Mahasiswa Ekonomi Syariah Unisda Lamongan Gali Praktik Bisnis di BMT UGT Nusantara

Apr 29, 2026 - 08:58
 143
Mahasiswa Ekonomi Syariah Unisda Lamongan Gali Praktik Bisnis di BMT UGT Nusantara

Pasuruan - Rombongan mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Darul Ulum (Unisda) Lamongan melakukan kunjungan edukasi ke Kantor Pusat BMT UGT Nusantara, Kamis (23/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk menyinkronkan teori akademik dengan praktik nyata di industri keuangan syariah.

Rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Ketua Pengurus BMT UGT Nusantara, H. Abd Majid Umar, yang didampingi oleh General Manager, HM. Sholeh Wafie.

Pimpinan rombongan mahasiswa yang akrab disapa Pak Ais mengungkapkan bahwa selama ini mahasiswa lebih banyak berkutat pada literatur teori di bangku perkuliahan. Oleh karena itu, observasi langsung ke lapangan menjadi krusial.

"Kedatangan mahasiswa ini adalah untuk menggali ilmu ekonomi syariah yang ada di BMT UGT Nusantara. Apalagi mahasiswa selama ini hanya tahu teori, tapi belum tahu praktiknya," ujar Pak Ais di sela-sela kunjungan. Ia juga berharap sinergi dan silaturahmi antarlembaga ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.

Dalam sambutannya, H. Abd Majid Umar menekankan bahwa eksistensi BMT memiliki keunikan tersendiri dibandingkan lembaga keuangan konvensional. Menurutnya, BMT tidak boleh hanya mengejar profit semata.

"BMT tidak hanya bergerak dalam bidang bisnis, akan tetapi juga harus bergerak dalam bidang sosial. Adapun kekuatan utama dari BMT atau koperasi itu terletak pada anggotanya," tegas Majid Umar.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh General Manager BMT UGT Nusantara, HM. Sholeh Wafie. Ia menjelaskan secara mendalam mengenai berbagai macam akad syariah yang diimplementasikan dalam produk-produk BMT, guna memberikan gambaran konkret operasional perbankan syariah kepada mahasiswa.

Diskusi berjalan interaktif saat memasuki sesi tanya jawab. Salah satu mahasiswa, Khusnul Asruri, melontarkan pertanyaan kritis mengenai konsistensi lembaga dalam menghadapi fluktuasi ekonomi.

"Apakah BMT UGT Nusantara akan terus memegang teguh prinsip syariah di saat kondisi ekonomi sedang sulit?" tanya Khusnul.

Menanggapi hal tersebut, H. Abd Majid Umar memberikan jawaban tegas bahwa prinsip syariah bukan sekadar strategi bisnis, melainkan identitas fundamental.

"Syariah adalah pondasi utama dalam kehalalan. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bersyariah, dalam kondisi apa pun," pungkas Majid.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama sebagai simbol penguatan literasi ekonomi syariah antara dunia pendidikan dan praktisi industri.