BMT UGT Nusantara Tawarkan Pembiayaan Penampungan Air Hujan untuk Desa Mega Timur
KUBU RAYA - KSPPS BMT UGT Nusantara mengunjungi Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya untuk menjajaki kerjasama pembiayaan air bersih dan sanitasi. Kunjungan kerja pada Senin (19/1/2026) ini dipimpin langsung oleh General Manager HM Sholeh Wafie dan disambut oleh Kepala Desa Mega Timur, Zailani. Fokus utama kerjasama adalah penyediaan sistem Penampungan Air Hujan (PAH) atau Rainwater Harvesting melalui pengadaan tandon tadah hujar untuk masyarakat desa.
Delegasi BMT UGT Nusantara terdiri dari HM Sholeh Wafie selaku General Manager, Miftahul Bahri Kepala Divisi Pembiayaan, M Sholihin Kepala Cabang Pontianak, dan Muzhar Wakil Kepala Cabang Kubu Raya. Turut mendampingi kunjungan ini adalah perwakilan Water.org sebagai mitra strategis BMT, yakni Sofie Ariani (Senior Partnership Account Manager) dan Jeni Sukmara (Fasilitator).
Kehadiran tim lintas lembaga ini menunjukkan keseriusan dalam mewujudkan akses air bersih berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan.
Program ini merupakan solusi inovatif untuk mengatasi kesulitan akses air bersih di wilayah yang mengalami kendala air tanah atau rawan kekeringan. Desa Mega Timur menjadi salah satu lokasi prioritas mengingat kondisi geografis yang memerlukan alternatif sumber air bersih selain sumur atau air tanah. Sistem tadah hujan bekerja dengan menangkap air hujan dari atap rumah, mengalirkannya melalui talang, menyaringnya, kemudian menyimpannya dalam tandon untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Sistem Penampungan Air Hujan yang ditawarkan mencakup beberapa komponen utama yang terintegrasi. Pertama, area penangkapan (catchment area) menggunakan atap rumah berbahan seng, galvalum, atau genteng yang dipastikan dalam kondisi bersih dan tidak mengandung cat bertimbal. Kedua, sistem penyaluran (conveyance system) berupa talang air PVC atau metal lengkap dengan pipa downspout dan bracket penguat untuk mengalirkan air dari atap ke tandon.
Komponen ketiga adalah sistem filtrasi yang menjadi bagian terpenting untuk menjaga kualitas air sanitasi. Sistem ini meliputi First Flush Diverter untuk membuang aliran air hujan 10-20 menit pertama yang biasanya kotor karena debu dan kotoran atap, leaf screen atau gutter guard sebagai saringan halus untuk mencegah daun dan sampah masuk, serta filter pasir atau karbon aktif untuk menyaring partikel kecil dan menghilangkan bau. Komponen keempat adalah media penyimpanan berupa tandon atau toren air dengan kapasitas 1.000 hingga 5.000 liter sesuai kebutuhan rumah tangga.
Untuk sistem distribusi, digunakan pompa air yang mengalirkan dari tandon bawah ke kran atau toren atas, dilengkapi dengan fitting dan perpipaan berkualitas. Khusus untuk air yang ingin langsung diminum, dapat ditambahkan lampu UV untuk membunuh bakteri E.coli, meskipun ini bersifat opsional sesuai kebutuhan dan kemampuan masyarakat.
BMT UGT Nusantara menyiapkan tiga paket pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan ekonomi masyarakat. Paket Ekonomis ditujukan untuk kebutuhan MCK dengan tandon plastik biasa, saringan kasar, dan sistem distribusi gravitasi menggunakan kran bawah. Paket Standar dilengkapi tandon plastik anti-lumut, First Flush, filter pasir, dan pompa otomatis untuk kebutuhan sanitasi yang lebih baik. Sementara Paket Premium memiliki tandon berkapasitas besar dengan radar, First Flush, filter karbon, lampu UV, serta sistem pemurnian lengkap untuk menghasilkan air siap minum.
"Program pembiayaan Penampungan Air Hujan ini sangat relevan untuk daerah yang sulit akses air tanah atau sering mengalami kekeringan," ungkap Fasilitator water.org. Sistem ini tidak hanya menyediakan air untuk kebutuhan sanitasi, tetapi juga dapat menjadi solusi jangka panjang untuk ketahanan air bersih rumah tangga.
Kepala Desa Mega Timur Zailani menyambut positif inisiatif BMT UGT Nusantara dan Water.org. Program ini dinilai sangat membantu warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih, terutama pada musim kemarau. Dengan skema pembiayaan syariah yang fleksibel, beban biaya pengadaan sistem dapat dicicil sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat desa.
BMT UGT Nusantara yang saat ini beroperasi di 294 cabang tersebar di 10 provinsi, dengan 40 kantor khusus di Kalimantan Barat, terus memperluas layanan pembiayaan produktif untuk kesejahteraan masyarakat. Program Air Bersih dan Sanitasi merupakan bagian dari kemitraan strategis BMT dengan Water.org, organisasi global yang fokus pada solusi pembiayaan untuk akses air bersih dan sanitasi di berbagai negara termasuk Indonesia.
Salah satu kunci keberhasilan sistem tadah hujan adalah penggunaan First Flush Diverter yang wajib dipasang. Banyak sistem penampungan air hujan gagal karena air berbau, dan ini biasanya terjadi karena air hujan pertama yang kotor ikut masuk ke dalam tandon. Dengan sistem filtrasi yang tepat, kualitas air dapat terjaga untuk kebutuhan sanitasi dan bahkan konsumsi.
Kunjungan ini akan ditindaklanjuti dengan survei kebutuhan detail masyarakat Desa Mega Timur serta penyusunan skema pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan ekonomi warga. BMT UGT Nusantara berkomitmen menyediakan solusi pembiayaan yang fleksibel, transparan, dan bersahabat untuk program sanitasi berkelanjutan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pedesaan.

