Sinergi BMT UGT Nusantara dan LAZ Sidogiri Tinjau Lokasi Bencana dan Salurkan Bantuan Produktif Anggota yang menjadi Korban Erupsi Semeru

Feb 11, 2026 - 09:32
 164
Sinergi BMT UGT Nusantara dan LAZ Sidogiri Tinjau Lokasi Bencana dan Salurkan Bantuan Produktif Anggota yang menjadi Korban Erupsi Semeru
foto bersama pihak BMT UGT Nusantara, LAZ Sidogiri dan kepala desa Supit Urang

LUMAJANG – KSPPS BMT UGT Nusantara bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sidogiri menggelar aksi solidaritas "UGT Peduli" bagi korban erupsi Gunung Semeru, Ahad (18/1/2026). Rangkaian kegiatan ini diawali dengan peninjauan lokasi terdampak dan diakhiri dengan penyaluran bantuan modal usaha di Kantor BMT UGT Nusantara Cabang Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Sebelum memusatkan kegiatan di kantor cabang, rombongan gabungan BMT UGT Nusantara dan LAZ Sidogiri melakukan peninjauan langsung ke Desa Supit Urang, Kabupaten Lumajang. Lokasi ini merupakan salah satu titik yang terdampak cukup parah akibat erupsi. Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk melihat kondisi riil pemukiman warga serta memastikan validitas data agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Setelah meninjau lokasi, rombongan bergerak menuju Kantor Cabang Pasirian untuk menyerahkan bantuan secara simbolis kepada anggota BMT UGT Nusantara yang terdampak erupsi Semeru yang dalam haal ini diwakili oleh Kepala Desa Supit Urang. Bendahara Pengurus BMT UGT Nusantara, Nurcholis Majid, memimpin langsung kegiatan ini dengan didampingi Kepala Divisi Baitul Maal, Aunur Rahman, dan Kepala Cabang Pasirian, Sugeng Riadi.

Kolaborasi dengan LAZ Sidogiri ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan manfaat. Fokus utama bantuan kali ini adalah pemulihan ekonomi pascabencana. Bantuan dirancang sebagai stimulus modal usaha agar anggota yang terdampak tidak terus menerus bergantung pada bantuan konsumtif, tetapi mampu bangkit secara mandiri.

Perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten Lumajang,yang akrab dipanggil Ibu Tata, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi langkah konkret kedua lembaga ini. Ia menekankan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan yang bersifat jangka panjang dan memberdayakan.

"Bantuan ini diharapkan bisa menjadi bantuan produktif, bukan konsumtif, sehingga anggota bisa memulai usaha dengan bantuan ini," ujar Tata dalam sambutannya di hadapan para penerima manfaat.

Sinergi antara BMT UGT Nusantara, LAZ Sidogiri, dan pemerintah daerah ini diharapkan menjadi model penanganan dampak bencana yang efektif. Dengan adanya stimulus modal usaha, pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya anggota di wilayah terdampak erupsi Lumajang, diharapkan dapat berjalan lebih cepat.