Ponpes Sidogiri Jadi Model Penerapan Ekonomi Syariah

Nov 12, 2014 - 00:00
 60
Ponpes Sidogiri Jadi Model Penerapan Ekonomi Syariah

Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri menjadi model penerapan ekonomi syariah di Jawa Timur. Selain Sidogiri, ada beberapa ponpes lainnya di Jatim yang juga menjadi model penerapan ekonomi syariah di Jatim. Ponpes yang dimaksud yaitu Ponpes Tebu Ireng , Ponpes Zainul Hazan, Ponpes Bahrul Ulum, Ponpes  Lirboyo, Ponpes Gontor, Ponpes An – Nur , Ponpes Nurul Jadid, Ponpes Langitan, Ponpes Al- Amin, Ponpes Salafiyah, Ponpes Miftachussunnah, Ponpes  Qomaruddin, Ponpes Al- Fitrah, Ponpes Nurul Jadid dan Ponpes Sunan Drajat.

Kesepakatan ini dituangkan dalam Deklarasi Surabaya tentang pengembangan ekonomi dan Keuangan Syariah Nasional. ‘’Langkah ini wujud kerja sama Pemprov Jatim, Ponpes dan BI dalam mengembangkan perekonomian syariah,’’ kata Soekarwo, Gubernur Jatim saat Bincang Nasional Pemberdayaan Lembaga Pesantren dalam Rangka Peningkatan Kemandirian Ekonomi di Gedung Bank Indonesia Surabaya, kemarin.
Dikatakan Pakde, dipilihnya Ponpes sebagai model karena ponpes memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Selain itu, ponpes dianggap sebagai arsitektur keuangan ekonomi syariah Nasional di masa akan datang. ‘’Ponpes tak hanya menjadi lembaga pendidikan dan spiritual, tetapi bisa menjadi kekuatan ekonomi baru, khususnya ekonomi syariah,’’ kata Pakde dalam acara yang dihadiri Gubernur BI Agus Wardoyo dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Menurut Pakde, pemerintah pusat dianggap tidak salah memilih Jatim sebagai lokomotif perekonomian syariah. Karena, di provinsi berpenduduk lebih dari 38 juta jiwa ini, berdiri sebanyak 6 ribu ponpes. Apalagi, lanjut Pakde,  seluruh kiai di Jatim juga mendukung konsep restrukturisasi ekonomi syariah. Karena dianggap membawa efek positif  bagi lingkungan ponpes. Secara tidak langsung mengungkit tingkat kesejahteraan masyarakat.
‘’Karena itu, mereka, para pengelola pondok pesantren dan para kiai minta pemerintah benar-benar optimal dan maksimal mengembangkan progam ini. Apalagi, progam ini dianggap selaras dengan ajaran agama,’’ tambahnya.

Di tempat yang sama, Agus D.W Martowardojo mengatakan, Jatim mempunyai potensi cukup besar di bidang ekonomi syariah, terbukti dengan banyaknya pesantren. Selain itu, BI beranggapan Jatim akan mampu melaksanakan program percepatan pembangunan ekonomi syariah. ‘’Jatim akan dikembangkan sebagai regional ekonomi syariah terbesar di Indonesia.  Lembaga pesantren sebagai salah satu alat syiar Islam dapat dioptimalkan menjadi motor edukasi keuangan syariah di Indonesia,’’ paparnya.


Agus menyebutkan, pihaknya menunjuk Surabaya sebagai tuan rumah Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) yang berlangsung 3-9 November 2014. BI berharap, pegelaran ini bisa menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah global. ‘’Kami berharap, 5 November mendatang penandatanganan kerja sama Deklarasi Surabaya, yakni terciptanya perkembangan ekonomi syariah di Jatim bisa terealisasi dengan sukses,’’ harapnya. (has/udi)

Editor : Mokh. Syaiful Bakhri

Sumber: http://www.malang-post.com/nasional/17-ponpes-jadi-model-ekonomi-syariah-nasional

Foto: Agus Martowardoyo dan Gubernur Soekarwo menyaksikan penandatanganan Deklarasi Surabaya sebagai pusat ekonomi syariah yang diwakili Gus Fahrurrozi, Pengasuh Ponpes Annur Bululawang.