai obyek wisata relijius koperasi syariah makin meningkat seiring dengan torehan prestasi yang berhasil di raih oleh ketiga koperasi di Sidogiri tersebut. Berdasarkan urutan 10 BMT terbesar versi majalah Investor edisi September 2010, Koperasi BMT UGT Sidogiri menduduki tingkat pertama, sedang Koperasi BMT Maslah menduduki tingkat ketiga.  

Prestasi lainnya, Koperasi BMT UGT Sidogiri dinobatkan oleh Kementrian Koperasi Pusat di Jakarta sebagai Koperasi Jasa Keuangan Syariah Terbesar se-Indonesia Tahun 2012, menduduki.rangking 3 dari 100 Koperasi Besar Indonesia Versi Majalah Peluang Tahun 2012, mendapat penghargaan Lifetime Achievement dalam ajang BSM UMKM Award 2012.

Berdasarkan info terbaru yang dirilisi oleh Karim Consulting Indonesia pada 3 Februari 2014 yang lalu, Koperasi BMT UGT Sidogiri berhasil menduduki peringkat pertama dalam The Best Islamic Micro Finance berdasarkan penilaian pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), pertumbuhan pembiayaan dan tingkat profitabilitas (ROA & ROE). Penganugerahan award atas pencapaian tersebut akan dilakukan pada 24 Februari mendatang.

Itu tadi prestasi dari Koperasi BMT UGT, Koperasi BMT Maslahah juga mendulang berbagai prestasi gemilang. Di antaranya berhasil mencatatkan diri sebagai jawara dalam Lomba Karya Penanggulangan Kemiskinan (Pro Poor Award) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2012, rangking 14 dari 100 Koperasi Besar Indonesia Versi Majalah Peluang Tahun 2012 dan rangking 2 dari 10 Koperasi Jasa Keuangan Syariah Terbesar Indonesia Tahun 2012.

Para pengelola koperasi yang berada di Sidogiri juga mendapat pengakuan baik tingkat provinsi maupun nasional. Ketua Pengurus Koperasi BMT UGT Sidogiri H. Mahmud Ali Zain yang sekaligus sebagai Pengawas Manajemen Koperasi BMT Maslahah dan Kopontren Sidogiri dinobatkan sebagai Tokoh Koperasi Jawa Timur Tahun 2012.

Pada awal Januari 2014 yang lalu, beliau juga mendapat penghargaan “Nahnu Ansorulloh” dari Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua PP GP Ansor  Nusron Wahid  pada acara Apel Kebangsaan Banser dalam rangka memeringati Harlah GP Ansor yang ke-80.

Prestasi, penghargaan dan pengakuan terhadap koperasi di Sidogiri itulah yang membuat minat berbagai kalangan untuk berkunjung ke Sidogiri. Tentu saja, hal ini akan dapat menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat Sidogiri dan sekitarnya. “Kami sering kedatangan tamu dari dalam dan luar negeri. Mereka sering menanyakan oleh-oleh khas Sidogiri,” papar H. Dumairi Nor, Manager Utama, Koperasi BMT Maslahah.

Selain itu, menurutnya, ada peluang lain yang perlu dikembangkan yaitu warung atau makanan yang memenuhi kelayakan untuk jamuan para tamu. Termasuk juga tempat penginapan bagi para tamu. “Kami sering mengarahkan untuk menginap di BJP Perdana dan Semeru Park yang ada di kota Pasuruan bila ada tamu yang memiliki keperluan beberapa hari di Sidogiri,”

Ayo, siapa yang dapat memanfaatkan peluang bisnis dari berkah wisata relijius koperasi syariah di Sidogiri ini.

 

[Mokh. Syaiful Bakhri]