KSPPS BMT UGT Nusantara Perkuat Kapasitas Pimpinan Cabang Melalui Workshop Kompetensi: Fokus pada Penyusunan Rencana Kerja 2026 Berbasis Analisis Bisnis Modern

Okt 7, 2025 - 14:00
 175
KSPPS BMT UGT Nusantara Perkuat Kapasitas Pimpinan Cabang Melalui Workshop Kompetensi: Fokus pada Penyusunan Rencana Kerja 2026 Berbasis Analisis Bisnis Modern

PASURUAN – Dalam rangka memperkuat kapasitas dan kualitas kepemimpinan, Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT UGT Nusantara menyelenggarakan "Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Cabang" gelombang pertama, yang berlangsung pada 4–7 Oktober 2025 di Royal Hotels and Resort Tretes View, Prigen, Pasuruan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua KSPPS BMT UGT Nusantara, H. Abdul Majid Umar. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi bagi para kepala cabang untuk menghadapi tantangan bisnis dan dinamika lembaga keuangan mikro yang terus berkembang pesat.

“Workshop ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan kepala cabang, baik dari sisi bisnis, sumber daya insani (SDI), maupun pengendalian risiko. Dengan begitu, cabang-cabang BMT UGT Nusantara dapat tumbuh secara sehat dan berdaya saing,” ujar H. Abdul Majid Umar di hadapan para peserta.

Sementara itu, Manajer Sumber Daya Insani, Aunur Rahman, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teoretis, melainkan sarana pembekalan praktis. Ia juga menambahkan bahwa workshop akan dilaksanakan dalam dua gelombang untuk menjangkau seluruh kepala cabang.

“Kami berharap setelah workshop ini, para kepala cabang mampu mengaplikasikan berbagai alat analisis seperti BMC (Business Model Canvas), SWOT, BOS (Blue Ocean Strategy), Pareto dan Fishbone, untuk menyusun program kerja yang lebih efektif. Ini merupakan gelombang pertama, dan gelombang kedua direncanakan akan menyusul pada 25–28 Oktober 2025,” jelas Aunur Rahman.

Dalam kesempatan yang sama, Imron Husnan selaku Sekretaris Koperasi juga menambahkan bahwa output dari kegiatan ini adalah tersusunnya rencana kerja tahun 2026 yang mengadopsi prinsip SMART — Specific (spesifik), Measurable (terukur), Achievable (realistis), Relevant (sesuai visi, misi, dan nilai organisasi), serta Time-bound (memiliki batas waktu yang jelas).

Untuk memperkaya wawasan peserta, Koperasi BMT UGT Nusantara menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman yang merupakan fasilitator Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang perkoperasian. Mereka adalah Bapak Yusuf Sofyan, Irfan Fatoni, Kalih Nurrohman, dan Didik Sunarko.

Melalui kegiatan ini, Koperasi BMT UGT Nusantara berharap seluruh kepala cabang tidak hanya menjadi motor penggerak peningkatan kinerja koperasi, tetapi juga memperkuat kontribusi Koperasi BMT dalam pemberdayaan ekonomi umat di Indonesia.