Empat Alasan Abdussalam Bersedia sebagai Manager Keuangan
Struktur operasional baru Koperasi BMT UGT Sidogiri kini memiliki personalia yang menduduki posisi sebagai Manager Keuangan. Posisi ini dipercayakan kepada Abdussalam yang sebelumnya merupakan General Manager Operasional dan Keuangan di Koperasi Syariah 212 yang sedang tumbuh pesat dan memiliki lebih dari 212 kantor cabang di seluruh Indonesia yang menargetkan aset 212 triliun dalam 10 tahun ini.
Tentu saja menarik untuk menelusuri mengapa Abdussalam yang cukup “nyaman” di Koperasi Syariah 212 sebagai General Manager Operasional dan Keuangan ini bersedia menduduki posisi Manager Keuangan di Koperasi BMT UGT Sidogiri. ”Saya bersedia bergabung dengan Koperasi BMT UGT karena beberapa hal,” ujarnya.
Dari beberapa alasannya bergabung dengan Koperasi BMT UGT Sidogiri yang menonjol terkait dengan kesamaan visi dan misi pribadi, berbagi pengetahuan Ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah, ingin berkontribusi nyata dalam memajukan Koperasi BMT UGT Sidogiri dan alasan kedekatan keluaganya bila berada di Sidogiri. Berikut empat alasan mengapa Abdussalam yang lahir pada 23 November 1979 ini bersedia bergabung dengan Koperasi BMT UGT Sidogiri sebagai Manager Keuangan.
Pertama, visi dan misi perjuangannya sama dengan visi dan misi perjuangan pribadi, yaitu bagaimana prinsip Ekonomi Syariah yang diterapkan dalam wujud nyata berupa Koperasi Syariah BMT UGT, dapat memberdayakan dan memajukan ekonomi umat, serta merebut kembali kejayaan ekonomi Umat Islam di Indonesia yang kondisi saat ini, telah terampas dan dikuasai oleh non-umat.
Kedua, mengamalkan dan sharing knowledge (berbagi pengetahuan) tentang Ilmu Ekonomi & Keuangan Syariah yang saya peroleh sejak duduk di bangku Pesantren Sidogiri dan bidang akademisi S1 di STEI Tazkia & S2 Trisakti Jakarta. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk umat, melalui media KSPPS BMT UGT Sidogiri ini.
Ketiga, ingin berkontribusi nyata, dalam memajukan Koperasi BMT UGT Sidogiri menjadi BMT yang mandiri, berteknologi fintech (financial technology), dan menjadi percontohan nasional.
Keempat, bekerja yang nyaman dan membuat semangat adalah jika kita tetap dekat dengan keluarga. Nah, keluarga besar saya, ada di Jawa Timur semua. Baik dari sisi keluarga saya pribadi, maupun keluarga dari sisi istri. Dengan demikian, bisa lebih intens untuk silaturrahim. Apalagi faktor ibunda mertua tinggal seorang diri, dan butuh dijenguk secara intens. Faktor jarak tempuh tidak jauh, jika dari Sidogiri.
Sumber foto: http://koperasisyariah212.co.id
Mokh. Syaiful Bakhri

