BMT UGT dalam Berita Media (8): POTENSI BESAR KAUM SANTRI, BELUM TERGARAP MAKSIMAL
SURABAYA – Potensi santri di Indonesia sangat besar. Di Indonesia terdapat lebih dari 25 ribu pondok pesantren yang tersebar di seluruh pelosok dengan lebih dari 4 juta santri. Geliat bisnis di kalangan santri sendiri sangat besar, seperti yang dilakukan Ponpes Sidogiri dengan mengembangkan bisnis syariah. Mulai agrobisnis, BMT, Bank Perkreditan Rakyat berbasis syariah, supermarket, air minum isi ulang dan lain-lainnya.
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Muchammad Ghozali mengatakan, "Kami berupaya mensinergikan kekuatan santri dengan peluang bisnis di bidang ekonomi kreatif yang terus dinamis." HIPSI berada di bawah naungan Rabithah Ma’had Islamiah (RMI) yang merupakan organisasi pondok pesantren di bawah kendali Nahdatul Ulama (NU). Secara kelembagaan, HIPSI sudah terbentuk di beberapa daerah seperti Jatim, Jateng, Kalimantan, dan Palembang. Bahkan dalam waktu dekat, lembaga HIPSI juga akan dibentuk di Malaysia dan Hongkong.
“Pengertian dakwah yang menjadi beban moral bagi seorang santri tidak hanya dilakukan dalam bentuk ceramah agama dan mengisi pengajian. Namun dakwah juga dapat dilakukan dengan memberantas pengangguran dan kemiskinan dengan mengembangkan usaha ekonomi seperti berdagang seperti yang dilakukan Nabi Muhammad,” katanya dalam satu kesempatan.
Di Jatim, kata Ghozali, HIPSI tercatat sudah menancapkan taring dengan membangun jaringan bisnis dengan sejumlah perbankan. Seperti dengan Bank Mandiri dalam pembentukan kluster budidaya Lele di 8 pondok pesantren besar, pengembangan kawasan agrobis 10 hektar di Bondowoso dan Pasuruan, dan di beberapa tempat di bidang peternakan, kuliner, kerajinan, hingga properti.
“Dengan menjadi pengusaha, alumni pesantren mampu menjadi bagian penting guna mengurangi angka kemiskinan di Indonesia yang cukup tinggi. Kami berharap santri tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama saja, melainkan juga iptek dan jiwa kewirausahaan,” tegasnya.
Selain workshop, sambung Ghozali, HIPSI juga melakukan pembinaan dan pembentukan delapan kluster budidaya ikan lele di delapan pondok pesantren di Jawa Timur. Termasuk pembinaan agribisnis 10 hektare di Bondowoso dan Pasuruan. []
Editor: Syamsul Arifin Munawwir
Sumber: www.dutaonline.com
Foto: Pengusaha muda Sandiaga Uno dalam sebuah kesempatan berbagi pengalaman dengan sejumlah santri dan pimpinan pondok pesantren. (DUTA/HIPSI)

