Kisah Bima Prasetya: Menjemput Berkah Bisnis Lewat Sinergi Syariah bersama BMT UGT Nusantara

Apr 11, 2026 - 09:19
 179
Kisah Bima Prasetya: Menjemput Berkah Bisnis Lewat Sinergi Syariah bersama BMT UGT Nusantara

DENPASAR – Spirit bangkit pasca-pandemi menjadi titik balik bagi banyak pelaku usaha. Tak terkecuali bagi Bima Prasetya Wijatmika, seorang pengusaha multisektor asal Denpasar, Bali. Di tengah perjuangannya mengembangkan unit bisnis, ia menemukan mitra strategis yang tidak hanya mendukung secara finansial, tetapi juga selaras dengan prinsip spiritual: BMT UGT Nusantara.

Perjalanan Bima mengenal BMT UGT Nusantara dimulai pada tahun 2023. Mantan praktisi media yang pernah berkarier di salah satu TV swasta di Bali ini mengaku mendapatkan informasi mengenai BMT melalui jaringan paguyuban pedagang mobil bekas di Bali.

Setelah industri sempat lesu akibat dampak pandemi Covid-19, Bima mulai menata ulang lini bisnisnya yang variatif, mulai dari showroom mobil bekas, industri makanan kemasan, hingga pengelolaan media broadcast dan website.

"Pasca-Covid adalah masa untuk bangkit. Di saat itulah saya mulai mengenal dan bergabung menjadi anggota BMT UGT Nusantara," ujar Bima saat ditemui tim media di Denpasar.

Bagi Bima, bergabung dengan BMT UGT Nusantara bukan sekadar urusan akses permodalan. Ia merasakan ada pertumbuhan yang signifikan sejak menjadi bagian dari koperasi syariah ini. Menurutnya, ada aspek keberkahan yang dirasakan langsung terhadap perkembangan bisnisnya yang kini merambah berbagai bidang.

Ia menekankan bahwa kemudahan layanan yang diberikan sangat membantu operasional usahanya. Namun, poin utama yang membuatnya bertahan adalah penerapan prinsip syariah yang konsisten.

"Saya sangat bersyukur. Selain kemudahan yang diperoleh, hal yang paling penting adalah semuanya sesuai prinsip syariah. Akad-akadnya jelas dan menenangkan," tuturnya.

Filosofi hidup Bima cukup sederhana namun mendalam. Baginya, kesuksesan di dunia media maupun niaga harus berjalan beriringan dengan persiapan di akhirat. Prinsip inilah yang membuatnya merasa "sepemikiran" dengan nilai-nilai yang dibawa oleh BMT UGT Nusantara.

"Kepentingan dunia kita harus berusaha semaksimal mungkin, tapi jangan pernah melupakan akhirat. Di BMT ini, saya menemukan keseimbangan itu," tambah pria yang kini juga aktif mengelola media digital tersebut.

Kedekatan emosional antara anggota dan lembaga menjadi nilai tambah yang dirasakan Bima. Ia mengaku tidak merasa seperti sekadar anggota di sebuah lembaga keuangan, melainkan bagian dari sebuah keluarga besar.

"BMT UGT Nusantara sudah seperti saudara sendiri bagi saya. Komunikasi dan pelayanannya sangat memuaskan," pungkasnya.

Kisah Bima Prasetya menjadi salah satu bukti bagaimana sinergi antara kerja keras, komunitas yang positif, dan sistem ekonomi syariah mampu menciptakan ekosistem bisnis yang tangguh dan berkelanjutan, bahkan di tengah dinamika ekonomi Bali yang kompetitif.