QTS Sangat Dibutuhkan Masyarakat Desa

Agu 9, 2015 - 00:00
 67
QTS Sangat Dibutuhkan Masyarakat Desa

Kasubid Kependudukan dan Kesejahteraan Rakyat Bappeda Kabupaten Pasuruan, Drs. H. Mahbub Djunaidi,M.Si, memberikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat desa yang telah dilakukan oleh Qoryah Thoyyibah Sidogiri (QTS). Menurutnya, apa yang dilakukan oleh QTS itu berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa sehingga kegiatan yang dilaksanakan benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat desa.

“Kegiatan Qoryah Thoyyibah Sidogiri itu bersifat button up atau dari bawah yaitu berasal dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa dan menyentuh secara langsung kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat desa. Misalnya, guru-guru PAUD membutuhkan peningkatan SDM, maka mereka diajak studi banding ke PAUD yang sudah maju,” demikian ia sampaikan pada acara halal bihalal yang dilaksanakan oleh pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI) Korda Pasuruan dan para pengelola QTS di aula kantor pusat Koperasi SPS BMT UGT Sidogiri Indonesia, Ahad (9/8/2015).

Oleh karena itu, sejujurnya secara ia mengakui bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh QTS itu pada saat ini dinilai masih lebih baik dari program Desa Maslahat yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Karena itu, di masa yang akan datang, Bappeda Kabupaten Pasuruan ingin menjalin kerjasama dengan QTS untuk membangun desa-desa yang masih terbelakang.

“Program Desa Maslahat itu masih bersifat top down. SKPD yang melaksanakan kegiatan tersebut masih bersifat normatif dan belum tentu sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Sementara itu, kegiatan QTS itu bersifat button up yaitu dari bawah ke atas tumbuh dari permasalahan yang ada di masyarakat desa.  Karena itu, supaya kegiatan Desa Maslahat sejalan dengan kebutuhan masyarakat, Bappeda ingin menjalin kerjasama dengan QTS untuk membangun desa-desa di Kabupaten Pasuruan yang masih tergolong desa yang terbelakang,” katanya.

Bakti untuk Bangsa

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Direktur QTS H. Mahmud Ali Zain mengatakan, para alumni santri Sidogiri bertekad untuk berbakti kepada bangsa dan umat dalam mewujudkan Negara Indonesia menjadi baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur. “Kami ingin megabdi kepada bangsa dan Negara melalui program Qoryah Thoyyibah Sidogiri,” papar H. Mahmud Ali Zain.

Menurutnya, indikator keberhasilan program QTS adalah apabila berkurang empat hal dan bertambah satu hal di desa binaan. “Empat hal yang berkurang yaitu angka kriminalitas, angka pengangguran, angka kemiskinan dan angka putus sekolah. Sedangkan yang bertambah adalah kesejahteraan masyarakat desa binaan,” papar H. Mahmud Ali Zain.

Untuk mewujudkan hal itu, QTS melibatkan para pendamping desa yang memiliki tiga fungsi yaitu mediator, motivator dan fasilitator untuk pembanguna desa. “Pada tahun ini kami memiliki 32 desa binaan yang tersebar di empat kecamatan yaitu Kraton, Pohjentrek, Wonorejo dan Rembang. Para pendamping desa yang ada di empat kecamatan tersebut, akan membantu para kepada desa dalam membangun desa mereka,” jelasnya.

Mokh. Syaiful Bakhri