Gelar Pra RAT di Malang, BMT UGT Nusantara Dorong Anggota Lebih Produktif
MALANG – KSPPS BMT UGT Nusantara menggelar Rapat Anggota Pra RAT dan Jaring Aspirasi di Warung Pedas Tangkilsari, Kecamatan Tajinan, Malang, Ahad (25/1/2026). Kegiatan ini bertujuan menghimpun masukan strategis anggota sebagai bahan evaluasi kinerja tahun buku 2025. Forum tersebut sekaligus menjadi ajang pemantapan visi misi dan program kerja organisasi untuk tahun 2026.
Agenda ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Pengurus BMT UGT Nusantara M. Imron Husnan, Manager Keuangan H. Abdussalam, serta Kepala Divisi IT M. Iqbal Fatah. Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Malang, Tito Fibrianto, turut hadir memantau jalannya rapat. Perwakilan pengurus BMT UGT Nusantara wilayah Malang dan Ratusan anggota wilayah Malang tampak memenuhi lokasi untuk mengikuti pembahasan kinerja koperasi.
Forum ini menjadi mekanisme penting bagi pengurus untuk mendengar aspirasi langsung dari anggota di tingkat daerah. Fokus utama pembahasan mencakup evaluasi layanan tahun sebelumnya dan rancangan strategi menghadapi tantangan ekonomi mendatang. Transparansi dan komunikasi dua arah menjadi prioritas dalam pertemuan ini demi menjaga kepercayaan anggota.
Dalam sambutannya, Tito Fibrianto menekankan pentingnya adaptasi anggota koperasi terhadap perkembangan zaman. Ia mendorong seluruh elemen BMT UGT Nusantara untuk meningkatkan kapabilitas diri seiring dengan modernisasi sistem koperasi.
"Anggota diharapkan ikut menyukseskan program pengurus, terutama dalam aspek digital, produktif, dan militan," ujar Tito di hadapan para peserta.
Senada dengan Tito, M. Imron Husnan meminta anggota untuk tidak ragu memberikan evaluasi objektif terhadap kinerja pengurus. Menurutnya, pertumbuhan koperasi sangat bergantung pada keterlibatan aktif anggotanya dalam memberikan koreksi dan ide baru.
"Kami butuh saran dan masukan untuk kebaikan BMT UGT ke depan. Silakan disampaikan usulan anggota agar koperasi menjadi lebih baik lagi," tegas Imron.
Sesi diskusi berjalan interaktif saat membahas program sosial lembaga. Salah satu anggota, Sri Andriani, menanyakan teknis partisipasi program UGT Peduli terkait infak senilai dua ribu rupiah. Menanggapi pertanyaan tersebut, M. Imron Husnan menjelaskan bahwa sistem kini telah terdigitalisasi.
"Untuk infak program tersebut akan ditarik otomatis pada rekening anggota, sehingga prosesnya lebih praktis dan akuntabel," jelas Imron.
Seluruh aspirasi yang terserap dalam pertemuan di Malang ini akan dibawa ke tingkat pusat sebagai bahan rumusan kebijakan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT). Pengurus BMT UGT Nusantara berkomitmen menjadikan masukan anggota sebagai landasan utama dalam menyusun rencana kerja tahun buku 2026.

