Gelar Pra RAT di Surabaya, BMT UGT Nusantara Fokus Jaring Aspirasi dan Perluasan Program Sosial Ekonomi
SURABAYA – KSPPS BMT UGT Nusantara menyelenggarakan Rapat Anggota Pra RAT dan Jaring Aspirasi di Aula BG Junction Jl Bubutan no 1-7 Kota Surabaya, pada Sabtu (24/1/2026). Kegiatan strategis ini digelar untuk menghimpun masukan anggota sebagai bahan evaluasi Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2025, sekaligus merumuskan visi dan program kerja organisasi untuk tahun buku 2026.
Agenda ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus pusat dan manajemen, antara lain Ketua Pengurus H. Abd Majid Umar, General Manager H. Sholeh Wafie, dan Manager Pengendalian Resiko M. Muhlas. Turut hadir pula perwakilan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Surabaya, Pujo Wiswoyo S.E., serta anggota BMT UGT Nusantara wilayah Surabaya.
Dalam sambutannya, Pujo Wiswoyo mengapresiasi kinerja BMT UGT Nusantara yang terus menunjukkan tren positif. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap koperasi ini semakin menguat, dibuktikan dengan ekspansi jaringan kantor cabang yang terus bertambah.
"Kepercayaan masyarakat tumbuh karena pengelolaan BMT UGT dilakukan dengan baik dan transparan," ungkap Pujo di sela-sela kegiatan.
Sementara itu, Ketua Pengurus BMT UGT Nusantara, H. Abd Majid Umar, menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah komunikasi dua arah antara pengurus dan anggota. Ia menegaskan bahwa aspirasi anggota adalah kunci utama perbaikan kualitas layanan lembaga ke depan.
"Kami butuh saran dan masukan untuk kebaikan BMT UGT agar terus berkembang," ujar H. Abd Majid Umar.
Dalam kesempatan tersebut, H. Abd Majid juga memaparkan rencana strategis untuk tahun buku 2026. Salah satu program unggulan yang dicanangkan adalah gerakan investasi emas bagi anggota. Ia berharap setiap anggota dapat mengikuti program cicil emas dengan target minimal 1 gram dalam setahun. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi anggota sekaligus meningkatkan daya saing lembaga di kancah yang lebih luas.
"Itu rencana kami, sehingga BMT UGT berperan dan diperhitungkan secara nasional bahkan internasional," tambahnya.
Selain aspek bisnis, transformasi juga akan dilakukan pada sektor sosial melalui UGT Peduli. H. Abd Majid menyebutkan bahwa cakupan bantuan tidak lagi hanya berfokus pada sosial keagamaan.
"Tahun berikutnya, UGT Peduli bukan hanya bergerak dalam sosial keagamaan, tapi juga sosial ekonomi," tegasnya.
Seluruh aspirasi yang terserap dalam pertemuan ini akan dikaji dan dirumuskan menjadi materi final pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) mendatang. Forum ini ditutup dengan diskusi interaktif antara anggota dan pengurus terkait teknis pelaksanaan program kerja tahun 2026.

