Menkop dan UKM Dukung BMT UGT Jadi Holding Konglomerasi Kopontren

Feb 23, 2020 - 00:00
 44
Menkop dan UKM Dukung BMT UGT Jadi Holding Konglomerasi Kopontren

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendukung Koperasi BMT UGT Sidogiri bisa menjadi holding usaha bagi koperasi pondok pesantren (Kopontren) lainnya, agar bisa berkembang lebih cepat lagi. "Harus ada dan terbentuk konglomerasi Kopontren di Indonesi,", paparnya saat memberikan Sambutan dan Pengarahan pada acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019 Koperasi BMT UGT Sidogiri, Ahad (23/2/2020) di Hotel Horison Pasuruan, Jawa Timur.

Menurut Teten Masduki, peta persaingan di luar, khususnya dengan usaha besar, sudah sangat ketat. "Saya rasa, Koperasi BMT UGT Sidogiri sudah siap dari sisi pengalaman, kemampuan manajerial, hingga modernisasi untuk naik kelas menjadi sebuah holding usaha bagi Kopotren lainnya," ujarnya.

Berdasarkan publikasi laporan keuangannya, tercatat per Desember 2019, Koperasi BMT UGT Sidogiri membukukan aset sebesar Rp2,2 triliun dengan jumlah anggota luar biasa  lebih dari 800 ribu orang, tersebar di 10 provinsi dengan 221 cabang pembantu. Bahkan, Koperasi BMT UGT Sidogiri sudah menggunakan teknologi UGT Mobile untuk melayani Anggotanya.

Dengan menjadi holding usaha, Koperasi BMT UGT Sidogiri diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan koperasi menjadi satu kekuatan ekonomi yang besar. "Itu harus segera dilakukan. Kalau tidak, koperasi sebagai satu kekuatan ekonomi rakyat tidak akan pernah menjadi besar," katanya.

Menurut Teten Masduki, selama ini ada potensi kekuatan ekonomi rakyat besar, tapi tidak ada kemampuan engineering mengeskalasi diri. "Oleh karena itu, kita perlu merekayasa secara matang. Kita akan diskusikan lagi lebih dalam dengan kalangan Kopontren di seluruh Indonesia," tandasnya.

Untuk mewujudkan itu, Teten meminta ada keinginan bersama dari kalangan Kopontren, kemudian memperkuat kelembagaannya. "Kelembagaannya harus kita perkuat untuk mengurus ekonomi umat, agar tidak jatuh lagi ke tangan rentenir," kata Teten.

Bagi Teten, potensi umat itu sangat besar. Namun, belum semua kelembagaan koperasi mampu menjangkau itu secara menyeluruh. Padahal, yang dibutuhkan umat itu hanyalah pembiayaan yang mudah dan murah.

Dalam kesempatan yang sama saat memberikan sambutan, Ketua Pengurus Kopsyah BMT UGT Sidogiri Abdul Majid Umar menegaskan bahwa program pengembangan ke depan adalah meningkatkan layanan digital kepada anggota. Untuk itu, lanjut Majid, pihaknya akan meningkatkan layanan digitalisasi dan meningkatkan kelompok-kelompok usaha anggota dan kerjasama usaha antar anggota di seluruh Indonesia. 

"Kami memiliki 221 cabang di 10 provinsi. Maka, silaturahmi yang efektif antar cabang dan antar Anggota dengan menggunakan teknologi digitali. Ini sebagai bukti bahwa koperasi tidak ketinggalan zaman dan siap menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0.," tandas Majid.

BMT UGT Sidogiri yang baru saja mendapat perkuatan permodalan sebesar Rp50 miliar dari LPDB KUMKM akan terus meningkatkan pemberdayaan usaha mikro dan kecil agar lebih kuat lagi. "Usaha mikro dan kecil akan dirancang bisnisnya agar tidak saling menghantam satu sama lain. Kita akan lebih mengarahkan kepada sinergi usaha antar sesama anggota Koperasi BMT UGT Sidogiri untk tidak hanya shalat saja yang berjamaah, tapi juga berjamaah dalam bermuamalah," pungkasnya.

Selain dari LPDB, Koperasi BMT UGT Sidogiri kembali mendapat kepercayaan dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia untuk menyalurkan dana kredit ultramikro (UMI) sebesar Rp 200 miliar. Penyerahan pencairan pembiayaan secara simbolis dilakukan saat RAT XIX Koperasi BMT UGT Sidogiri diberikan langsung oleh Direktur Bahana Artha Ventura Agus Wicaksosno kepada Ketua Pengurus Koperasi BMT UGT Sidogiri Abdul Majid Umar.

Sumber: www.industry.co.id/read/61140/menkop-dan-ukm-teten-masduki-dukung-inisiasi-konglomerasi-koperasi-pondok-pesantren