Transaksi Jual Beli yang Gunakan Akad Salam

Agu 2, 2022 - 00:00
 107
Transaksi Jual Beli yang Gunakan Akad Salam

Tulisan ini membahas tentang akad salam dalam jual beli yang ditulis oleh HM. Sholeh Wafie, Manajer Bisnis Koperasi BMT UGT Nusantara. Tulisan semula dimuat di laman facebooknya.

Dalam akad jual beli harus memenuhi rukun dan syarat jual beli diantara rukun jual beli adalah ada barang yang dijual dan syarat barang yang dijual harus jelas dan ada saat terjadinya transaksi jual beli. Jika tidak memenuhi syarat yakni barang yang dijual tidak ada maka akad jual beli tidak sah karena tidak memenuhi syarat.

Akan tetapi islam memberikan solusi alternatif akad jika barang yang dijual tidak ada saat transaksi jual beli yakni dapat menggunakan akad salam. Karena orang pemilik dagangan seperti para petani dan pedagang membutuhkan uang untuk biaya hidup atau lainnya sedangkan pembeli menginginkan dapat harga yang lebih murah, maka akad salam ini diperbolehkan dengan syarat tertentu seperti barang yang mau dibeli harus diperjelas spesifikasinya dan harga beli wajib dibayar di muka.

وأما الإجماع: فقال ابن المنذر: أجمع كل من نحفظ عنه من أهل العلم على أن السلم جائز، ولأن بالناس حاجة إليه؛ لأن أرباب الزروع والثمار والتجارات يحتاجون إلى النفقة على أنفسهم أو على الزروع ونحوها حتى تنضج، فجوز لهم السلم دفعاً للحاجة.
وقد استثني عقد السلم من قاعدة عدم جواز بيع المعدوم، لما فيه من تحقيق مصلحة اقتصادية، ترخيصاً للناس، وتيسيراً عليهم
[وهبة الزحيلي، الفقه الإسلامي وأدلته للزحيلي، ٣٦٠٣/٥]

InsyaAllah contoh kasus munculnya akad salam ini menjadi ruh munculnya lembaga keuangan syariah di dunia ini khususnya di Indonesia yang sebelumnya sudah banyak lembaga keuangan konvensional dan di kehidupan masyarakat banyak orang membutuhkan dana baik untuk modal usaha atau kebutuhan lainnya yang mendesak.Hal ini membutuhkan solusi akad agar terhindar dari larangan dalam ajaran Islam seperti hukum haramnya RIBA.

HM. Sholeh Wafie