Catatan untuk Raker Trawas 2014
Selama tiga hari semenjak Kamis (18/12/2014) sampai Sabtu (20/12/2014) Koperasi BMT UGT Sidogiri mengadakan Rapat Kerja (Raker) untuk merumuskan rencana program kerja dan RAPB tahun 2015 yang diikuti oleh 257 Kepala Cabang dan Capem se-Indonesia di Hotel Vanda Gardenia Trawas Mojokerto. Berikut catatan H. Mahmud Ali Zain seputar tantangan dan peluang yang akan dihadapi oleh Koperasi BMT UGT Sidogiri pada 2015 mendatang.
Tantangan bisnis tahun 2015 cukup berat yang perlu diantisipasi. Paling tidak, kita anggota Sidogiri Network Forum (SNF) bisa membaca tanda-tanda zaman. Pada tahun 2015 mendatang, akan dimulainya era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dan mulai dikucurkannya dana untuk desa. Setiap desa akan dapat kucuran dana Rp 1 miliar dari Pemerintah.
Dengan Era MEA maka 10 negara akan berebut pasar di 10 negara anggota ASEAN. Indonesia dengan penduduknya yang berjumlah sekitar 245 juta jiwa merupakan negara yang terbesar jumlah penduduknya. Apakah Indonesia akan menjadi sasaran pasar bagi anggota ASEAN ataukah bangsa Indonesia yang akan melayani bangsanya sendiri dan mengeksport produknya jika ada kelebihan ke negara negara ASEAN yang lain? Sepertinya Indonesia yang akan menjadi maf' ul atau sasaran pasar bukan menjadi fa'il baik untuk bangsanya sendiri apalagi bagi bangsa lain.
Yang perlu mendapat perhatian serius adalah tahun 2015 diperkirakan akan banyak barang dan atau jasa yang akan membanjiri Indonesia. Indonesia dikenal sebagai negara yang marjin atau bunga banknya dinilai termahal se-ASEAN sehingga banyak bank di ASEAN yang berminat untuk menggelontorkan dananya ke Indonesia. ,Sudah siapkah Koperasi BMT UGT bersaing dengan bank yang memberi kredit atau pembiayaan yang lebih murah?
Dengan demikian kita perlu kerja cerdas agar nasabah Koperasi BMT UGT Sidogiri masih senang untuk berhubungan atau bertransaksi denganKoperasi BMT UGT Sidogiri dengan melihat kelebihan-kelebihan yang lain. ,Bagaimana agar mereka selalu melihat Koperasi BMT UGT Sidogiri memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan yang lain?
Koperasi BMT UGT Sidogiri agar terus berupaya untuk memperbesar magnet sehingga masyarakat tetap tersedot oleh magnet itu. Seharusnya syariah adalah menjadi magnet yang cukup besar. Justru itu bagaimana magnet syariah menjadi magnet yang besar di samping service excellent/keramah-tamahan dan kesopanan dalam melayani anggota/nasabah yang terus perlu ditingkatkan.
Selain itu, aktifitas sosial berupa distribusi zakat dan dana sosial yang dihasilkan dari kegiatan BMT terus perlu dipublikasikan agar jadi penambah magnet bagi masyarakat yang merasakan manfaat dari keberadaan Koperasi BMT UGT Sidogiri. Dan yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana memberi kesadaran kepada karyawan agar tidak terjadi lagi fraud (tindakan yang sengaja melanggar ketentuan) yang dilakukan oleh karyawan dengan peningkatan sisi pengawasan manusia dan pengawasan IT (Information Technology).
Mokh. Syaiful Bakhri

