Rahasia di Balik Sedekah (3)
Kepastian atau keyakinan ini sesuai dengan janji Allah yang akan mengganti harta yang dikeluarkan zakat atau sedekahnya itu secara berlipat ganda. Begitupula Rasulullah SAW pernah menegaskan bahwa harta yang dikeluarkan sedekahnya itu tidak akan berkurang malah akan semakin bertambah. Coba renungkan betapa indahnya kiasan kedermawan yang Alllah perlihatkan dalam surah al-Baqarah ayat 261.
Allah SWT berfirman: “Perumpamaan mereka yang mendermakan hartanya di jalan Allah seperti (menanam) sebuah biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai (menumbuhkan) seratus biji; dan Allah selalu melipatgandakan kepada siapa saja yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugerah-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
Allah SWT mengibaratkan bahwa orang-orang yang mendermakan hartanya di jalan Allah itu tak ubahnya seperti orang yang menanam sebuah biji, dari biji itu tumbuh tujuh untai dan tiap-tiap untai tumbuh seratus biji. Dengan demikian di balik mendermawan harta di jalan Allah itu, terdapat hitungan balasan yang berlibat ganda. Maka barangsiapa yang menyedekahkan hartanya di jalan Allah berarti dia melipatgandakan perbendaharaan hartanya di sisi Allah. Karena Allah akan membalas dari kedermawanan itu dengan balasan yang berlipat ganda.
Meski secara matematis orang yang mengeluarkan sedekah itu kelihatannya mengurangi hartanya, sejatinya bukanlah demikian. Malah sebaliknya, Allah akan membalasnya dengan balasan yang berlipat ganda. Dalam kitab Durratun Nâsihîn karya Utsmân bin Hasan bin Ahmad Ays-Syâkir Al-Khaibawi disebutkan tingkatan pahala sedekah yang berlipat ganda, yaitu sedekah berpahala sepuluh, sedekah berpahala tujuh puluh sedekah berpahala tujuh ratus, dan sedekah berpahala tujuh ribu.
Menariknya, balasan dari sedekah itu terkadang Allah tampakkan secara langsung di dunia ini. Salah seorang masyayikh Pondok Pesantren Sidogiri bersedekah selembar kain kepada seorang pengemis pada pagi hari, sore harinya tiba-tiba ada seseorang yang memberinya sepuluh lembar kain. Karena itulah, tidak mengherankan apabila orang-orang yang dermawan itu pintu-pintu rezekinya makin terbuka luas sehingga usahanya makin maju dan berkembang.
Karena itu, rahasia pertama di balik kedermawanan adalah nilai balasan yang berlipat ganda. Namun, untuk memperoleh balasan yang berlipat ganda ini bukanlah perkara mudah. Sungguh, banyak sekali rintangan yang harus disingkirkan. Baik rintangan dari sifat kikir yang cenderung hinggap pada diri manusia. Lebih dari itu, rintangan dari setan (laknatullah ‘alaih) tidak bisa begitu saja diabaikan.
Menurut Abu Dzar Al-Ghifari r.a., seseorang tidak dapat bersedekah sebelum melepas belenggu tujuh puluh setan. Sedangkan, Ibnu Abbas r.a. mengingatkan bahwa setan itu mengancam kamu dengan kemiskinan dan menganjurkan kamu berbuat keji dan kejahatan. Artinya, karena sedekah itu merupakan amal kebajikan yang utama dan mendapat balasan yang berlipat ganda, maka setan berusaha merintangi orang yang bersedekah dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan membelenggu pikiran dan perasaan orang sehingga takut jatuh miskin bila mengeluarkan sedekah.
Siapa yang dapat melepas belenggu itu, maka dialah orang merdeka yang hidup berbahagia yang dapat merasakan udara segar dari sabda Rasulullah SAW: "Derma itu bilamana keluar dari tangan pemiliknya, berkatalah dia dengan lima kalimat: semula aku adalah kecil, maka engkau telah membesarkan aku; semula engkau adalah penjagaku, maka sekarang aku menjadi penjagamu; semula aku adalah musuhmu, maka sekarang engkau mencintaiku; aku adalah sesuatu yang punah, maka engkau jadikan aku sesuatu yang kekal: aku adalah bilangan sedikit, maka engkau jadikan aku jumlah bilangan banyak."
Sumber gambar: laziswahdah.com
(Mokh. Syaiful Bakhri)

