Dari Jual Beli Hasil Bumi hingga Jadi Juragan Frozen Food di Bekasi

Mar 8, 2026 - 08:53
 301
Dari Jual Beli Hasil Bumi hingga Jadi Juragan Frozen Food di Bekasi

BEKASI – Memulai usaha dari nol bukanlah perkara mudah, namun bagi Ozan Suhendra, kerja keras dan jeli melihat peluang adalah kunci. Pemilik APM Frozen Food yang berlokasi di Duren Jaya, Bekasi Timur ini sukses bertransformasi dari pedagang hasil bumi menjadi salah satu agen frozen food yang diperhitungkan di wilayahnya.

Langkah besar Ozan tidak lepas dari keberaniannya melakukan ekspansi usaha pada tahun 2018. Pria asal Sukabumi ini menceritakan bahwa perjalanannya menjadi pengusaha dimulai dari bawah, yakni bergelut dengan jual beli hasil bumi sebelum akhirnya memutuskan melebarkan sayapnya ke lini bisnis pangan olahan beku.

Tahun 2018 menjadi tonggak sejarah bagi perjalanan APM Frozen Food. Di tengah upaya mengembangkan skala bisnis, Ozan dipertemukan dengan BMT UGT Nusantara. Pertemuan tersebut terjadi secara sederhana melalui interaksi dengan karyawan BMT yang rutin melakukan edukasi ke pasar-pasar.

"Awalnya kenal dari karyawan BMT yang keliling di pasar. Dari situ saya mulai tertarik karena sistemnya yang sesuai dan pendekatannya yang merakyat," ujar Ozan saat ditemui di gerainya yang beralamat di Jl. Kusuma No. 25 Blok G, Duren Jaya, Bekasi Timur.

Sebagai anggota yang aktif, Ozan tidak hanya memanfaatkan layanan simpanan. Untuk memacu akselerasi usahanya, ia memberanikan diri mengakses fasilitas pembiayaan dari BMT UGT Nusantara pada tahun yang sama.

"Alhamdulillah, dukungan pembiayaan dari BMT UGT Nusantara sangat membantu penambahan modal usaha saya saat itu. Dampaknya terasa sekali untuk ketersediaan stok dan kelengkapan varian produk," tambahnya.

Kini, APM Frozen Food telah menjadi salah satu rujukan bagi warga Bekasi Timur yang mencari produk pangan beku. Namun, Ozan tidak lantas berpuas diri. Ia memiliki visi untuk terus menambah cabang dan memperluas jangkauan distribusi.

Ia juga berharap kemitraan dengan BMT UGT Nusantara dapat terus terjalin erat. Baginya, keberadaan lembaga keuangan syariah seperti BMT bukan sekadar penyedia modal, melainkan mitra tumbuh bersama.

"Saya berharap usaha ini semakin maju dan bertambah cabang. Tentu dengan dukungan berkelanjutan dari BMT UGT Nusantara. Semoga BMT juga semakin maju, anggotanya semakin banyak, serta terus memberikan berkah dan manfaat bagi seluruh anggotanya," pungkas Ozan.

Kisah Ozan Suhendra menjadi bukti nyata bahwa kombinasi antara etos kerja tinggi dan dukungan akses permodalan yang tepat dapat mengubah UMKM menjadi bisnis yang lebih kokoh dan berdaya saing.