Wapres RI: 7 Sektor Ekonomi Syariah Semakin Maju di Dunia
Wakil Presiden RI Boediono menilai perekonomian berbasis syariah Islam semakin tidak terpisahkan dari percaturan ekonomi global. Paling tidak, ada tujuh sektor bisnis yang kini menjadi andalan negara-negara berpenduduk mayoritas muslim. Sektor-sektor usaha itu adalah bisnis kuliner, keuangan dan asuransi syariah, busana muslim, kosmetik, farmasi, hiburan, serta pariwisata.
Secara global, industri berbasis nilai-nilai Islam itu telah menjadi industri paling dinamis dibandingkan industri yang lebih mapan seperti perbankan, otomotif, dan lain-lain, katanya saat membuka Seminar "Islamic Tourism: The Prospects and Challenges", digelar Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Jakarta, Senin (2/6).
Negara-negara anggota OKI tidak sekadar pasif, tetapi harus lebih aktif merancang pengembangan bisnis syariah di masa mendatang. Khusus untuk pariwisata syariah, Indonesia sudah menetapkan standar hotel dan restoran syariah pada tahun lalu. Oleh sebab itu, bila ada negara muslim tertarik menggelar kerja sama atau adopsi program serupa, dia mempersilakannya.
"Indonesia siap berbagi pengalaman, dan terbuka menjajaki kerja sama dengan anggota OKI dalam bidang pengembangan pariwisata syariah, kata Boediono.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengingatkan koleganya agar serius menggenjot bisnis-bisnis syariah unggulan. Khusus untuk pariwisata saja, negara anggota OKI sepanjang periode 2007-2012 mencatat kenaikan jumlah turis 5,5 persen. Dampaknya terhadap perekonomian negara Islam mencapai USD 8 triliun, alias setara 9 persen Produk Domestik Bruto global.
Belum lagi potensi konsumen yang memilih produk syariah, dalam survei Economic Intelligence Unit 2013, mencapai 10 persen dari total populasi dunia.
Sehingga bisa kita saksikan, produk gaya hidup, pariwisata, makanan halal, busana muslim, dan seluruh bisnis lain yang berbasis nilai-nilai Islam akan terus tumbuh di masa mendatang, kata Mari Elka.
Forum di Jakarta yang merupakan lanjutan dari pertemuan tingkat menteri pariwisata di Gambia, Desember tahun lalu, diharapkan Mari bisa mempertajam standar-standar ekonomi syariah.
Indonesia, sementara ini, sudah mengimplementasikan standar untuk hotel, restoran, dan spa agar sesuai kepentingan umat muslim. Ini disokong sembilan daerah yang menjadi pelopor wisata Islami.
Dalam pertemuan OKI ini, semoga kita bisa berbincang, bagaimana kita bisa terus mengembangkan standar dan nilai-nilai wajib dimiliki bisnis syariah, kata Menparekraf. []
Editor: Syamsul Arifin Munawwir
Sumber: Merdeka.com
Foto: Wapres RI Boediono.

