BMT UGT Nusantara Sosialisasikan Produk Pembiayaan Air Bersih dan Sanitasi di Jember
Jember - KSPPS BMT UGT Nusantara menyelenggarakan sosialisasi Produk PAS (Pembiayaan Air bersih dan Sanitasi) di Pondok Pesantren Ahlul Irfan Al-Kholily, Langkap, Bangsalsari, Jember, Selasa (7/10/2025). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini menghadirkan perwakilan pondok pesantren se-Jember untuk membahas solusi pembiayaan kebutuhan air bersih dan sanitasi.
General Manager BMT UGT Nusantara, HM Sholeh Wafie, menjelaskan produk PAS hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan akses air bersih yang terjangkau. Program ini didukung penuh oleh Water.org melalui tim teknis yang dipimpin Setyawan untuk pengadaan air bersih dan sanitasi.
"Kami menawarkan dua skema pembiayaan. Pertama, pembiayaan untuk kebutuhan air bersih dan sanitasi internal pondok pesantren. Kedua, pondok pesantren dapat memfasilitasi masyarakat sekitar untuk mendapatkan akses air bersih," ujar Sholeh Wafie.
Skema kedua dinilai memberikan solusi win-win solution. Masyarakat dapat mengajukan pembiayaan air bersih ke BMT UGT Nusantara, kemudian membayar angsuran ditambah biaya perawatan program air bersih dan infaq untuk pesantren. Dengan model ini, pesantren mendapatkan passive income setiap bulan, sementara masyarakat terpenuhi kebutuhan air bersihnya dengan biaya terjangkau.
Muhammad Afandi, perwakilan Forum Koperasi Syariah Jawa Timur, dalam sambutannya menyambut positif inovasi produk pembiayaan syariah yang menyasar sektor vital ini. "Ini adalah contoh nyata koperasi syariah hadir memberikan solusi kebutuhan dasar masyarakat," katanya.
Acara semakin khidmat dengan tausiyah tentang thoharoh (bersuci) yang disampaikan KH Badrus Shodiq, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hidayah Jember. Kiai Badrus memberikan apresiasi tinggi terhadap produk pembiayaan ini karena sejalan dengan ajaran Islam tentang pentingnya kebersihan.
"Air bersih adalah kebutuhan pokok untuk bersuci. Saya sangat apresiasi program ini dan berharap pondok pesantren kami juga bisa dibantu untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat sekitar," ungkap KH Badrus Shodiq.
Sosialisasi yang dihadiri puluhan perwakilan pondok pesantren ini berlangsung interaktif. Sesi diskusi dan tanya jawab memberikan ruang bagi peserta untuk memahami lebih detail mekanisme pembiayaan, persyaratan, dan manfaat yang bisa diperoleh.
Program PAS diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan akses air bersih dan sanitasi layak di wilayah Jember dan sekitarnya, sekaligus memberdayakan peran pondok pesantren dalam pembangunan masyarakat.

