Hangatnya Silaturahmi BMT NU Kalitidu di BMT UGT Nusantara: Membangun Koperasi dengan Hati dan Teknologi
PASURUAN – Kantor Pusat BMT UGT Nusantara kedatangan tamu spesial dari Bojonegoro, Sabtu (11/4/2026). Jajaran pengurus dan karyawan BMT NU Kalitidu hadir bukan sekadar untuk studi banding, melainkan untuk merajut silaturahmi sekaligus menyerap sari pati pengelolaan koperasi syariah yang profesional.
Rombongan yang dipimpin oleh M. Misron ini disambut hangat oleh keluarga besar BMT UGT Nusantara, di antaranya Sekretaris Pengurus M. Imron Husnan, General Manager H. Sholeh Wafie, dan Kadiv ALMA M. Amin Marjono. Hadir pula perwakilan PT USID, Agus dan Rifial, yang turut berbagi wawasan mengenai masa depan digital koperasi.
Dalam dialog yang berlangsung akrab, M. Imron Husnan menekankan bahwa wajah koperasi modern haruslah ramah namun tetap tangguh secara sistem. Menurutnya, pelayanan tulus adalah ruh utama, namun perlindungan terhadap data anggota adalah amanah yang tidak boleh ditawar.
"Melayani anggota dengan setulus hati tetap menjadi prioritas utama kami. Namun di era digital ini, menjaga kerahasiaan data anggota adalah bentuk tanggung jawab moral dan kepatuhan kita pada regulasi yang ada," tutur Imron dengan nada tenang namun tegas.
Ia pun mengingatkan agar modernisasi jangan sampai mengikis sisi kemanusiaan koperasi. Baginya, kegiatan sosial bukan sekadar pelengkap, melainkan napas yang memastikan koperasi tetap bermakna bagi masyarakat luas.
Suasana diskusi semakin hidup saat Muhammad Sutaji dari BMT NU Kalitidu memantik obrolan mengenai manajemen risiko. Menjawab pertanyaan seputar dana cadangan yang ideal, Imron Husnan memberikan perspektif yang bijak.
"Kita harus melihat jaminan pembiayaan secara jeli. Hitung nilainya, baru kita bisa memetakan apa yang kurang jika jaminan tersebut belum mencukupi. Itulah dasar kita dalam menentukan dana cadangan," jelasnya.
Imron juga berbagi resep mengenai kemandirian sebuah kantor unit. Menurutnya, kantor yang mandiri adalah kantor yang sudah mampu "berdiri di atas kaki sendiri"—mampu menutup seluruh beban operasional dari pendapatan yang dihasilkan, sehingga tidak lagi menjadi beban bagi pusat.
Pertemuan ini ditutup dengan paparan inspiratif dari Rifial (PT USID) mengenai integrasi sistem operasional. Melalui teknologi, layanan koperasi kini bisa bergerak lebih cepat, transparan, dan terpantau secara real-time, memberikan rasa aman bagi para anggota.
Kunjungan ini diakhiri dengan harapan besar agar sinergi antara BMT NU Kalitidu dan BMT UGT Nusantara terus terjaga. Sebuah kolaborasi yang membuktikan bahwa di tangan yang tepat, koperasi syariah mampu bertransformasi menjadi lembaga modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai kebersamaan.

